Archive for the ‘Inspirasi’ Category

Inspirational Stories

May 14, 2009

Selalu  ada 1001 alasan untuk menyerah, namun orang” yg berhasil adalah orang” yg tidak memutuskan untuk menyerah. Dia selalu bisa menemukan sebuah alasan untuk tidak  menyerah…

NANCY MATTHEWS EDISON  (1810-1871)  

Suatu hari,  seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke  rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, ”  Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari  sekolah.”

Sang  ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”  anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar  dia.”

Tommy  bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia  hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua  ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Tak  banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama  Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah.  Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas  namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai”  diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya  adalah ibunya!

Ya,  Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan  pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi  guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi  orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri   Edison , dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun  membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.

JOANNE KATHLEEN ROWLING  

Sejak kecil,  Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. bahkan di usia 6 tahun, ia  sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. ia juga memiliki kegemaran tanpa  malu” menunjukan karyanya kepada teman” dan orangtuanya. kebiasaan ini terus  dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian  melambungkan namanya di dunia.

Akan  tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti didera masalah. Keadaan  yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak  memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami  ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. Ditambah dengan  perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu  dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry  Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. Tahun  1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya,  Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah  mesin ketik manual.

Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah  payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. Berbagai  penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. Diantaranya,  adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne  Rowling. Pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para  penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan  namanya menjadi JK Rowling. Memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan  sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.

Akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar  biasa meledak dipasaran. Semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang  menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksedan yang dibayar dengan  harga murah.

STEVE JOBS  

Tahun 1976,  bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan  Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan  modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga,  usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual  sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka  cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer  menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer  terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah  konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka,  yaitu Steve Jobs sendiri.

Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami  kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian  ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer  NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal  teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan  tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui  Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan  diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The  Incredibles.

Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan  Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997,  Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan  mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit  dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang  fenomenal yaitu iPod.

Kisah  sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang  instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi  jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

OPRAH  WINFREY

Bermodal  keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di  Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan  kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah  diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?

Lahir di  Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya  mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang  pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh  neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3  tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.

“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya  dalam suatu wawancaranya.

Pada  usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara  sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun  Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua  minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah  ayahnya di Nashville . Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi.  Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun  tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang  menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.  

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya  terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di  dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes  kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..  

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di  bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita  negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut.  Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan  keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi  berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika.  Sungguh luar biasa!

Latar  belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik  hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu  sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia  bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan  segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah  juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara  lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita  ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.

Dan  yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah  khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannes burg, Afrika  selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah  menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar  rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2  perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.  

Kisah  Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib.  Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya  mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia  sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!  

7UP  

Tentu kamu  mengenal 7up. Merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di  penjuru dunia. Dibalik ketenaran merk 7up rupanya ada kisah yang sangat menarik  untuk kita pelajari tentang arti “pantang menyerah”.

Awal  mulanya perusahaan ini mengambil nama 3up sebagai merek sodanya. Namun  sayangnya, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri kembali memperjuangkan bisnisnya  dan mengganti namanya dengan 4up. Malangnya, produk ini pun bernasib sama dengan  sebelumnnya. Selanjutnya dia berusaha bangkit lagi dan mengganti lagi namanya  menjadi 5up. Gagal lagi. Kecintaanya pada soda membuatnya tak menyerah dan  berusaha lagi dengan nama baru 6up. Produk ini pun gagal dan dia pun menyerah.  

Beberapa tahun kemudian, orang lain muncul dan  membuat soda dengan nama 7up dan mendapat sukses besar! Mungkin kita tidak tahu  kapan usaha kita akan membuahkan hasil, tapi suatu saat nanti pastilah waktu itu  akan tiba. Justru karena kita ga tahu kapan waktu keberhasilan kita, maka jangan  pernah kita menghentikan usaha kita dan memutuskan untuk menyerah. 3up gagal,  buatlah 4up! 4up gagal, dirikan 5up! bahkan meski harus muncul 6up, 7up, 8up,  atau 100up sekalipun, jangan pernah berhenti sampai jerih payah kita membuahkan  hasil.

Percayalah bahwa Tuhan menghargai usaha kita. keberhasilan tidak  datang pada orang yang malas berjuang dan gampang menyerah. Tunjukan kualitas  iman kita melalui ketekunan kita dalam berjuang! TETAP SEMANGAT!  

MARK ZUCKERBERG  (FACEBOOK)

Pernah  mendengar situs jaringan pertemanan Friendster? Konon, melalui situs tersebut,  banyak orang-orang yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, reunian, dan  bahkan berjodoh. Karena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat  sangat popular. Karena itu, tak heran jika setelah era suksesnya Friendster,  berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook.  

Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan  pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg.   Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang  digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu  buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada  sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan  kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang  lain di kampus bersangkutan.

Pada  sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan  website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk  membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei  1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung.  Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu  menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.  

Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat  untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak  seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama  tiga rekannya-andre McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian  membuka keanggotaan Facebook untuk umum.

Mark  ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih  menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs  jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster  yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah  Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah  yang membuat Facebook makin digemari. Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi  dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya. Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang  sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.  

Sejak  kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase  kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi  60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini,  angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.

Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang  luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan’ yang sangat laku. Tak heran,  raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki  saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15  miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam  sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.

Niat  Mark Zuckerberg untuk sekadar’menyatukan’ komunitas kampusnya dalam sebuah  jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru  berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian  melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah  nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik  ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan  kesempatan yang dapat mengubah hidup makin bermakna.

TIADA KETEKUNAN YANG  TIDAK MEMBAWA HASIL…

BILL GATES & PAUL  ALLEN

Kisah Maestro Microsoft Bill Gates  and Paul Allen

William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan  sebutan Bill Gates, lahir di Seatle , Washington pada tanggal 28 Oktober 1955.  Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai seorang  pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill adalah anak kedua  dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi “hiking”, bahkan hingga  kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya bila ia sedang  ”berpikir”.

Bill kecil mampu dengan mudah melewati masa sekolah dasar  dengan nilai sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui hal ini orang tua Bill, kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah  swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama ” LAKESIDE “.  Pada saat itu, Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu  seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian besar  nantinya menjadi programmer pertama MICROSOFT) sudah menghabiskan semua jam  pelajaran komputer untuk satu tahun.

Kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia  masih bersekolah di Lakeside . Dimulai dengan meng”hack” komputer sekolah,  mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan  dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester  sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan  untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka  benar-benar dapat “memasuki” komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan  kemampuan menuju pembentukan Microsoft, 7 tahun kemudian.

Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah.  Pembuatan program sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan  bisnis pertamanya. Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu  mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan kontrkator  pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah,  melengkapi pengalaman Bill Gates.

Musim  gugur 1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar sebagai  siswa fakultas hukum. Bill mampu dengan baik mengikuti kuliah, namun sama  seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke komputer. Selama di  Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill dikenal sebagai seorang  jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah  programmer yang luar biasa jenius, namun seorang manusia yang menyebalkan.  

Desember 1974, saat hendak mengunjungi Bill Gates,   Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul “World`s  First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models”. Artikel ini memuat tentang komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates.  Mereka menyadari bahwa era “komputer rumah” akan segera hadir dan meledak,  membuat keberadaan software untuk komputer – komputer tersebut sangat  dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka.

Kemudian dalam beberapa hari, Gates menghubungi  perusahaan pembuat Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems).  Dia mengatakan bahwa dia dan Allen, telah membuat BASIC yang dapat digunakan  pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum  menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat  tertarik pada BASIC. Dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap. Allen menuju MITS  untuk mempresentasikan BASIC. Dan walaupun, ini adalah kali pertama bagi Allen  dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan sempurna.  Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard dan mendirikan Microsoft.  

