Archive for the ‘Spiritual-Christianity’ Category

MENGAPA KITA MESTI MENGUCAP SYUKUR?

April 27, 2009

By Sumiman Saud

“Aku hendak bersyukur kepadaMu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.”
Mazmur 86:12

 
            Ada pepatah mengatakan bahwa hidup manusia itu ibarat sebuah roda yang senantiasa berputar, kadang kita berada pada posisi atas, dan kadang kita berada pada posisi yang bawah. Dengan demikian maka, hidup itu penuh dengan berbagai perubahan, ada kala kita mengalami kesuksesan besar, namun ada kalanya kita mengalami kegagalan besar.  Ada saatnya hidup
kita begitu mantap, namun tiba-tiba kita bisa saja menjadi goyah. Pada saat sukses, rasanya gampang untuk bersyukur kepada Tuhan, namun pada saat gagal, kita akan merasa sulit mengucap syukur pada Tuhan.

Tidak susah untuk bersyukur bila seseorang naik pangkat, atau gajinya bertambah, namun bagaimana dengan  mereka yang dipecat dari pekerjaan. Rasul Paulus di dalam  1 Tesalonika  5:18 mengatakan “Dalam segala keadaan hendaklah kalian bersyukur, sebab itulah yang Allah inginkan dari kalian sebagai orang yang hidup bersatu dengan Kristus Yesus.” 

             Kadang timbul pertanyaan dalam benak hati kita, mengapa kita sulit mengucap syukur kepada Tuhan? Mengapa justru hanya komplain yang keluar dari mulut kita? Saya tidak tahu mulai pagi ini hingga saat ini ini sudah  berapa kali anda komplain ? Mari kita lihat suatu komplain yang dilakukan oleh isteri Ayub, baca Ayub 2 : 9-10 “Istrinya berkata kepadanya, “Mana bisa engkau masih tetap setia kepada Allah? Ayo, kutukilah Dia, lalu matilah!”   Jawab Ayub, “Kaubicara seperti orang dungu! Masakan kita hanya mau menerima apa yang baik dari Allah, sedangkan yang tidak baik kita
tolak?” Jadi, meskipun Ayub mengalami segala musibah itu, ia tidak mengucapkan kata-kata yang melawan Allah.  (IBIS)

            Kembali kepada pertanyaan kita, mengapa
kita mesti mengucap syukur? Kita akan coba lihat tiga
alasannya hari ini ;

1. Karena syukur membawa kehidupan lebih dinamis

Keluhan, omelan, protes dan sebagainya merupakan suatu kemacetan atau kemandekan dalam hidup kita, sebab tatkala kita mengeluh; kita berada pada posisi stagnasi. Sedangkan ucapan syukur merupakan suatu posisi yang dinamis, semakin kita bersyukur maka semakin kita beriman, dan dekat serta takut akan Tuhan, semakin menuju sempurna.

Para ahli bisnis mengajarkan tiga kata ajaib mewujudkan kehidupan kerja yang lebih dinamis, misalnya kata “I respect you,” “I appreciate you” dan “I agree with you.” Ketiga kata ini diyakini akan mengubah kehidupan kerja seseorang menjadi lebih dinamis, ketimbang kata-kata yang mencemooh, menghina dan menghakimi. Sedangkan para ahli komunikasi mengatakan bahwa ada tiga kata ajaib yang mampu membangun hubungan baik antar manusia (the three magic words), yaitu terima kasih (thank you), maaf (sorry), dan tolong (please). Dari ketiga kata tersebut, yang memiliki kekuatan terbesar ternyata kata “terima kasih”.

Ungkapan terima kasih sesungguhnya didasari pada rasa syukur kepada Tuhan Yang Kuasa atas rahmat-Nya kepada seseorang. Dia telah  menggunakan orang lain untuk menolong seseorang melakukan sesuatu atau memberi sesuatu. Tatapan mata yang lembut yang disertai senyum dan jabat tangan erat sambil menyampaikan terima kasih, memiliki kekuatan yang luar biasa bagi orang yang menerimanya untuk berbuat lebih baik lagi.
Ungkapan terima kasih yang tulus dan antusias akan mendorong orang untuk semakin banyak memberi dan melayani orang lain.

