Archive for the ‘Hot Issues’ Category

Desainer Yves Saint Laurent Tutup Usia

June 2, 2008

Jakarta Dunia mode berduka. Salah satu desainer terbaiknya, Yves Saint Laurent berpulang di usia 71 tahun.
Yves Saint Laurent

Yves Saint Laurent yang terkenal dengan label YSL tersebut meninggal Minggu sore waktu Paris. Yves pensiun dari rumah modenya tahun 2002 karena menderita berbagai penyakit.

Perancang berkebangsaan Prancis tersebut lahir 1 Agustus 1936. Ia mengawali karirnya pada usia 17 tahun di rumah mode Christian Dior. Saat Christian Dior meninggal, Yves yang ketika itu berusia 22 tahun diminta untuk menyelamatkan label Dior dari kehancuran.

Baru mencicipi sukses sebagai perancang, Yves terpaksa mengikuti wajib militer dalam perang Algeria. Setelah 20 hari bertempur di medan perang Yves mengalami stress berat dan dirawat di rehabilitasi mental di Prancis.

Bangkit dari kejatuhan tersebut Yves kembali ke dunia mode. Bersama rekannya, Pierre Berge, ia memulai labelnya sendiri, YSL.

Tahun 2002 silam, Yves menyatakan pensiun dari dunia mode untuk mengatasi ketergantuannya terhadap obat. Ia juga diketahui sering mengalami depresi karena kesepian.

“Saya mengenal ketakutan dan kesendirian. Obat-obatan dan teman palsu itu. Penjara depresi dan rumah sakit. Saya berhasil keluar dari itu semua, silau tapi sadar,” ucap yves semasa hidupnya.

Sumber : Detikhot

Yuni Shara Sering Bertengkar dengan Suami

May 30, 2008

Henry Siahaan & Yuni Shara
Yuni Shara dan Henry Siahaan beberapa kali membantah rumah tangga mereka bermasalah. Namun ternyata menurut KD, pernikahan kakaknya kerap diwarnai cekcok.

“Yuni itu berantem bukan hanya sesekali,” ungkap KD saat ditemui di rumahnya kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (29/5/2008).

Karena tahu betapa sudah buruknya rumah tangga Yuni, KD menganggap cerai sebagai solusi. “Ini keputusan yang terbaik,” jelasnya.

Jika nanti bercerai, Yuni menurut KD, ingin mendapat hak asuh anak. Meski begitu, istri Anang Hermansyah tersebut berharap Henry tetap bertanggungjawab untuk mengasuh dan menafkahi.

KD ingin kakaknya cerai baik-baik seperti pasangan Dewi Sandra-Surya Saputra dulu. Perpisahan Surya-Dewi menurut KD sangat baik dan rapih.

Sumber : Detikhot

Wawancara dengan Widyawati Seputar Kematian Sophan Sophian

May 19, 2008

Widyawati akhirnya bisa mengungkapkan momen-momen terakhirnya bersama almarhum suaminya Sophan Sophiaan. Widya sangat sedih karena ketika Sophan bilang ‘I love you,’ ia tak jawab.

Widyawati dengan suara pelan, akhirnya bisa mengungkapkan momen-momen terakhirnya bersama almarhum suaminya Sophan Sophiaan. Widya bertemu media dengan didampingi putra keduanya, Roma. Selama wawancara, di kediamannya kawasan Bintaro Jaya, Minggu (18/5/2008) malam, Roma terus merangkul pundak mamanya.

Berikut petikan wawancara dengan Widyawati yang menikah dengan Sophan pada 9 Juli 1972 dan setia menemani sang suami hingga akhir hayat itu:

Apakah ada firasat?

Malam jumat sebelum kejadian, aku memang sempat masuk angin, dadaku sesak. Biasa yah, Sophan kalau aku sakit, panik, sempat dia bilang, aku panggil dokter ya. Aku bilang nggak usah. Tapi tetap dia panggil dokter, dokternya nyamperin aku, diperiksa dan benar tidak ada apa-apa, hanya masuk angin biasa. Karena dia ada acara akhirnya dia tinggal aku.

Setelah selesai acara, dia sempat telepon aku, gimana kamu baik-baik saja, aku bilang aku baik-baik saja, sudah tidak ada apa-apa.