Kisah Bill Gates Meninggalkan Harvard  Demi Mengejar Impian

Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar  pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston .. Gates  mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-well  agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan  perangkat lunak.

Pada  suatu hari di bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah  Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro rakitan  baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (Komputer kecil ini menjadi cikal bakal  PC di kemudian hari). Kemudian Allen menemui Gates dan membujuknya bahwa mereka  harus mengembangkan sebuah bahasa untuk mesin kecil sederhana itu. Allen terus  mengatakan, Yuk kita dirikan sebuah perusahaan. Yuk kita lakukan.  

Kami  sadar bahwa revolusi itu bisa terjadi tanpa kami. Setelah kami membaca artikel  itu, tak diragukan lagi dimana kami akan memfokuskan hidup kami.  

Kedua sahabat  itu bergegas ke sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari  program bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa komputer kecil itu dapat  melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka  mempunyai mimpi, tersedianya sebuah komputer di setiap meja tulis dan  di setiap rumah tangga.

Semangat Allen dan Gates tidak percuma. Berawal dari  komputer kecil itulah yang menjadi mode dari segala macam komputansi. Dan  sekarang bisa Anda lihat bahwa PC telah benar-benar menjadi alat jaman  informasi. Dan hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang terkaya di  dunia saat ini.

HIRONOBU  SAKAGUCHI

Hironobu  Sakaguchi (1962) dulu menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan untuk  Square Co., Ltd. Ia adalah pencipta seri permainan Final Fantasy. Pada tahun  1991 ia diberi kehormatan menjabat Wakil Presiden Eksekutif dan tak lama  berselang ditunjuk menjadi Presiden Square USA, Inc. Pada tahun 2001, ia  mendirikan he Mistwalker, yang mulai beroperasi tiga tahun kemudian.  

Sakaguchi bersama-sama Masafumi Miyamoto mendirikan  Square pada tahun 1983. Permainan-permainan pertama mereka sangat tidak sukses.  Ia lalu memutuskan untuk menciptakan pekerjaan terakhirnya dalam industri permainan dengan seluruh sisa uang Square, dan menamakannya Final Fantasy.  Permainan ini, di luar perkiraannya sendiri, ternyata melejit, dan ia membatalkan rencana pensiunnya. Ia kemudian memulai kelanjutan permainan ini dan  saat ini telah dibuat Tiga belas permainan Final Fantasy. Setelah enam permainan  pertama dipasarkan, ia lebih berperan sebagai produser eksektuif untuk seri ini  dan juga banyak permainan Square lainnya.

Sakaguchi memiliki karir yang panjang dalam industri  permainan dengan penjualan lebih dari 80 juta unit permainan video di seluruh  dunia. Sakaguchi mengambil lompatan dari permainan ke film saat ia mengambil  peran sebagai sutradara film dalam Final Fantasy: The Spirits Within, sebuah  film animasi yang didasari dari seri permainan terkenalnya Final Fantasy. Akan  tetapi, film ini ternyata gagal dan menjadi salah satu film yang paling merugi  dalam sejarah perfilman, dengan kerugian lebih dari 120 juta USD yang berujung dengan ditutupnya Square Pictures. Sakaguchi lalu diturunkan dari posisi eksekutif Square. Kejadian ini juga mengurangi keuangan Square dan akhirnya  membawa Square bergabung dengan saingannya Enix, menjadi Square Enix. Sakaguchi  lalu mengundurkan diri dari Square dan mendirikan Mistwalker dengan dukungan  finansial dari Microsoft Game Studios.

Pada  tahun 2001, Sakaguchi menjadi orang ketiga yang masuk dalam Academy of   Interactive Arts and Science’ Hall of Fame. Pada bulan Februari 2005 diumumkan  bahwa perusahaan Sakaguchi, Mistwalker, akan bekerja sama dengan Microsoft Game  Studios untuk memproduksi dua permainan role-playing game untuk Xbox 360.  

Pelajaran berharga:
Dari awal karier, beliau banyak  mengalami kegagalan, namun beliau tidak pernah menyerah hingga akhirnya  menciptakan seri “Final Fantasy” yang sangat di nantikan kehadirannya, bahkan di  puncak kariernya beliau kembali menghadapi kegagalan melalui proyek  kontroversialnya (Final Fantasy : Spirit Whitin) yang mengakibatkan penurunan  jabatan dan penutupan “Square Pictures” hingga akhirnya pengunduran dirinya dari  Square. Namun itu bukan akhir dari beliau, tapi menjadi loncatan bagi dia untuk kembali bangkit.

ELISABET

April 24, 2009

Written by :  liesye herlyna
 
 
LUKAS 1:5-7, “Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.”
 
 

Tidak banyak orang mengenal nama ELISABET, tapi coba bila kita sebut YOHANES PEMBAPTIS. Pasti anda akan langsung mengenalnya. ELISABET adalah  ibu dari YOHANES PEMBAPTIS.
 
 
Banyak orang yang berusia lanjut dan mandul merasa rendah diri. Tidak berdaya dan tidak produktif. Namun coba kita lihat, ELISABET. Dia tidak mejadi lemah bahkan menguatkan iman percayanya kepada TUHAN. Dia tetap melakukan tugas pelayanannya sebagai istri dari iman besar. Kesungguhan dan kesalehan hidup membuat, hati ALLAH berkenan kepadanya dan menetapkan ELISABET menjadi ibu dari seorang nabi besar. Dan seperti yang kita lihat, iman kepada ALLAH membawa namanya tercatat dalam sejarah sepanjang masa.
 
 
Ada point-point penting yang dapat kita temukan mengenai ELISABET :
1.  ISTRI DARI IMAM ZAKHARIA
Sebagai istri imam besar, ELISABET menyadari siapa dirinya dan  bagaimana harus bersikap. Dalam setiap tindak tanduknya, dia selalu menjaga kehormatan dan nama baik suaminya. Satu sifat yang saya pelajari dari ELISABET adalah dia dengan suka rela menundukkan dirinya kepada suaminya. 
 
 
2. KETURUNAN HARUN
ELISABET dibesarkan dalam keluarga takut akan TUHAN dan dia tahu akan panggilan khusus dalam hidupnya.  Karena itu ELISABET tidak sembarangan dalam memilih pasangan hidup dengan  memilih pasangan yang juga berasal dari keturunan HARUN. Karena dia tahu, bila salah memilih pasangan hidup, maka rencana ALLAH tidak akan tergenapi di dalam hidupnya.
 
 
Keturunan HARUN berbicara mengenai orang-orang percaya yang hidup dalam kekudusan dan berjalan dalam panggilan hidupnya. Terlepas dari suku, ras, warna kulit, tinggi-pendek, belo-sipit, etc. Kita semua telah dipanggil oleh YESUS, disucikan, dimurnikan dan dijadikan satu oleh darah YESUS. Perbedaan itu sudah tidak ada lagi, karena semua sudah dilebur oleh salib KRISTUS. Bila kita masih bersikap rasis, itu artinya kita masih belum menjadi orang percaya.
 
 
3. HIDUP BENAR DAN MENURUTI SEGALA PERINTAH DAN KETETAPAN TUHAN DENGAN TIDAK BERCACAT
Orang percaya adalah orang yang hidup bertolak dari kebenaran,hidup dalam kebenaran dan dipimpin kepada kebenaran.  ELISABET memahami akan hal ini, dia tidak memandang keterbatasan dirinya tapi dia memandang kepada ALLAH yang tidak terbatas.
 
