Archive for the ‘Resensi Film’ Category

X-Men Origins: Wolverine

April 28, 2009

Jenis: Action, Fantasi, Fiksi Sains
Sutradara: Gavin Hood
Pemain: Hugh Jackman, Live Schreiber, Danny Huston
Studio: 20th Century Fox
Durasi : 1 hr. 47 min.
Production Co.: Seed Productions, Dune Entertainment, Donners Company, Marvel Studios
Filming Locations: Australia, New Zealand, New Orleans, Louisiana USA

 X-MEN : WOLVERINE

BINTANG sesungguhnya di antara mutan X-Men tidak lain adalah Wolverine yang macho, gagah, dan sangat jantan. Buktinya, di setiap sekuel trilogi X-Men, Wolverine selalu mendapat porsi khusus yang durasinya lebih lama dibanding tokoh lain. Dan, kini, doa anda untuk melihat Wolverine tampil seutuhnya bakal terkabul.

Pelakonnya, Hugh Jackman, sendiri sangat serius mengambil peran ini. Menurut majalah Empire, Jackman rela mengambil porsi fitness level ekstrem agar badannya tampak persis seperti Wolverine (berotot sayap dan lebar). Tiap hari, Jackman bangun pukul 4 pagi untuk menyantap sedikit sarapan berprotein tinggi untuk kemudian pergi ke gym selama seharian. Ia mengaku kepada media Total Film bahwa ia tidak ingin ada secuilpun teknik digital pada tubuh Logan (persis seperti Stephen Chow yang mati-matian membentuk tubuh seperti Bruce Lee demi film Kung Fu Hustle).

Sementara itu, sedikit meniru kiat mendiang Heath Ledger dalam menjiwai peran Joker, Jackman juga berusaha menyelami kepribadian Logan yang lebih suram dengan berteriak sembari fitness. Katanya kepada USA Today, selama ini Wolverine terlalu mellow dan kurang kelam. Selain itu, Jackman sendiri turut memproduseri X-Men Origins: Wolverine (Wolverine) lewat perusahaannya, Seed Productions. Dengan demikian, bisa dipastikan Wolverine, sebagaimana halnya Spiderman atau Iron-Man, akan sangat identik dengan pelakonnya seolah mereka punya alter-ego (kepribadian ganda) seperti halnya di dunia komik.

Asyiknya lagi, bagi anda yang juga keseng¬sem dengan tokoh X-Men yang lain, sutradara Gavin Hood (Tsotsi, Rendition) juga menyediakan ruang bagi teman, rival, maupun kekasih Logan (lihat Supporting Mutants). Soalnya, plot Wolverine, seperti bisa ditebak dari judulnya, berkisah tentang awal tragedi yang dialami oleh James Howlett atau yang kita kenal dengan Logan hingga bisa menjadi manusia super berkuku Adamantium, Wolverine. Lagipula, apalah arti Wolverine jika tidak diadu dengan mutan lainnya.

WATCHMEN

April 23, 2009

 WATCHMEN

Pemain: Patrick Wilson, Jackie Earle Haley, Billy Crudup, Jeffrey Dean Morgan, Malin Akerman, Matthew Goode

 

Pemerintah AS yang semula membiarkan para superhero beraksi bebas, memutuskan untuk membubarkan kelompok superhero yang menamakan diri mereka Watchmen ini. Semua bekas anggota Watchmen kemudian di bebaskan dari tugas kecuali Edward Blake alias The Comedian (Jeffrey Dean Morgan) dan Dr. Jon Osterman atau yang lebih dikenal sebagai Doctor Manhattan (Billy Crudup).

WATCHMEN

Para superhero yang lain memutuskan untuk mengakhiri kisah kepahlawanan mereka dan mencoba beradaptasi menjadi masyarakat biasa. Di sisi lain, Walter Kovacs atau yang lebih dikenal sebagai Rorschach (Jackie Earle Haley) memutuskan untuk tetap memerangi kejahatan secara sembunyi-sembunyi.

Tak beberapa lama kemudian terjadi kasus misterius saat salah satu mantan anggota Watchmen yang bernama The Comedian ditemukan tewas dibunuh. Rorschach yakin kawannya ini dibunuh sebagai bagian dari rencana melenyapkan seluruh mantan anggota Watchmen yang tersisa. Tak satu pun percaya sampai Adrian Veidt yang punya identitas lain Ozymandias menghadapi usaha pembunuhan yang sama meski ia pada akhirnya lolos. Kini sisa anggota harus mulai bersatu atau mereka akan dibantai habis seperti dugaan Rorschach.