Setelah selesai acara, dia pulang dan saya sudah tidur, akhirnya ya sudah, subuh, salat, setelah selesai salat dia peluk saya.

Yang aku baru ingat lagi, beberapa minggu terakhir sebelum dia pergi, tiap kali berpapasan, di depan kamar, dia selalu peluk aku, sering kali, setiap ketemu dia selalu peluk aku, bukan berarti sebelumnya itu tidak pernah memeluk aku, tapi ini kejadiannya sering kali.

Ada hal terakhir dari almarhum yang diingat?

Yang terakhir yang saya ingat, dia memeluk aku dan bilang ‘i love you ma’……(Widya kemudian menangis. Ia menghapus air mata dengan kerudung putih yang dikenakannya).

Sedih bener, biasanya saya selalu menjawab, entah kenapa pada saat itu aku tidak menjawab, sedih bener (Widya menangis lagi. Ia kembali berurai air mata)

Selama wawancara, di kediamannya kawasan Bintaro Jaya, Minggu (18/5/2008) malam, Roma terus merangkul pundak mamanya. Berikut lanjutan petikan wawancara dengan Widya:

Ada kata-kata terakhir dari almarhum?

Yang aku ingat dari kata-kata Sophan terakhir adalah misi kita berhasil, misi kita berhasil (Widyawati menangis ketika mengucapkan kata-kata, ‘misi kita berhasil’).

Ada komunikasi terakhir dengan anak-anak?

Kalau dengan anak-anak nggak sempat karena selama pergi di atas motor itu nggak kontak-kontakan. Kalau? dengan aku, dari tanggal 12 (12 Mei-red) sebelum berangkat, yang bangunin aku itu dia, dan karena dia ada acara? di Monas dulu, jadi yang anterin aku adalah Roma.

Apakah ada cita-cita atau keinginan almarhum yang belum tercapai?

Seperti yang saya bilang tadi, dia sangat menginginkan sekali Indonesia makmur, makmur yang? sebenar-benarnya. Itu merupakan cita-cita dia, karena dengan makmur, cucu kita akan makmur, nggak kesusahan.

Merasa almarhum masih ada?

Saya nggak bisa jawab itu, kayak mimpi ya (Widya berhenti bicara. Ia menangis).

Memang saya merasa masih ada, karena ini rasanya beda. Kalau orang yang ditinggal melalui sakit, pastinya sudah siap mental. kalau seperti? ini (Widya benar-benar tak bisa lagi bicara, ia menangis tersedu-sedu. Putranya Roma kemudian membawanya masuk ke dalam rumah).

Ratu Felisha Diajari Striptis Orang Amerika

May 14, 2008

Ratu Felisha tengah belajar menari striptis untuk film terbarunya. Dengan bangga Felli, begitu sapaan akrabnya, mengaku kalau untuk menari striptis ia diajari seorang guru dari Amerika.

“Strip coachnya dari Amerika. Aku juga nonton film tahun 80-an yang kondang banget itu,” kata Felli yang lupa judul film striptis yang ditontonnya, saat berbicang dengan detikhot melalui telepon, Senin (12/5/2008).

Felli menari striptis untuk sebuah film bergenre drama-horor. Film yang masih dirahasiakan judulnya itu disutradarai oleh Nayato Fio Nuala.

Bagi Felli main dalam film karya Nayato bagai impian yang sudah lama akhirnya terwujud. Dara berambut panjang itu mengaku sangat menganggumi Nayato.

“Aku suka karena gambarnya dia keren. Orangnya juga kebapakan banget, down to earth banget, sama kru ngebaur,” ucapnya memuji Nayato.

Selain karena disutradarai Nayato, satu hal yang membuat Felli sangat senang dengan film barunya adalah ia bisa berlatih akting dengan Eka D. Sitorus. Ditambah lagi ia juga mendapat pujian dari Eka.

“Dia bilang aku punya bakat yang besar, diminta sekolah akting lagi,” tandasnya

Mahasiswa Minta Izin ‘ML’ Dicabut

May 14, 2008

Film Mau Lagi (ML)Jakarta Setelah MUI, satu lagi yang menuntut agar film Mau Lagi (ML) tak ditayangkan. Sekitar 500 mahasiswa berdemo di Lembaga Sensor Film, menuntut izin tayang film yang dibintangi Ratu Felisha itu dicabut.