 
4. MANDUL
ELISABET tidak menyalahkan suami atau keadaan yang membuat dia tidak bisa mengandung, tetapi dia menerima ini sebagai kenyataan yang harus diterima. Hal ini dapat kita lihat dari LUKAS 1: 25, “”Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” ELISABET  menyadari ALLAH turut bekerja atas segala sesuatu yang terjadi atas dirinya dan menyerahkan sepenuhnya kepada ALLAH.
 
 
5. BERUSIA LANJUT
Keterbatasan fisik membuat orang menjadi skeptis dan tidak produktif. Namun hal ini tidak membuat ELISABET mundur, dia tetap dengan setia memulaikan tugas pelayanannya. Justru di usia lanjut itulah, ELISABET dipakai TUHAN secara luar biasa untuk melahirkan YOHANES PEMBAPTIS yang membuka jalan  bagi YESUS sang JURU SELAMAT dunia. 
 
 
6. IBU DARI YOHANES PEMBAPTIS
Orang tua (ayah dan ibu) memiliki peranan sangat penting dalam tumbuh kembang seorang anak, namun peranan terbesar dimainkan oleh ibu, dimulai sejak mengandung selama hampir 10 bulan,  melahirkan, mengasuh, memandikan, menceboki, mendidik, memberi makan, mengantar ke sekolah, etc. Melalui tangan ibulah seorang manusia lahir ke dunia ini.
 
 
Saya percaya, ELISABET sudah mempersiapkan diri sejak lama untuk menjadi seorang ibu bagi anak-anak yang akan dilahirkannya. Dan itu dimulai saat dia menjadi ibu rohani bagi anak-anak binaannya dengan  mengimpartasikan  kekuatan karakter, keteguhan iman, belas kasihan, hidup kudus, sukacita, mengucap syukur kepada ALLAH. Pengalaman hidup dan perjumpaan pribadi bersama ALLAH, membawa ELISABET mendidik YOHANES dalam hidup takut akan ALLAH.
 
 
YOHANES tidak akan menjadi YOHANES PEMBAPTIS, bila dia tidak tahu panggilan khususnya yaitu untuk membuka jalan bagi YESUS KRISTUS. YOHANES bisa seperti ini karena ELISABET memiliki peranan yang sangat besar atas diri YOHANES, sehingga YOHANES bisa menggenapi  tugas pelayanannya dimuka bumi.
 
 
Mari, kita belajar dari ELISABET yang tidak pernah menyia-nyiakan hidupnya dengan hidup sebrono dan ugal-ugalan. ELISABET tahu tugas dan fungsinya sebagai seorang wanita, isteri, penamping dan panggilan hidupnya. ELISABET bukan hanya sekedar tahu ALLAH punya rencana besar atas hidupnya tapi dia berjalan di dalamnya.  ELISABET hanya PERCAYA bahwa waktu itu akan tiba. Dan waktu itu tiba, saat di pangkuannya lahir seorang bayi yang lahir dari iman.
 
 
Bagaimana dengan anda ?
Apakah anda tahu bahwa ALLAH memiliki rencana besar atas hidupmu ?
Apakah anda sudah benar-benar hidup sesuai kebenaran FIRMAN TUHAN ?
Apakah anda setia dalam menantikan janji TUHAN ?
 
 
JADILAH KUAT DI DALAM KEKUATAN KUASANYA
 
 
“Bagi banyak orang aku seperti tanda ajaib, karena Engkaulah tempat perlindunganku yang kuat.”
MAZMUR 71: 7

Ayahku Tukang Batu

March 30, 2009

Alkisah, ada sebuah keluarga sederhana yang memiliki seorang puteri yang
menginjak usia remaja. Demi mencukupi kebutuhan keluarganya, sang ayah
bekerja menjadi tukang batu bagi sebuah perusahaan kontraktor di kota.

Karena pekerjaan ayahnya, si puteri merasa malu. Ia tak mau mengakui profesi
sebenarnya dari sang ayah. Jika ada orang yang bertanya tentang pekerjaan
ayahnya, ia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. “Oh,
ayahku bekerja sebagai eksekutif di perusahaan kontraktor,” katanya. Puteri
lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya dan berpura-pura menjadi
anak orang kaya.

Mengetahui sikap tersebut, ayah sang puteri merasa sedih. Perkataan dan
perbuatan anaknya yang tidak jujur demi mengingkari keadaan yang sebenarnya
telah melukai hati ayahnya. Ia tak mengerti mengapa puteri semata wayangnya
tega berbuat hal itu kepadanya.

Akibat sikap dan perilaku puterinya tersebut, hubungan ayah dan puteri
kurang harmonis. Bahkan puteri lebih banyak menghindar saat bertemu dengan
ayahnya. Ia lebih suka mengurung diri di kamarnya yang kecil. Sang puteri
sibuk menyesali keadaannya. “Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku. Mengapa
Engkau memberiku ayah seorang tukang batu?” keluhnya dalam hati.

Karena ingin menyelesaikan masalah itu sehingga tak berlarut-larut, pada
suatu hari sang ayah mengajak puterinya berjalan-jalan berdua ke sebuah
taman tak jauh dari rumah mereka. Meski enggan, sang puteri terpaksa
mengikuti kehendak ayahnya. Mereka berjalan-jalan berkeliling sembari
menikmati pemandangan di sekitar taman.

Saat beristirahat sejenak, sambil memandangi gedung-gedung megah yang
membentang di tengah kota, sang ayah berkata, “Puteriku, selama ini ayah
menghidupi dan membiayai sekolahmu dan hidupmu dengan bekerja sebagai tukang
batu. Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah tukang batu
yang baik, jujur, disiplin dan jarang melakukan kesalahan. Ayah ingin
menunjukkan sesuatu kepadamu. Lihatlah gedung bersejarah yang ada di sana.
Ayah adalah salah seorang yang ikut membangun gedung itu hingga bisa berdiri
dengan megah dan indah,” ucap sang ayah dengan senyuman kebapakan.

“Memang nama ayah tidak tercatat di sana, tetapi keringat ayah ada di sana.
Lihatlah juga berbagai bangunan megah dan indah di kota ini. Ayah telah
menjadi bagian tak terpisahkan dari gedung-gedung itu. Ayah bangga dan
mensyukuri pekerjaan ayah hingga hari ini. Nah, ayah juga ingin engkau
merasakan kebanggaan yang sama dengan ayahmu. Tak peduli apapun pekerjaan
yang kita kerjakan, jika kita mengerjakannya disertai dengan komitmen,
kejujuran, perasaan cinta dan tahu untuk apa itu semua, maka sepantasnya
kita mensyukuri nikmat pekerjaan itu.”

Sang puteri terpana mendengar penjelasan ayahnya. Rupanya selama ini ia tak
menyadari betapa mulianya pekerjaan ayahnya. Sambil memeluk sang ayah,
puteri berkata, “Maafkan puteri, ayah! Puteri telah bersalah selama ini.
Walaupun tukang batu, tetapi ayah adalah seorang pekerja yang hebat. Puteri
bangga dengan ayah.” Dan mereka tenggelam dalam pelukan penuh haru.

Dikisahkan oleh Andre Wongso di dalam Majalah Media Kawasan edisi Maret
2009. Pertama kali diposting di Pentas Kesaksian pada tanggal 19 Maret 2009.

Sumber : http://pentas-kesaksian.blogspot.com

KESAKSIAN NYATA “Pengamen cilik dipakai TUhan”

July 25, 2008

Mau saya doakan….?