WATCHMEN

Film yang mengambil setting tahun 80-an ini adalah adaptasi dari komik karya Alan Moore dan Dave Gibbons yang hanya terdiri dari 12 seri. Walaupun Watchmen ini masih mengambil tema superhero namun hanya 1 orang dari kelompok ini yang memiliki kekuatan superhero. Lainnya hanyalah manusia biasa yang memerangi kejahatan dengan mengenakan kostum dan topeng.

Di Indonesia sendiri nama Watchmen pasti terdengar aneh karena komik-komik ini tak beredar di sini. Jadi bisa diasumsikan bahwa hampir semua penonton di Indonesia tak mengenal nama-nama anggota Watchmen. Ini membuat film yang diadaptasi dari komik ini jadi punya tantangan tersendiri karena dalam waktu 160 menit, film ini harus mampu membangun sebuah pemahaman tentang latar belakang semua tokoh, sekaligus memahami alur ceritanya.

WATCHMEN

Buat yang sudah membaca dua belas komiknya jelas tak akan terlalu sulit mengikuti alur film ini. Sayangnya hal yang sama tak bisa dikatakan buat mereka yang benar-benar asing dengan kisah ini. Terlalu banyaknya karakter juga tak membuat pemahaman ini jadi lebih mudah. Karakter yang coba diungkapkan lewat kilasan flashback sedikit membantu meski tak benar-benar mampu membangun ikatan antara sang tokoh dan penonton.

Zack Snyder yang menyutradarai film ini memutuskan untuk membuat film ini sedekat mungkin dengan sumber aslinya walaupun di akhir film ada sedikit penyimpangan dari versi komiknya. Suasana dibuat suram ala film BATMAN BEGINS dan THE DARK KNIGHT. Zack juga berusaha memunculkan konflik batin para superhero ini, sama seperti yang dilakukan Christopher Nolan pada Batman. Sayangnya mustahil menyorot mereka semua hanya dalam durasi 160 menit saja.

SUMBER : KAPANLAGI.COM

‘MADE OF HONOR’, Saat Persahabatan Menjadi Cinta

June 6, 2008

Pemain: Michelle Monaghan, Patrick Dempsey, Kevin McKidd, Kelly Carlson, Busy Philipps

Cinta bisa tumbuh karena terbiasa bersama. Setidaknya itulah yang terjadi dengan Tom (Patrick Dempsey). Tom adalah seorang playboy yang sering gonta-ganti pacar. Wajah tampan dan postur atletis Tom selalu berhasil menggoda hati wanita-wanita yang ditemui Tom. Sebaliknya Hannah (Michelle Monaghan), sahabat karib Tom, adalah tipe wanita yang romantis dan mengharapkan datangnya pria yang selalu jadi impiannya. Hannah ingin segera menikah namun belum juga menemukan pria yang cocok dengan yang ia harapkan.

Suatu ketika, Hannah harus pergi ke Skotlandia selama 6 minggu, karena mendapat tugas dari tempat ia bekerja. Sejak kepergian Hannah, Tom merasa kesepian. Selama ini ia tidak pernah punya sahabat sebaik Hannah yang selalu siap menjadi teman buat Tom. Tom akhirnya sadar bahwa apa yang selama ini ia anggap hanya persahabatan ternyata adalah cinta. Yakin dengan apa yang ia rasakan, Tom pun berencana untuk menyampaikan ini pada Hannah sepulangnya dari Skotlandia nanti.

Sementara Hannah yang ada di Skotlandia bertemu dengan Colin McMurray (Kevin McKidd), seorang jutawan asal Skotlandia sana. Dalam beberapa kali bertemu, hubungan mereka pun semakin akrab. Colin akhirnya mengungkapkan perasaan cintanya pada Hannah dan meminta Hannah agar menjadi istrinya. Ternyata Hannah pun merasakan hal yang sama dan bersedia menikah dengan Colin. Hannah bahkan berencana untuk menetap di Skotlandia setelah pernikahannya nanti.

Bukan main kecewanya Tom saat mendengar kabar ini. Hannah bahkan meminta Tom untuk menjadi pendampingnya saat pernikahan nanti. Dengan berat Tom mengabulkan permintaan sahabatnya ini walaupun Tom ternyata punya niat lain. Tom berharap dapat menghentikan pernikahan Hannah dengan hadir saat pernikahan nanti.