Untuk ungkapan “terima kasih”, rupanya bahasa Indonesia telah memakai kata yang sangat kristianai, yakni kata “terima” dan “kasih”. Sedangkan dalam bahasa Latin, yaitu antara kata think (berpikir) dan thank (berterima kasih). Seseorang hanya mampu berterima kasih dan mengungkapkannya dengan tulus ketika dia bisa berpikir bahwa apa yang diterimanya saat ini adalah atas pertolongan orang lain. Oleh karena itu, dia wajib berterima kasih. Tanpa adanya pemikiran bahwa apa yang diterimanya merupakan
pemberian orang lain, mustahil dia mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan tulus. Terlepas dari apa motivasi seseorang memberikan sesuatu atau menolong kita, sudah selayaknya ungkapan terima kasih disampaikan dengan tulus. Justru melalui ketulusan dalam mengungkapkan rasa terima kasih ini, perlahan-lahan akan memurnikan motivasi dalam membangun kebersamaan.

 2. Karena  berkat itu adalah Anugerah
 
               Coba kita perhatikan pertanyaan Tuhan Yesus pada ayat berikut ini? Luk 17:18  Mengapa hanya orang asing ini yang kembali mengucap terima kasih kepada Allah?”  Penulis Lukas ingin mengatakan kepada kita seakan-akan Yesus komplain? Yang sembilan orang itu ke mana? Mengapa orang –orang Yahudi tidak kembali? Apakah mereka tidak merasa ditolong oleh
Yesus? Apakah mereka yang tidak  kembali ibarat orang yang tidak punya  hati untuk berterima kasih?        
             Ceritanya begini, ada sepuluh orang yang sakit kusta, mereka bertemu Tuhan Yesus dan minta disembuhkan. Lalu Tuhan Yesus meminta mereka pergi menghadap imam-imam, namun di tengah perjalanan penyakit kusta mereka menjadi tahir. Dari sepuluh orang kusta yang telah tahir itu, yang kembali datang kepada Tuhan Yesus dan mengucapkan terima kasih hanya
satu orang, itupun dia bukan orang Yahudi, melainkan orang Samaria. Sewaktu saya kuliah di Seminari, tatkala membahas ayat ini, ada satu teman memprotes; mengapa Tuhan Yesus mempertanyakan sembilan orang yang
laian? Bukankah Yesus sendiri yang menyuruh mereka bertemu imam-imam?                                   
    Kadang di gereja kita mendegar keluhan-keluhan dari orang-orang percaya yang lagi mengalami kesusahan dan  kita senantiasa diminta mendukungnya dalam doa dan bahkan juga dana. Kita seakan-akan diajak harus dan wajib   turut merasakan begitu dalamnya penderitaannya. Namun setelah ombak kehidupannya lewat, berita dari orang tersebut tidak ada lagi, lenyap begitu saja. Bahkan mendadak ada berita bahwa orang tersebut sudah berbahagia, bahkan sudah menikah dan sukses. Sebagai umat Tuhan kita bukannya komplain dan merasa iri  akan hal ini, namun bagi orang tersebut, ia seakan-akan berpikir bahwa gereja , hamba Tuhan dan anggota lainya berkewajiban mengurusnya kalau ia lagi susah. Lalu setelah kesusahannya lenyap, sayonara gereja. Mungkin orang Yahudi juga hampir sama saja. Mereka melihat bahwa Yesus diutus  untuk bangsa Yahudi, maka ketika Dia menyembuhkannya, itu sudah sebuah  tindakan wajar dan wajib. Jadi tidak perlu kembali dan terima kasih. Itu sudah  merupakan tugas Yesus untuk menolong mereka.
Justru tidak wajar kalau Yesus tidak turun tangan menolong orang-orang itu. Sering orang melihat sesuatu dianggap wajar saja. Kalau Allah memberi  nafas setiap hari, memberi keselamatan setiap hari, memberi pekerjaan  setiap hari dan sebagainya, itu hal yang wajar. Allah itu seharusnya  memang  berbuat begitu. Kalau Allah memberikan petaka,  bencana, dan hal
negatif lainnya, maka ini perlu dipersoalkan.        
            Seandainya kita  memberi posisi diri sebagai orang Samaria, yang  senantiasa merasa dia tidak pantas dibantu, sebab keselamatan bukan untuk
mereka sebagai warga kelas dua di daerah Yahudi. Bukan hanya sebagai orang Samaria, tetapi juga orang Samaria yang kena penyakit kusta  yang harus jauh dari masyarakat, maka orang akan mudah mengucap bersyukur.
Betapa  dia yang tidak pantas ini diberi anugerah yang tidak terduga  dari  seorang yang sangat hebat dan terhormat. Kesadaran ini membuatnya  datang  kembali untuk bersyukur dan menyembah Yesus.                 
    Jika hari ini kita sulit mengucap syukur, mungkin sudah saatnya kita berdoa kepaad Tuhan agar kita diberikan persolan yang rumit, sakit-penyakit atau kehilangan pekerjaan; supaya kita boleh merasakan betapa besar anugerah Tuhan yang sesungguhnya kita dapatkan hari ini. Kadang tanpa kita sadari, tatkala pekerjaan menumpuk dan kita merasa capek, hal ini
mebuat kita jauh dari Tuhan. Saya sempat bertanya pada salah pemuda kenapa dia tidak ke gereja hari Minggu? Jawabannya, malas, sibuk , banyak
tugas kuliah dan capek. Dalam hati saya ingin berkata padanya, kalau gara-gara kuliah, kitya capek lalu jauh dari Tuhan; mungkin sudah saatnya kita minta cuti dari kuliah, supayua kita tidak capek dan bias dekat kepada Tuhan. Demikian juga mereka yang sibuk dengan pekerjaan, usaha dan sebagainya, jika karena hal-hal itu membuat anda terhalang dating kepaa Tuhan, maka lebih baiak minta Tuhan ambil kembali berjkat tersebut, supaya kita lebih leleusa dan tidak ada halangan datang pada Tuhan.