 

Di
bawah ini merupakan kesaksian dari pendeta yang kemarin berkotbah di tempat
saya. Nama pendetanya Bp Wisnu. Berikut penuturan beliau:

Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di daerah Tangerang.
Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang harinya untuk menuju rumah kakak
saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari. Di
dalam bis yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik usia
sekitar 7-8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana (mungkin dari tutup botol)
Berbekal alat musik sederhana tersebut, dia nyanyikan lagu “Yesus ajaib,
Tuhanku ajaib….” (~ a song by Ir. Niko, red.) Dan kata-kata
tersebut diulang terus menerus. Hampir seluruh penumpang bis memarahi anak
tersebut, “Diam kamu! Jangan nyanyi lagu itu lagi. Kalau kamu nggak diam,
nanti saya pukul kamu!”

Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka dan dengan berani
terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam hati berkata, “Tuhan, anak ini
luar biasa. Kalau saya, belum tentu saya bisa/berani melakukan hal
tersebut”. Karena bis akan melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya,
di pintu tol menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun
dari bis tersebut. Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut. Anak kecil itu
didorong hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia bangkit lagi. Tapi dia didorong
oleh massa hingga terjatuh lagi. Semua penumpang bis mengerumuni anak itu. Saya
masih ada di situ dengan tujuan jika kemudian anak tsb akan ditempeleng atau
dihajar, saya akan berusaha untuk menariknya lari menjauhi mereka.

Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah, “Sudah
dibilang jangan nyanyi masih nyanyi terus! Kamu mau saya pukul?” dst, dst.
Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah mereka mulai mereda, anak kecil
itu baru berbicara, “Bapak-bapak, Ibu-Ibu jika mau pukul saya, pukul saja.
Kalau mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya
dipukul atau dibunuh saya tetap akan menyanyikan lagu tersebut.” Seluruh
kerumunan menjadi terdiam sepertinya mulut mereka terkunci. Kemudian dia
melanjutkan, “Sudahlah… . Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah lagi. Sini..
saya doakan saja Bapak-Ibu.”

 

Dan apa
yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan satu per satu oleh anak ini.
Banyak yang tiba-tiba menangis dan akhirnya mau menerima Tuhan. Saya yang
sedari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian pergi meninggalkan kerumunan
tsb. Saya melanjutkan naik mikrolet. Jalanan macet krn kejadian tersebut hingga
mikrolet melaju dengan sangat lambat.. Sopir mikroletnya bertanya, ” Ada
apa sih Pak? Koq banyak kerumunan?” Saya jawab “O…. Itu ada banyak
orang didoakan oleh anak kecil.”

Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan, tiba-tiba anak kecil pengamen itu
naik mikrolet yang sama dengan saya. Saya kemudian bertanya, “Dik, kamu
nggak takut dengan orang-orang itu?”

Jawabnya, “Buat apa saya takut? Roh yang ada dalam diri saya lebih besar
dari roh apapun di dunia ini”, tuturnya mengutip ayat F irman Tuhan.
Lanjutnya, “Bapak mau saya doakan?”

 

Saya
terperanjat, “Kamu mau doakan saya?”

Jawabnya, “Ya kalau Bapak mau.”

Saya menjawab, “Baiklah. Kamu boleh doakan saya.”

Doanya, “Tuhan berkati Bapak ini. Berkati dan urapi Bapak ini jika sore
nanti dia akan ada pelayanan Youth.”

Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras mengalir. Saya
tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang mungkin menonton kejadian
tersebut. Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri yang berbicara pada anak ini, dari
mana dia tahu saya akan ada pelayanan Youth sore ini.

Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan, jika kita mau,
Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi kemauan yang Tuhan
kehendaki.

~
kesaksian oleh Pdt. Wisnu

sUMBER : MAILINGLIST TERANGDUNIA

Harapan bagi Seorang Bapa

June 16, 2008

Oleh
Pdt Saumiman Saud

Hari ini kita memperingati Father’s Day, saya ucapkan selamat kepada para bapa. Fathers’ Day berasal dari Amerika, lahir dari satu ide Henry Jackson yang ingin menyatakan penghargaan atau apresisasi terhadap para ayah. Ide itu dimulai dari kampung halamannya dan menjadi suatu kebiasaan yang kemudian berkembang ke daerah-daerah lain.
Tahun 1972, pemerintah Amerika menjadikan tradisi ini menjadi hari nasional. Hingga hari ini, setiap Juni minggu ketiga dirayakan sebagai Father’s Day.
Perumpamaan tentang “Anak yang hilang” menggambarkan tentang kasih dan sikap Bapa yang di Sorga terhadap anak-anak-Nya. Hal ini disebabkan sikap orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang tidak bisa menerima pelayanan Yesus terhadap pemungut cukai dan orang-orang berdosa.
Dalam hal ini, Yesus ingin membenarkan tindakan-Nya dengan menggambarkan bagaimana sikap Allah terhadap orang-orang berdosa. Coba kita lihat bagaimana sikap Bapa kita yang di Sorga terhadap anak-anakNya:

I. Bapa di sorga menghargai hak anak-anaknya
Tatkala si bungsu menuntut pembagian warisan, sebenarnya sang bapa cukup banyak alasan untuk tidak menolak. Sebab pada waktu itu bapanya masih hidup.
Tetapi sang bapa tidak menerapkan prinsip ini terhadap si bungsu, ia tidak mempertahankan kuasanya; justru ia menghargai kebebasan dan hak anaknya.
Dengan suka rela, ia membagikan warisan tersebut pada si bungsu. Hal ini dapat kita lihat dalam Ayat 12 “Ia membagi-bagikan harta kekayaan itu kepada kedua anaknya.”
Demikian juga pada waktu anak bungsu ini hendak menjual seluruh harta kekayaannya dan merantau ke negeri yang jauh, bapanya tidak memaksa anaknya untuk taat kepadanya. Sekali lagi ia memberikan kebebasan yang penuh kepada anaknya. Ini berarti bahwa sang bapa tidak diktator atau otoriter.
Demikian juga Allah Bapa di Sorga, Ia tidak pernah memaksakan kehendak-Nya supaya kita taat. Ia menghargai hak kita, oleh sebab itu Ia memberikan kebebasan kepada kita. Oleh sebab itu jangan salah paham, semua dosa yang kita pikul bukan kehendak Allah tetapi kehendak kita yang selalu melawan Tuhan.
Jikalau Allah sudah begitu baik kepada kita, IA menghargai hak kita untuk melakukan segala sesuatu, marilah kita memakai waktu, kesehatan, dan kekuatan yang diberikan Tuhan kepada kita untuk melakukan hal-hal yang baik juga, sebab apabila sudah tiba waktu penghukuman, Allah Yang Maha Adil akan menetapkan keputusan-Nya berdasarkan kesalahan manusia di dalam mempergunakan kebebasan mereka.

II. Bapa di sorga menanti anak-anaknya dengan setia
Tindakan si bungsu membuat sang bapa sangat sedih dan kecewa. Si bungsu menjual seluruh hartanya lalu pergi ke negeri yang jauh dan di sana ia menghabiskan semua harta milik bapanya dengan hidup berfoya-foya, hidup di dalam dosa dan percabulan akhirnya menjadi miskin.
Menjaga babi merupakan pekerjaan sangat menjijikkan bagi orang Yahudi. Si bungsu kemudian bernostalgia; tatkala di rumah bapanya, makanan berlimpah. Akhirnya ia tidak dapat lagi menahan kelaparannya, maka ia makan makanan babi itu juga.
Sementara itu, sang bapa setia menanti anaknya pulang. Lihat ayat 20a “Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya, ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya.” Saya yakin bahwa bapanya tentu tidak berdiri menunggu pada hari itu saja, ia saban hari berdiri di sana.
Bapa kita di Sorga juga demikian, Ia senantiasa menanti anak-anak-Nya yang tidak setia dengan setia, walaupun anak-anak-Nya itu telah jauh dari-Nya. Bapa yang di Sorga selalu dengan tangan terbuka menanti kita datang kembali kepada-Nya dengan setia.