Ada kesan ‘dipaksakan’ saat menonton film ini. Akhir cerita sudah dapat ditebak dari awal kisah dan membuat durasi film sepanjang 90 menit lebih seolah hanya menunggu waktu saja. Karakter Tom yang diperankan oleh Patrick Dempsey pun seolah tak nyata. Bagaimana mungkin orang dengan tingkat egois setinggi Tom bisa berubah dalam waktu kurang dari 6 minggu sementara Hannah yang menghabiskan waktu 10 tahun mengharap cinta Tom bisa berubah dalam waktu kurang dari 6 minggu juga.

Walaupun begitu, kesan ‘hubungan’ yang terjalin antara Tom dan Hannah cukup meyakinkan dan enak ditonton. Untuk sekedar hiburan, film drama komedi ini memang lebih dari sekedar menghibur. Ada sebuah pesan tentang hubungan antar manusia yang coba disampaikan sang sutradara dan penulis naskah.

Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull

May 22, 2008

Petualangan Dr Henry Walton Jones Jr atau dikenal sebagai Indiana Jones (Harrison Ford) belum berakhir. Misinya kali ini mengantarkan Tengkorak Kristal ke tempatnya sebelum dikuasai tentara Rusia.
Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull

Indy (sapaan Indiana) berniat pindah ke London setelah Marshall College, universitas tempatnya mengajar merumahkan dirinya hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun, saat dia memulai perjalanan menggunakan kereta, datang seorang pemuda bernama Mutt Williams (Shia LaBeouf). Kedatangan Mutt mencari Indy karena dia diminta ibunya yang sedang menjadi tawanan tentara Rusia.

Saat bertemu Indy, Mutt langsung memberikan surat dan selembar petunjuk peta harta karun buatan teman Indy, Professor Oxley (John Hurt), yang hilang secara misterius.

Indy yang kenal betul cara Ox berteka-teki, mulai menerjemahkan petunjuk dan berusaha mencari Tengkorak Kristal. Indy dan Mutt melakukan petualangan memecahkan teka-teki buatan Ox. Mereka berdua terbang menuju Peru. Beruntung, keduanya berhasil menemukan Tengkorak Kristal.

Namun, perjalanan mereka tidak semulus dugaan. Langkah Indy dan Mutt tercium mata-mata Rusia yang ternyata teman Indy, Mac (Ray Winstone). Mereka lalu dibawa ke markas tentara Rusia.

Tak disangka, di sana Indy bertemu Ox yang menjadi tawanan Rusia serta ibunda Mutt yang ternyata tunangan Indy di masa lampau, Marion Ravenwood (Karen Allen).

Saat itu, kondisi Ox sangat memprihatinkan. Jiwa Ox terganggu layaknya penderita sakit jiwa. Ini disebabkan Ox terlalu lama memandang mata Tengkorak Kristal yang memancarkan sinar.

Pertarungan demi pertarungan dilakukan Indy dan temannya untuk merebut kembali Tengkorak Kristal. Mereka ingin mengembalikan tengkorak ke tempatnya.

Film Indiana Jones merupakan film petualangan yang cukup fenomenal. Mulai dari Indiana Jones and Raiders of the Lost Ark (1981), Indiana Jones and Temple of Doom (1984), dan Indiana Jones and the Last Crusade (1989), semuanya mendulang sukses dan animo tinggi dari penikmat film.

Kini, setelah hampir 19 tahun, Indiana Jones muncul kembali dengan Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull. Yang membedakan dengan seri Indiana Jones sebelumnya adalah dahulu perburuan Indy berhubungan dengan Nazi. Sekarang, petualangan berhubungan dengan makhluk dari dimensi lain (bisa disebut ET atau Alien).

Seri keempat Indiana Jones tidak kalah menarik dengan seri sebelumnya. Namun, mungkin karena zaman yang mempengaruhi tren film serta begitu banyak film petualangan dan perburuan harta karun serupa, membuat tema cerita film ini terkesan pasaran.

Tak hanya itu, akhir cerita film bisa dengan mudah ditebak layaknya film perburuan harta karun lain.

Berbicara mengenai kualitas akting para pemain, tidak perlu diragukan lagi. Ford yang sudah melekat dengan imej Indy, dengan mudah memainkan peran. Ditambah kehadiran LaBeouf yang membuat penonton membandingkan kualitas akting si senior dengan junior. Serta akting Cate yang beraksen Rusia, terlihat sempurna membawakan karakter tersebut.