3. Karena rancangan Tuhan selalu baik

Kita keliru bila  mengukur kasih Allah dengan ritual yang kita lakukan.  Jangan kita mengira karena kita sudah rajin ke gereja, rajin baca Alkitab, setia memberi persembahan perpuluhan, dan taat firman Tuhan, maka secara otomatis hidup kita sudah lancar dan sukses.  Itu teologi kemakmuran.  Taat pada firman Tuhan bukan ucapan syukur, sebab ucapan syukur merupakan buah-buah ketaatan yang kelihatan.

Coba lihat Ayub, adakah diantara kita yang dapat mengalahkan kerohanian Ayub? Alkitab mencatat bahwa ia orang yang saleh, jujur, orang yang taat pada Tuhan. Setiap pagi dia senantiasa datang pada Tuhan. Namun kenyataannya yang kita lihat adalah, orang semacam inipun tidak luput dari penderitaan.  Harta kekayaannya lenyap, bahkan ia harus menderita sakit. Yang menarik dari Ayub adalah tatkala ia berada dalam kondisi demikianpun, ia tidak pernah mempersalahkan Allah, artinya ia tidak pernah komplain. Baca Ayub 1:21, Ayub berkata, “Aku dilahirkan tanpa apa-apa, dan aku akan mati tanpa apa-apa juga. TUHAN telah memberikan dan TUHAN pula telah mengambil. Terpujilah nama-Nya!”

Bukankah kita dilahirkan di dunia ini tidak membawa apa-apa? Kalau dibandingkan dengan saat ini, pakaian,pengetahaun, pekerjaan, keluarga dan bahkan harta kekayaan yang kita miliki, bukankah seharusnya kita mengucap syukur? Apakah kita menganggap ini sebagai hal yang wajar, sebab kita yang berjuang kerja sendiri, belajar mati-matian, dan usaha sekeras`-kerasnya; jadi wajar kalau kita memiliki segala-galanya? Jika ini merupakan pikiran kita, maka ini sekaligus kekeliruan kita. 