III. Bapa di sorga memberikan pengampunan kepada anak-anak-nya
Ketika si bungsu menyesal, bertobat dan pulang ke rumah; maka bapanya mendapatkan dia, lalu memeluk dan mencium sebagai tanda pengampunan sebelum anaknya mengatakan sesuatu.
Semua ini menunjukkan bahwa sang bapa menyambut dengan hangat kedatangan anaknya dan memperlakukannya dengan sikap yang menghargai.
Lalu dikenakannya jubah yang melambangkan kebenaran, perangai yang suci. Tangannya diberi cincin yang melambangkan hak atau kuasa menjadi anak Allah. Kakinya dipakaikan sepatu yang baru melambangkan seseorang yang kembali kepada Tuhan dan Yesus Kristus telah memberilkan kepada kita darah-Nya yang mulia untuk pengampunan dosa.
Sering kali di surat kabar kita membaca berita yang berbunyinya: “Mulai hari ini, tanggal, bulan dan tahun, anak kami yang bernama, alamat, pekerjaan, tidak lagi kami akui sebagai anak. Oleh sebab itu segala tindak-tanduknya sudah berada di luar tanggung jawab kami. Tanda tangan, orang tua, nama jelas.”
Ini adalah gambaran tentang orang tua yang tidak bisa mengampuni anaknya, tetapi Bapa yang di Sorga tidak demikian. Bapa kita yang di Sorga senantiasa memberikan pengampunan kepada anak-anak-Nya walaupun dosa mereka merah seperti Kirmizi, apabila kita bertobat dan meminta pengampunan dari-Nya, Tuhan akan memutihkannya seperti salju (Yesaya 1 : 18). Luar biasa bukan!
Di dalam 1 Yohanes 1:9 di situ dikatakan “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
Kita belajar dari Allah sebagai Bapa yang penuh pengampunan. Biarlah kita disadarkan bahwa sesungguhnya kita mesti seperti bapa yang demikian. Bagi sang anak, bapa kita juga adalah manusia biasa, kita tidak berhak menyimpan dendam terus-menerus. Biarlah pengampunan terjadi pada Father’s Day kali ini.

Penulis melayani di Gereja Injili Indonesia Seattle, berdomisili di Lynnwood, Washington, dapat dihubungi via email di saumiman@gmail. com dan website http://www.saumiman saud.org.

Juny Gunawan – Sharing Our Loves to All

June 12, 2008

Juny Gunawan

Tanpa kesan menggurui, Juny Gunawan memfokuskan penjelasannya tentang Indo-nesia Centre for Autism Resource and Expertise (IndoCARE). Institusi yang dipimpinnya. Ia berkali-kali berkelit ketika pertanyaan diarahkan kepadanya. Chairperson Yayasan Inti Nusa DharmaBhakti Optima, yang mengelola IndoCARE ini berulang menegaskan bahwa visi yang diemban tidak ringan. Menjadi pusat percontohan bagi pengembangan sumber daya dan pelatihan khusus untuk anak yang mengalami gangguan spektrum autisme. “Ini tugas yang tidak mudah,” katanya.

Meski sikapnya sangat rendah hati, profesionalisme kerja begitu melekat pada dirinya. Disiplin, tepat waktu, dan sistem kerja yang teratur. Hal itu tercermin juga pada staf IndoCARE yang terbilang muda. Ditemani Lenny Widjaja, Mary, dan kemudian Lulu serta Sisca, ibu yang sarat semangat ini menerima Robby Repi dan Daniel Grolus dalam sebuah wawancara di kantornya di Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Berikut petikannya:

Motivasi apa yang mendorong Anda bergumul di dunia autis?
Saya sangat peduli terhadap pergumulan para orangtua dalam mengasuh dan mendidik anak-anak penyandang autisme. Anak-anak autis hidup dalam dunianya sendiri. Kalau dibiarkan mereka akan semakin jauh terasing. Akhirnya akan terjadi kesenjangan. Bukan saja antara anak dengan orangtua, tetapi juga anak dengan lingkungannya.

Apa yang rindu Anda berikan kepada mereka?
Perjuangan keluarga penyandang autis sangat berat. Jika kita mau gotong-royong membantu sesuai talenta kita, pasti akan indah. Sharing our loves to all. Mereka juga berhak mendapatkan damai sejahtera di keluarga dan lingkungannya.

Apa yang dimaksud autis dan mengapa berbahaya?
Autis merupakan kelainan perilaku. Penderita autis hanya tertarik pada aktivitas mentalnya sendiri, seperti melamun atau berkhayal. Gejala ini umumnya mulai terlihat ketika anak berumur tiga tahun. Jika tidak ditangani sedini mungkin maka semakin bertambahnya usia, akan semakin sulit bagi si anak untuk beradaptasi dengan lingkungan. Pertumbuhan otak si anak akan terganggu karena tidak mendapatkan stimulasi atau rangsangan untuk berkembang optimal. Si anak akan mengalami degradasi pada perkembangannya. Seseorang yang mengalami gangguan autisme perlu ditangani dengan memberikan stimulasi yang optimal seperti pemberian bermacam-macam terapi yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Bagaimana Anda berproses mengenal autis?
Saya dulu guru Sekolah Minggu. Jadi, sudah suka mengajar anak kecil. Ketika dipanggil oleh para pendiri, saya kaget karena harus mengurus anak-anak yang spesial. Namun, kami punya hati untuk menerima tantangan.

Mengapa kepedulian Anda harus melalui IndoCARE?
Sebelumnya saya sudah mendidik anak-anak. Tetapi tidak pernah terlintas bahwa saya mendapat tugas untuk mengelola sistim manajemen suatu yayasan untuk memberikan pelayanan di bidang pendidikan. Apalagi ini bidang yang lebih khusus, pendidikan anak penyandang autis. Jadi, saya mulai belajar autis sampai ke Singapura, Rainbow Centre Singapore, pusat penanganan autis di negara tersebut. Saya tahu berdirinya IndoCARE merupakan bagian dari rencana Tuhan.

Mengapa institusi di Singapura itu yang Anda pilih?
Karena dekat dengan Indonesia. Kulturnya masih Asia. Jadi, tidak terlalu jauh berbeda. Kita tidak terlalu bersusah payah menyelaraskannya dengan kultur Indonesia

Tapi, tetap ada perbedaan dalam aplikasinya?
Benar. Kalau di sini problemnya tidak sedikit. Kami bergerak tanpa data, karena, misalkan, data penyandang autis di Indonesia yang sahih tidak ada. Padahal yang kami lakukan untuk membantu negara dan masyarakat. Tapi, kami memahami situasi ini dan tidak mengeluh. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa memberikan setitik cahaya di lorong yang gelap dalam penanganan autis.

Bagaimana proses berdirinya IndoCARE?
Berdirinya IndoCARE merupakan ide dan inisiatif dari Bapak Anthony Salim, kemudian didukung oleh mitra-mitra beliau lainnya: Bapak Sugianto Kusuma, Bapak Trihatma K. Haliman, dan Bapak Susanto Kusumo. Mereka ini yang sekarang sebagai pembina yayasan. Secara pribadi, mereka peduli dan tulus ingin mendukung, membantu, dan meringankan permasalahan autisme. Mereka terbeban karena menemukan pengalaman nyata di antara keluarga dan karyawan mereka. Jadi, sungguh beruntung kami mempunyai donatur pribadi yang peduli kepada anak-anak spesial ini.