“Demo ini bukan hanya untuk film ML saja. Bukan film ML aja yang kita protes, kita kecam. Tapi film-film sebelumnya seperti BCG, Virgin, Arisan dan Quickie Express. Film-film itu bukanlah film yang mendidik,”? tegas Koordinator demo mahasiswa tersebut, Ivan Ahda yang mengaku dari Universitas Indonesia, saat ditemui di Gedung LSF, Jl. MT. Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2008).

Sekitar 500 mahasiswa bersatu dalam Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa. Aliansi itu di antaranya terdiri dari organisasi seperti Amorno (Aliansi Masyarakat Anti Porno), FIM (Forum Indonesia Muda), ASA Indonesia (Aliansi Selamatkan Anak Indonesia) dan LMPI (Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia).

Para pendemo datang ke kantor LSF dengan berjalan kaki dan menggunakan beberapa truk serta mobil. Selain orasi mereka juga membentangkan sejumlah spanduk dan poster.

Beberapa yang ditulis di spanduk dan poster adalah, ‘Usir Produser Film Cabul,’ ‘LSF=Lembaga Senang Porno’ dan ‘ML, Maksud Lho Maksiat Lagi, Puas, puas.’

Rencananya lima orang perwakilan dari pendemo akan ditemui oleh Wakil Ketua LSF Sucipto. Ketua LSF, Titi Said berhalangan hadir.

SMS Maut Menyebar, Polda Riau Terjunkan Tim Penyelidik

May 8, 2008

Pekanbaru, Tribun – Pesan singkat berisi peringatan bahaya kematian, memantik keresahan warga Pekanbaru, Duri, dan Bengkalis dalam dua hari terakhir. Tak hanya kalangan profesional yang mendapat short message system (SMS), anak-anak sekolah dasar pun risau.

Bahkan wajah Darma (10), murid SD di Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru, sontak pucat setelah menerima SMS, Rabu (7/5). Ketika itu Darma sedang bermain di depan kelas bersama teman-temannya.

Tiba-tiba telepon selulernya berdering. Begitu dibaca, Darma pun ketakutan. Ia kemudian berlari menuju kerumunan teman-temannya, menunjukkan peringatan bahaya kematian, bila membuka SMS dari kode 0866. Isi SMS tersebut menyebutkan, bila mendapat telepon dari kode 0866 berwarna merah, disarankan tak diangkat, karena bisa menyebabkan yang mengangkat meninggal dunia.

Tak sampai disitu, pengirim SMS meyakinkan, jika peristiwa misterius itu telah dilansir media massa. Disebutkan di Jakarta telah menyebabkan 7 korban meninggal. Di Riau juga disebutkan telah menyebabkan kematian di Bengkalis dan Duri.

Si pengirim SMS meyakinkan, telepon maut itu dikerjakan dukun melalui pembunuhan jarak jauh. Inilah yang sontak memicu ketakutan Darma dan teman-temannya. dalam tempo singkat seisi sekolah resah, termasuk para guru.

“Apa benar itu, Pak? Kami takut, jangan-jangan bisa terjadi. Tolong cek kebenarannya ya, Pak,” pinta Darma kepada Tribun. Tak hanya Darma, murid lainnya, Sonya (10) juga mendapat SMS sama. Sonya yang ketakutan langsung mematikan ponselnya. “Nggak mau..Sonya nggak mau mengaktifkannya. Takut..” katanya sambil berlalu.

Peringatan telepon maut ternyata tak hanya dikirimkan ke anak-anak. Tak sedikit kalangan profesional bahkan seorang pengusaha, kemarin, menghubungi Tribun Pekanbaru, menanyakan kebenaran SMS tersebut.

Wakil Gubernur Riau, Wan Abubakar pun kesal terhadap SMS terbut. Ia khawatir SMS itu memicu keresahan massal, sehingga menambah beban masyarakat Riau yang saat ini sedang dihadapkan pada masalah kenaikan Bahan Bakar dan Minyak (BBM).