    Tuhan tidak sedang berbasa-basi supaya kita mengucap syukur dalam segala keadaan. Tetapi Tuhan itu serius terhadap kita, sebab rancangannya selalu yang terbaik. Kadang kita berpikir mengapa Tuhan itu menempatkan orang-orang yang sulit dalam team kerja kita? Gara-gara mereka pekerjaan kita menjadi tidak lancar?    Mengapa ada atasan yang berlaku tidak adil?
Mengapa ada pimpinan yang suka menekan bawahan? Mengapa dan banyak mengapa?  Namun kita harus bijak, sesungguhnya Tuhan menempatkan kita di tengah-tengah serigala ini justru melatih kita,.

Jika kita ingin belajar sabar, maka kita perlu bergabung dengan orang-orang yang sukar. Justru kalau kita berhadapan dengan orang-orang yang suci, suka memaafkan, suka mengampuni dan baik hati, maka sulit bagi kita melatih kesabaran; justru kebalikannya, orang-orang lain yang barangkali harus bersabar terhadap kita.

Roma 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Sedangkan Pengkotbah 3 : 11 mengatakan “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. “  Janji-janji Tuhan didalam kedua ayat inilah yang membuat kita sebagai anak-anak Tuhan tidak ada alasan untuk tidak mengucap syukur.
(ss)

ELISABET

April 24, 2009

Written by :  liesye herlyna
 
 
LUKAS 1:5-7, “Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.”
 
 

Tidak banyak orang mengenal nama ELISABET, tapi coba bila kita sebut YOHANES PEMBAPTIS. Pasti anda akan langsung mengenalnya. ELISABET adalah  ibu dari YOHANES PEMBAPTIS.
 
 
Banyak orang yang berusia lanjut dan mandul merasa rendah diri. Tidak berdaya dan tidak produktif. Namun coba kita lihat, ELISABET. Dia tidak mejadi lemah bahkan menguatkan iman percayanya kepada TUHAN. Dia tetap melakukan tugas pelayanannya sebagai istri dari iman besar. Kesungguhan dan kesalehan hidup membuat, hati ALLAH berkenan kepadanya dan menetapkan ELISABET menjadi ibu dari seorang nabi besar. Dan seperti yang kita lihat, iman kepada ALLAH membawa namanya tercatat dalam sejarah sepanjang masa.
 
 
Ada point-point penting yang dapat kita temukan mengenai ELISABET :
1.  ISTRI DARI IMAM ZAKHARIA
Sebagai istri imam besar, ELISABET menyadari siapa dirinya dan  bagaimana harus bersikap. Dalam setiap tindak tanduknya, dia selalu menjaga kehormatan dan nama baik suaminya. Satu sifat yang saya pelajari dari ELISABET adalah dia dengan suka rela menundukkan dirinya kepada suaminya. 
 
 
2. KETURUNAN HARUN
ELISABET dibesarkan dalam keluarga takut akan TUHAN dan dia tahu akan panggilan khusus dalam hidupnya.  Karena itu ELISABET tidak sembarangan dalam memilih pasangan hidup dengan  memilih pasangan yang juga berasal dari keturunan HARUN. Karena dia tahu, bila salah memilih pasangan hidup, maka rencana ALLAH tidak akan tergenapi di dalam hidupnya.
 
 
Keturunan HARUN berbicara mengenai orang-orang percaya yang hidup dalam kekudusan dan berjalan dalam panggilan hidupnya. Terlepas dari suku, ras, warna kulit, tinggi-pendek, belo-sipit, etc. Kita semua telah dipanggil oleh YESUS, disucikan, dimurnikan dan dijadikan satu oleh darah YESUS. Perbedaan itu sudah tidak ada lagi, karena semua sudah dilebur oleh salib KRISTUS. Bila kita masih bersikap rasis, itu artinya kita masih belum menjadi orang percaya.
 