Apa andil mereka bagi tercapainya tujuan IndoCARE?
Kontribusi mereka teraplikasi di visi dan misi IndoCARE. Kami “terpanggil” untuk membantu mengelola mencapai tujuan visi dan misi tersebut melalui solid teamwork to serve. Para fasilitator dana dan fasilitas adalah keempat inisiator yang juga pembina yayasan. Manajemen melakukan pengelolaan untuk mencapai tujuan visi dan misi. Sedangkan pelaksana di lapangan adalah para guru dan terapis.

Mengapa Anda yang dipilih untuk menangani institusi ini?
Saya tidak tahu. Tapi saya yakin ini bukan merupakan kebetulan. Tuhan sudah merencanakan dan menaruh saya di tengah institusi ini. Sungguh saya merasa sangat terhormat memperoleh kesempatan ini.

Bagaimana Anda menyelaraskan kepercayaan ini dengan iman Anda?
Sebagai saksi iman kristiani, saya dapat sharing-kan betapa saya bahagia dan bersyukur mendapat kesempatan indah untuk menolong sesama, anak-anak, dan keluarga mereka. Walau sejujurnya IndoCARE bukan pilihan saya, karena saya tidak memahami dan mempunyai kemampuan pendidikan khusus tersebut, tetapi saya mau belajar taat untuk mendengar panggilan-Nya.

Kendala apa yang Anda temui dalam merintis institusi ini?
Sangat banyak. Sebagai institusi yang masih muda, prasangka dan kecurigaan sering dilayangkan kepada kami. Padahal institusi ini murni yayasan. Tidak mencari keuntungan. Pada awal-awal juga kami kesulitan memperoleh tenaga ahli. Tenaga ahli yang ada sudah memiliki atau mengelola institusi sendiri. Tetapi, sekarang kesulitan itu sudah kami lewati. Kami sedang maju secara perlahan dan mendapatkan dukungan dari orang-orang sekeliling kita, termasuk dari Bahana yang menampilkan “pelayanan kita” untuk mau berbagi kasih kepada anak-anak penyandang autisme.

Bagaimana Anda merefleksikan perjuangan tersebut dalam tataran iman?
Tidak ada kata yang tepat. Sungguh Tuhan luar biasa memilih kami, bukan hanya saya, untuk masuk dalam rencana-Nya yang indah melalui IndoCARE. Saya yakini hal ini karena selama perjalanan mengelola, kami merasakan betapa Ia ada beserta IndoCARE.

Apa misi institusi yang Anda pimpin?
Mengadakan penyuluhan melalui seminar, workshop tentang autisme kepada masyarakat pada umumnya. Mengadakan pelatihan kepada para profesional, orangtua, dan pengasuh yang menangani anak-anak penyandang autisme. Memberikan intervensi/penanganan dini kepada anak-anak penyandang autisme yang berusia 2,5 tahun sampai 8 tahun. Yang kami lakukan saat ini adalah edukasi untuk anak-anak penyandang autisme secara langsung maupun edukasi bagi orang-orang dewasa yang terlibat dengan anak-anak penyandang autisme.

Nilai-nilai Kristen apa yang Anda terapkan?
Kasih. Kasih yang luar biasa. Kasih yang tanpa batas. Bukan hanya untuk orang yang seiman saja. Jadi, kalau ada yang perlu ditolong, Tuhan akan tolong. Kalau menolong orang tidak kenal kaya dan miskin, tapi memang orang itu patut ditolong. Kalau orang menolong karena kesamaan saja, itu bukan Kristen. Oleh sebab itu kami yang ada di sini bangga sebagai orang Kristen.

Kalau diberikan kesempatan untuk lahir kembali, Anda tetap memilih menjadi perempuan?
Ya, saya sungguh bangga menjadi perem-puan. Dalam hidup itu kita harus berbuat sesuatu yang dampaknya besar. Kalau dikumpulkan, perempuan itu pergerakannya bagus dan sangat kompak.

Bagaimana Anda membagi waktu antara kesibukan dengan keluarga?
Dalam hidup saya punya rencana. Pada saat saya muda, saya aktif di Gereja Bala Keselamatan. Pada saat pelayanan saya tidak hanya aktif sebagai jemaat, tapi saya mau ambil bagian kegiatan. Jadi, apa yang bisa saya berikan, saya akan berikan secara maksimum. Pada saat menikah, saya mundur dari semua kegiatan karena saya punya tanggung jawab terhadap suami dan anak-anak. Sekarang anak-anak sudah dewasa, waktu saya cukup banyak. Saya gunakan waktu tersebut untuk melayani. Jadi, rasa haus untuk melayani itu besar. Kami yakini DIA yang akan melengkapi kekurangan kami dan kebutuhan pelayanan ini. Yang terpenting dalam hidup ada perencanaan yang baik.

(Juny Gunawan adalah ibu dari tiga putera. Lahir di Jakarta 30 Juni 1954. Pecinta anak-anak ini pernah menjadi guru Sekolah Minggu di Gereja Bala Keselamatan, Mangga Besar, Jakarta. Ia kemudian terpanggil mendirikan kursus bahasa Inggris TEAM Education di Kelapa Gading, Jakarta (1995). Berlanjut kemudian dengan memperoleh tugas dari pendiri Yayasan Inti Nusa Dharma Bhakti Optima (Yayasan INDO) untuk bersama Ibu Lenny Widjaja mengelola visi dan misi yayasan tersebut di Pantai Indah Kapuk dalam institusi IndoCARE.)

Kau Luar-Biasa

June 4, 2008

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (1 Korintus 1:27-29)

Sewaktu pertama kali mengun-jungi kota Tegal, saya pikir bakal menemukan pusat warteg alias warung Tegal. Tapi, ternyata yang namanya warteg itu, justru bertebaran di Jakarta, bukan di Tegal. Kalau begitu seharusnya namanya adalah warjak (warung Jakarta) bukan warteg ya?

Di Tegal—selain kepitingnya yang luar biasa enak—ada kejadian yang sangat menggugah saya. Di tengah-tengah persiapan musik untuk pelayanan, ada anak muda yang berjalan masuk ke ruangan. Penampilannya biasa-biasa saja. Tapi yang menarik perhatian saya, ia berjalan ditemani, atau lebih tepatnya dituntun teman-temannya. Ternyata dia buta. Saya menyangka, anak muda ini ingin bermain-main di tempat ini mendengarkan teman-temannya bermain musik.

Saya keliru, anak muda ini dituntun terus menuju keyboard. Sampai di tempat duduknya, ia langsung meraba-raba dan memencet-mencet tombol pengatur keyboard dengan santainya seraya berseru dengan lantang, “Ayo, siapa yang mau latihan?” Ternyata dialah lead-keyboardis atau pemimpin musiknya.

Saya langsung melongo. Nanti malam saya akan mengajak jemaat menyembah TUHAN. Biasanya, saya menggunakan bahasa tangan untuk berkomunikasi dengan kibordis pengiring saya demi menjaga suasana penyembahan tetap mengalir lancar. Lah, bagaimana cara saya memberikan petunjuk kepada anak muda ini?

Menyadari kebingungan saya, panitia yang menemani saya meyakinkan, bahwa saya tinggal melakukan hal seperti-biasanya saat membawakan penyembahan. Ia benar, pada waktu penyembahan saya tidak perlu mengkhawatirkan anak muda itu. Ia melakukannya dengan baik. Saya tidak tahu bagaimana cara ia menangkap bahasa tangan saya, tetapi yang jelas, semua diatur baik, dan semua orang yang memadati ruangan di salah satu hotel terbesar di Tegal menikmati penyembahan yang indah dan diberkati luar-biasa.