Film ini bisa disaksikan di bioskop mulai 22 Mei 2008.

Judul : Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull
Sutradara : Steven Spielberg
Genre : Action, Adventure
Pemain : Harrison Ford, Cate Blanchett, Shia LaBeouf, John Hurt, Karen Allen
Produksi : Paramount Pictures

The Chronicles of Narnia: Prince Caspian, Selamatkan Narnia! (Film)

May 16, 2008

Prince Caspian
Negeri Narnia yang damai, penuh fantasi, dan menyenangkan terancam hancur jika tidak cepat diselamatkan.

Bahkan, Pangeran Caspian (Ben Barnes) yang berhak atas tahta Narnia pun tak mampu menyelamatkan Narnia dari penindasan Raja Miraz (Sergio Castellitto).

Raja Miraz yang berasal dari Telmarine, merupakan paman dari Pangeran Caspian. Dia merebut kekuasaan dengan cara membunuh ayah Pangeran Caspian. Setelah menduduki kekuasaan, kekejaman dan penindasan terhadap rakyat Narnia terjadi.

Suatu hari, Raja Miraz berniat membunuh Pangeran Caspian. Namun, dia berhasil melarikan diri. Praktis, Pangeran Caspian menjadi buruan tentara Telmarine yang siap menangkapnya dalam keadaan hidup atau mati.

Lari dari istana, Caspian bergabung dengan rakyat Narnia yang berniat membalas dendam kepada Miraz. Awalnya, Caspian sempat mendapat perlakuan kasar dari rakyat Narnia yang menganggap Caspian sama seperti Telmarine lainnya yang bersifat penindas dan kejam.

Keadaan berbalik begitu Caspian mengeluarkan terompet ajaib dan membunyikannya. Dia membunyikan untuk memanggil raja-raja dan ratu-ratu Narnia Lama. Melihat kejadian itu, rakyat Narnia baru mempercayai bahwa Caspian berada di pihak mereka.

Tak lama terompet dibunyikan, muncullah Raja Agung Peter (William Moseley), Ratu Susan (Anna Popplewell), Raja Edmund (Skandar Keynes), dan Ratu Lucy (Georgie Henley).

Keempat bersaudara itu bergabung dengan rakyat Narnia dan Pangeran Caspian untuk melawan kejahatan Raja Miraz dan merebut kembali Narnia. Mereka ingin mengembalikan Narnia seperti semula, yakni di mana hewan bisa bicara, tumbuhan bisa menari dan banyak makhluk-makhluk ajaib lainnya hidup dalam kedamaian.

Kedatangan keempat raja dan ratu ini sayangnya belum mampu menandingi kekuasaan Raja Miraz dan menundukkan tentara pasukan. Bahkan, saat Peter mengalahkan Miraz pada adu pedang satu lawan satu pun, kemenangan belum berpihak kepada mereka.

Hanya ada satu cara untuk membantu dan mengembalikan Narnia seperti awal, yaitu menghadirkan kembali Aslan, singa bertubuh raksasa yang memiliki kekuatan luar biasa untuk “menghidupkan” kembali seisi Narnia. Termasuk tumbuhan dan sungai. Lalu, ditunjuk Lucy untuk mencari dan menghadirkan Aslan demi merebut kembali Narnia dari tangan Miraz.

Berhasilkah dia?

Bagi yang telah menyaksikan seri sebelumnya, The Chronicles of Narnia : The Lion, The Witch, and The Wardrobe mungkin tidak terlalu sulit memahami jalan cerita. Sebab, The Chronicles of Narnia: Prince Caspian merupakan sekuel film tersebut.

Film yang disutradarai Andrew Adamson ini menarik dan imajinatif. Layaknya film fiksi penuh petualangan lainnya, film ini memberikan pesan moral tentang kebaikan dan ketulusan hati yang akan membawa kedamaian.

Saksikan semua aksi petualangan merebut Narnia di bioskop mulai 15 Mei 2008.