 
3. HIDUP BENAR DAN MENURUTI SEGALA PERINTAH DAN KETETAPAN TUHAN DENGAN TIDAK BERCACAT
Orang percaya adalah orang yang hidup bertolak dari kebenaran,hidup dalam kebenaran dan dipimpin kepada kebenaran.  ELISABET memahami akan hal ini, dia tidak memandang keterbatasan dirinya tapi dia memandang kepada ALLAH yang tidak terbatas.
 
 
4. MANDUL
ELISABET tidak menyalahkan suami atau keadaan yang membuat dia tidak bisa mengandung, tetapi dia menerima ini sebagai kenyataan yang harus diterima. Hal ini dapat kita lihat dari LUKAS 1: 25, “”Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” ELISABET  menyadari ALLAH turut bekerja atas segala sesuatu yang terjadi atas dirinya dan menyerahkan sepenuhnya kepada ALLAH.
 
 
5. BERUSIA LANJUT
Keterbatasan fisik membuat orang menjadi skeptis dan tidak produktif. Namun hal ini tidak membuat ELISABET mundur, dia tetap dengan setia memulaikan tugas pelayanannya. Justru di usia lanjut itulah, ELISABET dipakai TUHAN secara luar biasa untuk melahirkan YOHANES PEMBAPTIS yang membuka jalan  bagi YESUS sang JURU SELAMAT dunia. 
 
 
6. IBU DARI YOHANES PEMBAPTIS
Orang tua (ayah dan ibu) memiliki peranan sangat penting dalam tumbuh kembang seorang anak, namun peranan terbesar dimainkan oleh ibu, dimulai sejak mengandung selama hampir 10 bulan,  melahirkan, mengasuh, memandikan, menceboki, mendidik, memberi makan, mengantar ke sekolah, etc. Melalui tangan ibulah seorang manusia lahir ke dunia ini.
 
 
Saya percaya, ELISABET sudah mempersiapkan diri sejak lama untuk menjadi seorang ibu bagi anak-anak yang akan dilahirkannya. Dan itu dimulai saat dia menjadi ibu rohani bagi anak-anak binaannya dengan  mengimpartasikan  kekuatan karakter, keteguhan iman, belas kasihan, hidup kudus, sukacita, mengucap syukur kepada ALLAH. Pengalaman hidup dan perjumpaan pribadi bersama ALLAH, membawa ELISABET mendidik YOHANES dalam hidup takut akan ALLAH.
 
 
YOHANES tidak akan menjadi YOHANES PEMBAPTIS, bila dia tidak tahu panggilan khususnya yaitu untuk membuka jalan bagi YESUS KRISTUS. YOHANES bisa seperti ini karena ELISABET memiliki peranan yang sangat besar atas diri YOHANES, sehingga YOHANES bisa menggenapi  tugas pelayanannya dimuka bumi.
 
 
Mari, kita belajar dari ELISABET yang tidak pernah menyia-nyiakan hidupnya dengan hidup sebrono dan ugal-ugalan. ELISABET tahu tugas dan fungsinya sebagai seorang wanita, isteri, penamping dan panggilan hidupnya. ELISABET bukan hanya sekedar tahu ALLAH punya rencana besar atas hidupnya tapi dia berjalan di dalamnya.  ELISABET hanya PERCAYA bahwa waktu itu akan tiba. Dan waktu itu tiba, saat di pangkuannya lahir seorang bayi yang lahir dari iman.
 
 
Bagaimana dengan anda ?
Apakah anda tahu bahwa ALLAH memiliki rencana besar atas hidupmu ?
Apakah anda sudah benar-benar hidup sesuai kebenaran FIRMAN TUHAN ?
Apakah anda setia dalam menantikan janji TUHAN ?
 