“Itu harus diselidiki. Jangan sampai masyarakat gelisah akibat ulah orang-orang tertentu seperti ini.
Kalau memang benar ada korban, juga perlu ditelusuri kebenarannya, ” tegas Wan Abubakar. Ia bahkan mensinyalir merebaknya SMS berisi peringatan maut itu merupakan bentuk sabotase. “Ini adalah sabotase, pesan ini, kan bisa menghalangi orang untuk berkomunikasi dari nomor tertentu,” katanya. Oleh karena itu Wagubri minta aparat berwajib mengusutnya.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulkifli pun menyatakan kesiapan Kepolisian menyelidiki kasus ini. “Kita akan turunkan tim ke lapangan untuk menyelidikinya, ” janji Zulkifli. Meski begitu, ia mengimbau masyarakat tak percaya begitu saja. Zulkifli yakin SMS itu hanya ulah orang iseng. (*)

SMS Maut Resahkan Warga Riau

May 8, 2008

SMS Maut Resahkan Warga Riau

[Kamis 08/05/08, 12:08:48]

PEKANBARU, TRIBUN – Pesan singkat berisi peringatan bahaya kematian, memantik keresahan warga Pekanbaru, Duri, dan Bengkalis dalam dua hari terakhir. Tak hanya kalangan profesional yang mendapat short message system (SMS), anak-anak sekolah dasar pun risau.

Bahkan wajah Darma (10), murid SD di Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru, sontak pucat setelah menerima SMS, Rabu (7/5). Ketika itu Darma sedang bermain di depan kelas bersama teman-temannya. Tiba-tiba telepon selulernya berdering.

Begitu dibaca, darma pun ketakutan. Ia kemudian berlari menuju kerumunan teman-temannya, menunjukkan peringatan bahaya kematian, bila membuka SMS dari kode 0866.

Isi SMS tersebut menyebutkan, bila mendapat telepon dari kode 0866 berwarna merah, disarankan tak diangkat, karena bisa menyebabkan yang mengangkat meninggal dunia. Tak sampai disitu, pengirim SMS meyakinkan, jika peristiwa misterius itu telah dilansir media massa. Disebutkan di Jakarta telah menyebabkan 7 korban meninggal.

Di Riau juga disebutkan telah menyebabkan kematian di Bengkalis dan Duri. Si pengirim SMS meyakinkan, telepon maut itu dikerjakan dukun melalui pembunuhan jarak jauh. Inilah yang sontak memicu ketakutan Darma dan teman-temannya. dalam tempo singkat seisi sekolah resah, termasuk para guru.

“Apa benar itu, Pak? Kami takut, jangan-jangan bisa terjadi. Tolong cek kebenarannya ya, Pak,” pinta Darma kepada Tribun. Tak hanya Darma, murid lainnya, Sonya (10) juga mendapat SMS sama. Sonya yang ketakutan langsung mematikan ponselnya. “Ngak mau..Sonya nggak mau mengaktifkannya. Takut..” katanya sambil berlalu.

Peringatan telepon maut ternyata tak hanya dikirimkan ke anak-anak. Tak sedikit kalangan profesional bahkan seorang pengusaha, kemarin, menghubungi Tribun menanyakan kebenaran SMS tersebut.

Wakil Gubernur Riau, Wan Abubakar pun kesal terhadap SMS terbut. Ia khawatir SMS itu memicu keresahan massal, sehingga menambah beban masyarakat Riau yang saat ini sedang dihadapkan pada masalah kenaikan Bahan Bakar dan Minyak (BBM).

“Itu harus diselidiki. Jangan sampai masyarakat gelisah akibat ulah orang-orang tertentu seperti ini. Kalau memang benar ada korban, juga perlu ditelusuri kebenarannya,” tegas Wan Abubakar.

Ia bahkan mensinyalir merebaknya SMS berisi peringatan maut itu merupakan bentuk sabotase. “Ini adalah sabotase, pesan ini, kan bisa menghalangi orang untuk berkomunikasi dari nomor tertentu,” katanya. Oleh karena itu Wagubri minta aparat berwajib mengusutnya.

