Beijing, (Analisa)
Sedikitnya 55 orang tewas dan tujuh lainnya hilang diterjang banjir di China Selatan, lapor media pemerintah setempat, Minggu (15/6).
Lebih 1,2 juta penduduk terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka di sembilan provinsi, termasuk Sichuan, yang masih terpukul akibat gempa bulan lalu yang menewaskan hampir 70.000 orang, kata kantor berita resmi Xinhua.
Hujan lebat di provinsi-provinsi Sichuan, Guizhou dan Yunnan lebih lanjut akan menaikkan permukaan air di hilir, khususnya di pusat industri di pesisir pantai Guangdong, kata Xinhua. Sebagian besar kawasan-kawasan itu diperkirakan akan mendapat lebih banyak hujan lebat dalam 10 hari mendatang.
Tepat arah ke selatan, pemukiman-pemukiman yang didiami puluhan ribu orang terancam oleh Sungai Xijiang yang meluap di wilayah Guangxi, di mana keretakan sepanjang 40 meter terbuka di waduk dekat Changzhou, kata Xinhua.
Hampir 120.000 orang melarikan diri ke tempat yang tinggi di kota Longhua sekitarnya ketika air sungai mulai tumpah melalui keretakan itu, katanya.
“Jika keretakan melebar dan waduk itu jebol, banjir secara langsung akan mengancam keselamatan “kota Wuzhou di perbatasan Guangxi dengan Guangdong, kata Zhang Jinshen, pejabat pengawasan banjir regional seperti dikutip Xinhua.