 
JADILAH KUAT DI DALAM KEKUATAN KUASANYA
 
 
“Bagi banyak orang aku seperti tanda ajaib, karena Engkaulah tempat perlindunganku yang kuat.”
MAZMUR 71: 7

SEMUA KARENA TUHAN

April 23, 2009

Sering kita terjebak ke dalam situasi apakah Tuhan yang memberkati dulu ataukah kita yang harus berusaha dulu, dan ini mengakibatkan kita akhirnya menganggap dua bagian ini adalah hal yang terpisah, padahal kedua tindakan ini adalah suatu tindakan yang akan menggerakkan tindakan lainnya, sebagai akibat kita mau melakukan tindakan sebelumnya. Bingung.?! Yuk kita lihat bersama.

KEJADIAN 26 : 12
12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.( 12 Then Isaac sowed in that land, and received in the same year a hundredfold: and the LORD blessed him.)

Ada satu situasi yang digambarkan dengan jelas oleh ayat di atas, bahwa Ishak melakukan satu tindakan yaitu menabur, makanya dia mendapatkan hasil yang berlimpah, bahkan dikatakan TAHUN ITU JUGA, artinya di waktu yang bersamaan, tidak menunggu waktu yang lama, dan semua ini KARENA IA DIBERKATI TUHAN.. Faktor diberkati Tuhan ini sering menjadi perdebatan di antara kita, apakah pertama ataukah sebagai imbalan/hasil? Kalau kita mau melihat di ayat sebelumnya(1 – 11) maka kita bisa mengerti bahwa semua bermula dari mendengarkan Firman Tuhan atau instruksi dari Tuhan, yang direspon oleh Ishak dan kemudian Ishak bertindak mengikuti firman lalu Ishak menabur dan dia menuai hasil yang bagus dan Tuhan memberkati Ishak yang mau mengikuti Instruksi Tuhan tersebut.

AMSAL 10 : 22
22 Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. (22 The blessing of the LORD, it maketh rich, and he
addeth no sorrow with it.)

Jadi, kita bisa memberikan satu kesimpulan berdasarkan ayat di atas bahwa tindakan demi tindakan tidak boleh dipisahkan melainkan harus dilakukan secara bertahap dan tidak bisa dipotong – potong artinya tindakan mendengarkan firman – tindakan berusaha dan tindakan Allah memberkati, hal ini merupakan satu mata rantai yang harus bergerak bersama, sehingga kita menikmati hasil yang melimpah sebab Tuhan memberkati apa yang telah kita lakukan, bahkan dalam bahasa Inggrisnya dikatakan asal kita melakukan dengan tepat apa yang DIA instruksikan, maka tidak ada satupun dari niat Tuhan menambahkan kesengsaraan dalam berkat yang melimpah itu.

NEHEMIA 2 : 7 – 8
7 Berkatalah aku kepada raja: “Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. 8 Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami.” Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.( 7 Moreover I said unto the king, If it please the king, let letters be given me to the governors beyond the river, that they may convey me over till I come into Judah;8 And a letter unto Asaph the keeper of the king’s forest, that he may give me timber to make beams for the gates of the palace which appertained to the house, and for the wall of the city, and for the house that I shall enter into. And the king granted me, according to the good hand of my God
upon me.)

Sebagai contoh lain, ketika Nehemia ingin kembali membangung Yerusalem, dia melakukannya dengan mengikuti instruksi Tuhan dulu, lalu dia meminta kepada raja, dan Raja memberikan apa yang diminta oleh Nehemia, dan dengan jelas dikatakan bahwa TUHAN lah yang membuat semuanya itu jadi. Artinya HANYA TUHAN yang membuat semuanya jadi dan kita bisa menikmati apa yang menjadi bagian dalam kehidupan kita, semua yang kita kerjakan merupakan kewajiban atas respon yang kita lakukan untuk mengikuti instruksi Tuhan dan selebihnya kita akan melihat bagaimana Allah dan Tuhan kita Yesus Kristus yang akan menyelesaikan dan membuat kita berhasil. So, Apa langkah – langkah yang harus kita lakukan agar kita bisa terus berhasil¡K.?