Trik bisnis

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulkifli pun menyatakan kesiapan Kepolisian menyelidiki kasus ini. “Kita akan turunkan tim ke lapangan untuk menyelidikinya,” janji Zulkifli. Meski begitu, ia mengimbau masyarakat tak percaya begitu saja. Zulkifli yakin SMS itu hanya ulah orang iseng.

“Kita harapkan masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru yang menerima SMS, tak percaya. Tak mungkin lewat HP bisa membunuh orang. Santet, apapun namanya itu hanya kerjaan orang iseng,” tegas Zulkifli.

Ketika Tribun menelusuri ke Duri dan Bengkalis, isu kematian akibat menerima telepon dari nomor kode 0866, hanya isapan jempol. Wakapolres Bengkalis, Kompol Trunoyudo WA SIK meyakinkan tak ada orang mati karena terima telepon dari 0866. “Kami minta warga tak resah, tak ada itu!” tegasnya.

Trunoyudo pun menyarankan penerima SMS mencek pengirim SMS atau melapor ke polisi terdekat. “Biar bisa dilacak siapa pengirimnya. Yang penting, jangan terlalu mempercayailah. Oleh karena mati hidupnya kita itu ditentukan Allah SWT. Mari kuatkan iman kita,” tuturnya.

Kalangan operator jaringan telepon seluler punya penjelasan tersenidri. Meerebaknya SMS peringatan maut itu dinilai hanya strategi bisnis yang diduga dirancang operator baru untuk menggaet pasar. Minimal untuk menyosialisasikan nama produk dari operator tersebut.

“Itu hanya satu bentuk promosi , nggak usah ditanggapi. Ini hanya kerjaan orang iseng, nanti hilang sendiri,” kata Manager Grapari Pekanbaru, Very Hananto. Pendapat sama dikemukakan Kepala Cabang PT Indosat Pekanbaru, M Amin Tuhelelu. “Berpikir realistislah, mana mungkin lewat telepon orang bisa mati,” tegas Amin.(*)

Warga Aceh Resah dengan Nomor Telepon Ilmu Hitam 0666

May 8, 2008

BANDA ACEH, TRIBUN - Pemegang telepon genggam di kota Banda Aceh mulai enggan menerima panggilan masuk dari nomor-nomor tidak dikenal. Mereka cemas atas isu “ilmu hitam” yang telah menewaskan seorang warga Lhokseumawe, beberapa hari lalu.

Menurut sejumlah sumber di Banda Aceh, Rabu, isu seseorang yang sedang menuntut ilmu hitam untuk tujuan jahat sedang mengincar warga Aceh, sehingga masyarakat diimbau lebih berhati-hati pada setiap menerima panggilan telepon, terutama dari nomor-nomor yang tidak dikenal.

Isu tersebut telah merebak secara meluas di Aceh. Bermula dari pesan yang dikirim secara berantai dari teman dan sanak keluarga, mereka berpesan kalau ada panggilan melalui HP-nya dari nomor 0866 atau 0666 sebaiknya tidak diterima karena sangat berbahaya dan siapa yang menjawab akan meninggal dunia.

“Kasus tersebut sudah pernah terjadi di Lhokseumawe beberapa hari lalu; seorang laki-laki secara tiba-tiba meninggal dunia setelah menerima panggilan dari seseorang tidak dikenal,” kata Roby NS, salah seorang karyawan perusahaan swasta nasional di Banda Aceh.

Isu yang tidak jelas sumbernya itu menyebutkan bahwa akan sangat berbahaya manakala salah satu dari dua nomor tersebut (0866 – 0666)muncul warna merah karena dapat berakibat fatal bagi penerima panggilan misterius itu.

Sejak merebaknya isu tersebut, beberapa ibu rumah tangga telah menarik telepon genggam dari anak-anaknya untuk disimpan sementara waktu karena khawatir jatuh korban, sedangkan sebagian lainnya mengaku akhir-akhir semakin selektif dalam setiap menerima panggilan melalui HP-nya.

“Kalau ada panggilan dari nomor-nomor tidak dikenal, saya biarkan terus berdering atau saya matikan saja ponsel saya,” kata Sariwati, salah seorang siswi SLTP di Banda Aceh. (*)