Judul : The Chronicles of Narnia: Prince Caspian
Sutradara : Andrew Adamson
Pemain : Ben Barnes, William Moseley, Anna Popplewell, Skandar Keynes, Georgie Henley, Liam Neeson (pengisi suara Aslan), Sergio Castellitto
Genre : Petualangan, fantasi, drama keluarga
Produksi : Walt Disney Pictures.(ang)

Speed Racer (Film)

May 14, 2008

Pemain: Emile Hirsch, Susan Sarandon, John Goodman, Christina Ricci, Matthew Fox, Scott Porter, Roger Allam
Speed Racer
Speed Racer (Emile Hirsch) terlahir di keluarga pecinta olahraga balap mobil. Kakak Speed yang bernama Rex Racer (Scott Porter) adalah pembalap yang tak terkalahkan. Bertahun-tahun Speed mengidolakan Rex dan bercita-cita menjadi pembalap seperti Rex. Suatu hari Rex diberitakan meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Speed melanjutkan karir Rex menjadi pembalap. Bakat yang mengalir di darah Speed membuatnya tak terkalahkan seperti kakaknya Rex. Kehebatan Speed menarik perhatian Royalton (Roger Allam). Royalton bermaksud menarik Speed untuk masuk menjadi pembalap Royalton Industries.

Saat Speed menolak tawaran ini, Royalton menjadi marah dan berjanji bahwa bila Speed tak mau bekerja untuknya, maka Speed tak akan pernah bisa berlomba lagi. Royalton Industries selama ini menjalankan bisnis kotor dan mengatur jalannya lomba balap mobil demi keuntungan pribadinya.

Speed kemudian dihubungi oleh pembalap bernama Racer X (Matthew Fox) yang selama ini selalu mengenakan topeng saat berlomba. Racer X ternyata sedang menyelidiki kasus Royalton Industries dan mengajak Speed untuk bergabung. Speed setuju dan harus mengikuti sebuah balap yang akan segera dilangsungkan. Sayangnya keluarga Speed melarang Speed ikut lomba tersebut karena Rex meninggal dalam lomba yang sama.

Dengan bantuan pacarnya Trixie (Christina Ricci) Speed mencari alasan agar bisa bergabung dengan Racer X dan mengikuti lomba balap mobil itu. Speed dan Racer X akhirnya berhasil memenangkan lomba itu walaupun harus menghadapi Royalton yang berusaha keras menghancurkan Speed dan keluarganya. Ternyata untuk menjatuhkan Royalton Industries tidak semudah yang mereka kira, Speed masih harus memenangkan satu lomba lagi.

Satu lagi film Hollywood yang memuja teknologi special effect dalam penggarapannya. Dengan jalan cerita sederhana dan penokohan yang kurang kuat, film ini hanya bertumpu pada suguhan special effect yang memukau.

Tampaknya Wachowski bersaudara yang juga menyutradarai sekuel THE MATRIX dan V FOR VENDETTA ini tidak ingin menyajikan film yang terlalu rumit untuk dicerna. Namun suguhan CGI yang menarik membuat film ini layak jadi hiburan akhir pekan pelepas lelah.

Mahasiswa Minta Izin ‘ML’ Dicabut

May 14, 2008

Film Mau Lagi (ML)Jakarta Setelah MUI, satu lagi yang menuntut agar film Mau Lagi (ML) tak ditayangkan. Sekitar 500 mahasiswa berdemo di Lembaga Sensor Film, menuntut izin tayang film yang dibintangi Ratu Felisha itu dicabut.

“Demo ini bukan hanya untuk film ML saja. Bukan film ML aja yang kita protes, kita kecam. Tapi film-film sebelumnya seperti BCG, Virgin, Arisan dan Quickie Express. Film-film itu bukanlah film yang mendidik,”? tegas Koordinator demo mahasiswa tersebut, Ivan Ahda yang mengaku dari Universitas Indonesia, saat ditemui di Gedung LSF, Jl. MT. Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2008).

Sekitar 500 mahasiswa bersatu dalam Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa. Aliansi itu di antaranya terdiri dari organisasi seperti Amorno (Aliansi Masyarakat Anti Porno), FIM (Forum Indonesia Muda), ASA Indonesia (Aliansi Selamatkan Anak Indonesia) dan LMPI (Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia).

Para pendemo datang ke kantor LSF dengan berjalan kaki dan menggunakan beberapa truk serta mobil. Selain orasi mereka juga membentangkan sejumlah spanduk dan poster.

Beberapa yang ditulis di spanduk dan poster adalah, ‘Usir Produser Film Cabul,’ ‘LSF=Lembaga Senang Porno’ dan ‘ML, Maksud Lho Maksiat Lagi, Puas, puas.’

Rencananya lima orang perwakilan dari pendemo akan ditemui oleh Wakil Ketua LSF Sucipto. Ketua LSF, Titi Said berhalangan hadir.