S’bab Kau luar biasa, luar biasa / dalam segala keb’radaan-Mu / Yesus luar biasa, luar biasa / Dengan-Mu kulakukan perkara yang luar biasa – Lagu KAU LUAR BIASA dari album The Next Level

Sewaktu makan malam, Diana Nasution dan Sandro Tobing yang ikut melayani masih bernyanyi beberapa lagu, diiringi anak muda itu. Saya menyaksikan kegembiraan itu sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan kagum. TUHAN yang luar biasa berkuasa memampukan setiap orang biasa—termasuk anak muda dalam segala keterbatasannya itu—untuk melakukan perkara luar biasa. Saya percaya, kita juga bisa dipakai TUHAN dalam segala keterbatasan maupun kelebihan kita, asal kita bersedia. Salam inspirasi

Your worship partner,
Jonathan Prawira

Sumber : Bahana-magazine.com

BERPIKIR SEPERTI MILYUNER

June 3, 2008

BERPIKIR SEPERTI MILYUNER

Ketika satu mobil dari Ritch Palace ke Embong Sawo, Pak Hanny pernah berkata kepadaku, “Untuk menjadi orang kaya, kita harus kaya lebih dulu.” Apa maksudnya? Orang kaya—karena memiliki banyak uang—bisa berinvestasi banyak sehingga menghasilkan keuntungan yang banyak juga. Sebaliknya, orang miskin—karena uang yang sangat mepet—tidak bisa berinvestasi sama sekali. Dengan demikian, jurang antara si kaya dan si miskin semakin dalam sehingga susah dijembatani.

Saat berkhotbah di Maranatha Book Store dan Maranatha Krista Media, saya menemukan buku baru berjudul Think Like A Billionaire Become A Billionare karya Scott Anderson. Scott, seorang anak Tuhan, memakai Amsal 23:7 sebagai thesisnya: “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia” (Amsal 23:7). Di dalam bahasa Inggris kata membuat perhitungan diterjemahkan “think” alias berpikir. Jika kita berpikir bahwa kita bisa kaya, maka kita bisa kaya. Kira-kira begitulah.

Scott Anderson menghabiskan ratusan jam untuk membaca buku-buku dan mendengar CD tentang investasi dan menemukan bahwa orang kaya berpikir berbeda dengan orang kebanyakan. Apa sih bedanya? Ada tujuh area yang disikapi secara berbeda antara orang kaya dan yang tidak. Inilah ringkasannya.

1. Kita amat kreatif di dalam menghabiskan uang, sedangkan orang kaya kreatif di dalam menginvestasikan uangnya. Saya pernah mendengar ada seorang yang mendapatkan warisan berkilo-kilo emas, tetapi habis di dalam waktu singkat.

2. Kita amat sedikit di dalam berinvestasi, sedangkan orang kaya menyadari bahwa untuk menjadi lebih kaya lagi mereka harus berinvestasi. Seringkali kita tidak berinvestasi bukan karena kekurangan uang tetapi karena tidak bisa membuat prioritas yang baik.

3. Kita berpikir bahwa dengan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sekarang, kita akan menjadi orang kaya, sedangkan orang kaya menyadari bahwa investasilah—bukan pekerjaan—yang membuat mereka semakin kaya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa semakin tinggi jabatan kita di dalam pekerjaan, semakin banyak juga uang yang kita habiskan.

4. Kita cenderung menghindari risiko karena takut gagal, sedangkan orang kaya justru sadar sepenuhnya bahwa jika mereka tidak mengambil risiko berarti mereka sudah gagal.

5. Kita cenderung menghindari masalah, sedangkan orang kaya justru memandang masalah sebagai kesempatan yang bisa memberikan peluang yang besar untuk menjadi lebih kaya. Hanya orang yang berani menghadapi masalah yang justru mendapat kesempatan.

6. Kita mempersiapkan hari ini hanya untuk hari ini, sedangkan orang kaya mempersiapkan hari ini untuk hari esok. Warren Buffet bahkan sudah mulai mempersiapkan masa depannya dengan berinvestasi sejak umur 12 tahun.

7. Kita cenderung kreatif di dalam menghabiskan waktu kita, sedangkan orang kaya selalu memandang waktu sebagai aset mereka yang paling berharga. Ketika masih tinggal di Jogja, saya ingin mewawancarai Mochtar Ryadi. Coba tebak jam berapa saya diterima? Jam 1 dini hari. Setelah selesai, saya melihat banyak orang berdasi menunggu pemilik kelompok Lippo group ini untuk mengadakan rapat.

Scott Anderson mengajak kita untuk berpikir seperti seorang milyuner. Firman Tuhan mengajak kita untuk berpikir, bersikap dan bertindak sebagai seorang anak raja. “ Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (1 Petrus 2:9). Oke? (Xavier)

Sumber : gbihfc.org

Yuanita Christiani – Tuhan Tidak Tinggal Diam

May 28, 2008

Yuanita Christina
Kejadian pahit pernah menghampiri Yuanita Christiani (22). Beberapa hari sebelum syuting, kontrak yang sudah disepakati tiba-tiba diputus sepihak. Tapi, Nita tak menyerah.

Nita, panggilan akrab anak kedua dari tiga bersaudara ini duduk di sofa krem berukuran besar. Siang itu, ia terlihat begitu segar. Kulit putihnya tampak kontras dengan sack dress ungu yang membalut tubuh semampainya. Rambut pendek berponi yang menutupi seluruh dahinya, membuat si pemilik wajah oriental itu terkesan aktif dan dinamis.

SELEB CURHAT DAN ESPRESSO

Satu public figure. Satu orang awam. Dari barisan bangku penonton, tepat di baris pertama duduk pelatih. Menatap tajam kedua anak binaannya yang tengah pentas di panggung. Juri tak kalah seriusnya memperhatikan gerakan demi gerakan. Program apakah yang dimaksud? Seleb Dance. Bersama Panji, rekannya yang kocak, keduanya memandu acara Seleb Curhat-membahas keseharian peserta Seleb Dance di ANTV. Sesekali ia tertawa lepas, mengulas gaya lucu nan unik para public figure di sela-sela latihan maupun saat tampil. Tak jarang rasa mellownya pun tertangkap kamera tatkala keduanya membahas peristiwa yang mengharu biru di antara penari, seleb dan pelatih. Gaya kenesnya dalam membawakan Seleb Curhat terlihat pas dengan sosok model iklan shampo ini. Yuanita Christina

Lain Seleb Curhat lain pula gayanya sebagai pemandu acara infotainment, Espresso. Memandu acara tersebut, pembawa acara Quiz Liga Italy ini tampil ceriwis dalam memaparkan tiap berita rekan artis sesamanya, tapi tetap tampil cantik. Banyak bekerja dengan stasiun tivi tersebut, Nita menganggapnya sebagai keluarga. “Karena sudah dekat, mereka sudah aku anggap sebagai keluarga. Yang nggak mungkin aku lupa saat crew mem-buat pesta kejutan di hari ulang tahunku,” ulas perempuan yang sempat merasa nggak pede jadi bintang iklan.Sebagai pemandu acara tari ia dituntut bisa menari, bukan hanya sekadar tahu. “Aku kan orangnya kaku. Gak bisa nari. Biar lebih luwes membawakan acara ini, aku diberi waktu untuk kursus. Mulai dari salsa, dangdut, chaca, dan R&B, sekarang aku su-dah lumayan menguasai. Sekarang jadi kepingin mahir lagi,” ucapnya sambil tersenyum. Niat alih profesi ya?!

Kedua acara tersebut cukup ampuh mengorbitkan namanya di bidang presenter. Mengapa? Pasalnya ini adalah tahun kelima ia wara-wiri di dunia hiburan. Sebelumnya D’Trex dan Berbagi Suami sempat memasang wajahnya. Menelisik jauh ke belakang, berbagai iklan mulai dari shampo, sabun sampai mie instant telah ia bin-tangi. “Aku percaya Tuhan punya waktu untuk masing-masing anak-Nya. Dan sekarang bagianku.”

Tak takabur dengan berkat Tuhan saat ini, ia juga menyadari persaingan itu tak terhindarkan. Bukan saja ketika namanya melangit. Dari pengalamannya, kapan pun ia dapat tersingkir. “Tiap hari banyak muncul yang lebih cantik. Pernah satu kali ketika sudah deal untuk suatu acara, tiba-tiba aku tersingkir karena ada model baru,” ujarnya tanpa bisa lupa kekesalannya saat itu. Hal inilah yang mempersiapkan dirinya untuk lebih berlapang dada. “Kecewa? Pasti! Tapi setelah berpikir tenang, aku melihatnya itu bukan rezeki aku. Akhirnya aku tetap bisa bersyukur,” jelas juara satu Yamaha Electone Festival Tingkat DKI Jakarta semasa sekolah.

BERPENGHASILAN, LEGALITAS HIDUP BEBAS

Memulai karier sebagai bintang iklan ketika masih berseragam putih abu-abu secara otomatis ia punya penghasilan sendiri. Tapi justru karena punya uang sendirilah yang mengantarkannya pada satu kesedihan tertinggi. Dirinya terpuruk dan kosong. Mahasiswa London School ini menyebutnya sebagai masa transisi perpindahan usia. “Satu masa di mana aku harus berperang melawan egoku. Apa-lagi sifat dasarku keras. Apa yang mau aku lakukan pasti aku lakukan. Aku pikir punya duit sendiri jadi lengkaplah kesombonganku.”

Merasa mampu hidup mandiri dan bertindak semaunya, jadi pilihannya. Kemandirian yang tidak tepat membuat Nita jauh dari keluarga. Apa yang dilarang itulah yang dilakukan. Bahkan jauh dari Tuhan. “Saat itu aku menjadi orang yang nggak mau dinasehatin. Tidak perlu ke gereja. Hubungan dengan Tuhan aku sepelekan. Parahnya nggak butuh Tuhan. Nggak ada yang lebih penting selain senang-senang!” kenangnya. Selama masih hidup masalah akan selalu ada. Saat merasa masalah yang ia alami tak sanggup lagi dibendungnya, maka timbullah pemberontakan. “Masalah demi masalah datang, diperparah aku tipe penyimpan. Apa-apa aku simpan sendiri. Dan itulah puncaknya,” paparnya tanpa mau berbagi lebih rinci tentang persoalannya.

DIMERDEKAKAN FIRMAN

Usai sibuk dengan kepentingan diri sendiri. Ia kelelahan juga. Kini tinggalah ia yang tak tahu harus apa. Dalam kegamangan seorang teman mengatakan, kalau kamu mau berserah pada Tuhan, berserah total jangan setengah-setengah. Dasar Nita, ia tak langsung bisa percaya. Ia memilih menyendiri untuk mencari tahu apa sesungguhnya yang ia butuhkan.

Kesepian. Kosong. Hampir saja mengantarkannya bunuh diri. Belum sempat hal itu terjadi, ia meraih Alkitab. Buku tentang Allah, pribadi yang selama ini tak terlalu ia gubris. “Aku sangat bingung dan kacau banget. Aku buka Alkitab dan langsung terlihat dari 1 Korintus 10, yang mengatakan pencobaan-pencobaan yang aku alami pencobaan biasa dan sebenarnya aku sanggup melewatinya,” jelasnya tanpa lupa mengakui ia lupa ayat berapa. Nita tak memilih kitab apa yang akan dibacanya. 1 Korintus 10 : 13 terbuka dihadapannya. Selesai membaca ia sungguh dikuatkan. “Itulah titik balik dalam hidupku. Tahu dan sadar sepenuhnya Tuhan tidak tinggal diam. Dia merangkul aku,” ceritanya dengan mata berair. Air dikelopak matanya tak terbendungkan.

Meski kerap ia menumpahkan egonya pada keluarga, pertalian darah tetap tak terpisahkan. Kasih yang kuat itu tetap ada. “Padahal aku anak yang kurang ajar pada keluarga. Tapi mereka tetap sayang dan peduli.”Kesadarannya tak hanya manis dalam ucapan. Ia membuktikannya. “Perubahan dan kembalinya aku juga karena keluarga. Karenanya dengan kejadian itu aku jadi lebih kuat dan makin sayang keluarga,” kisah perempuan yang selalu beribadah tiap minggu bersama keluarga di GBI IKM Honda.

Kecuali di atas, yang sangat dirasakan talent iklan salah satu bank ini adalah selalu ingat ia Anak Tuhan. “Nggak bisa lupa kalau aku anak Tuhan. Ini membuat aku selalu bersyukur dalam segala hal. Termasuk ketika aku sedang nggak ada pekerjaan aku tetap bisa bersyukur,” cerita perempuan yang saban malam bersaat teduh ini. Kalau sekarang nggak pernah sepi job lagi kan?!

HIDUP ADALAH PELAYANAN

Kendati hidupnya pernah kacau, Nita yang ramah ini sempat aktif pelayanan, sebagai pemain keyboard. “Selama SMP aku main musik di gereja. Untuk sekarang ini belum bisa bagi waktu. Jadi vakum dulu.” Vakum pelayanan di gereja bukan lantas berhenti berbakti pada Tuhan. Hidupnya sekarang ini juga merupakan sebuah pelayanan yang Tuhan percayakan. “Hidup aku termasuk kegiatan sehari-hari yang aku jalani ini adalah bagian dari pelayanan.”

Misalnya, ia mencontohkan, ketika diundang sebagai bintang tamu ia akan menyaksikan perjalanan dan kisah hidupnya. “Dengan begitu aku bisa memberkati orang,” imbuhnya singkat.Masih tentang berbakti, presenter cantik ini tak alpa untuk memberikan persepuluhan. Bukan untuk sombong-sombongan tapi ia ingin bersaksi bahwa tak selamanya artis lupa Tuhan. “Aku selalu terapkan persepuluhan. Atau pun ucapan syukur lewat adikku yang setiap bulan rutin mengunjungi panti asuhan bersama komselnya,” cerita Nita.

Bila sedang menjalani profesinya maka inilah yang dilakukannya, berdoa. Menurutnya hal itu sederhana saja, tapi ia melakukannya dengan sepenuh hati. Bukan hanya berdoa seorang diri, dipastikan ia selalu mengajak crew satu produksi untuk berdoa sebelum syuting. Penikmat jus buatan sang mama tiap pagi ini mengaku hidup adalah pelayanan. Jadi tak selalu harus dari mimbar untuk mengartikan pelayanan. Selama kita hidup itu pula yang kelak akan kita persembahkan pada Tuhan. Demi hal ini Nita tak main-main. Pemikiran serupa juga pernah terucap dari sang bunda. “Mama pernah bilang, mata mama cuma dua. Mama nggak tahu kamu ngapain aja. Tapi mata Tuhan ada di mana-mana. Ia tahu apa pun yang kamu lakukan,” tiru Nita. “Jadi prinsipnya takut Tuhan saja!” kata Nita.

Sumber : Bahana-Magazine.com

20 Berkat Tuhan

May 27, 2008

1. Mengapa saya berkata “Saya tidak bisa” jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)?

2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)?

3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)?

4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom12:3)?

5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)?

6. Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)?

7. Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)?

8. Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)?

9. Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)?

10. Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)?

11. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1) ?

12. Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1) ?

13. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)?

14. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14) ?

15. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11) ?

16. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) ?

17. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom8:31) ?

18. Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33;2:12)

19. Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom8:37)?

20. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33)? ” Diamlah dan ketahuilah,bahwa Akulah Allah ! ” (Mazmur 46:11a)

Sumber : Mailist Terangdunia