I SAMUEL 17 : 46 – 47
46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, 47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami..”( 46 This day will the LORD deliver thee into mine hand; and I will smite thee, and take thine head from thee; and I will give the carcasses of the host of the Philistines this day unto the fowls of the air, and to the wild beasts of the earth; that all the earth may know that there is a God in Israel.47 And all this assembly shall know that the LORD saveth not with sword and spear: for the battle is the LORD’s, and he will give you into
our hands.)

Langkah pertama yang harus kita sadari tentunya kita harus memiliki hubungan dengan Tuhan yang erat seperti Daud, sehingga dia bisa mengerti dan menyelami apa maunya Tuhan dalam kehidupannya, dan itu terlihat dalam tindakan Daud ketika dia melawan Goliat, yaitu Daud mengatakan DENGAN IMAN, bahwa kepercayaan dan iman Daud kepada Allah Israel sangat kuat sehingga tantangan setinggi Goliat bukan halangan tetapi kesempatan yang akan diraih oleh Daud untuk memasyurkan nama Tuhan. Bahkan dengan jelas Daud mengakui bahwa semua HANYA TUHAN yang memberikan kemenangan atau keberhasilan.

1 SAMUEL 17 : 49 – 50
49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. 50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.( 49 And David put his hand in his bag, and took thence a stone, and slung it, and smote the Philistine in his forehead, that the stone sunk into his forehead; and he fell upon his face to the earth.50 So David prevailed over the Philistine with a sling and with a stone, and smote the Philistine, and slew him; but there was no sword in the hand of David.)

Langkah kedua yang tidak terpisahkan dari langkah pertama adalah melangkah atau bertindak dengan penuh keyakinan dan serius seperti Daud melangkah menghadapi Goliat, dia mengambil batu yang sudah dia persiapkan dengan pergi ke sungai mencari batu yang mau dipakai dan kemudian dia bergerak dan melepaskan umbannya dan menyerahkan pada Tuhan kemana arah yang tepat yang menjadi titik kemenangan Daud. Ini yang sering kita lupakan, beriman lalu tidak melangkah atau melangkah tapi tidak yakin akan apa yang kita kerjakan. Makanya keberhasilan jarang kita dapati dan sebagai kambing hitam, kita mengatakan BELUM WAKTUNYA TUHAN¡K.! Pernyataan yang salah,¡K karena kalau kita sudah dekat dengan Tuhan, Kalau kita sudah mendengarkan instruksi Tuhan melalui visi dan firman yang hidup, maka semuanya akan bergantung kepada kita untuk melangkah dan bertindak dengan iman yang penuh dan Tuhan akan membereskan hal – hal selanjutnya.

ULANGAN 12 : 5 – 7
5 Tetapi tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi. 6 Kesanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu. 7 Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.( 5 But unto the place which the LORD your God shall choose out of all your tribes to put his name there, even unto his habitation shall ye seek, and thither thou shalt come:6 And thither ye shall bring your burnt offerings, and your sacrifices, and your tithes, and heave offerings of your hand, and your vows, and your freewill offerings, and the firstlings of your herds and of your flocks:7 And there ye shall
eat before the LORD your God, and ye shall rejoice in all that ye put your hand unto, ye and your households, wherein the LORD thy God hath blessed thee.)

Dengan sangat gamblang Tuhan menjelaskan lewat ayat di atas, bahwa kita harus mengikuti instruksi Tuhan, lalu MENCARI, HARUS MELANGKAH, HARUS MEMBAWA KORBAN dan akhirnya kita akan MENIKMATI HASIL, sebab Tuhan memberkati. Sudahkah kita mendengar Instruksi dari Tuhan? Sudahkah kita mencari alias melaksanakan dengan segenap hati? Sudahkah kita membawa korban untuk apa yang kita kerjakan? Kalau ingin berhasil dan menikmati jerih payah kita „³ laksanakan langkah – langkah di atas.

YESAYA 48 : 15 – 16
15 Aku, Akulah yang mengatakannya dan yang memanggil dia juga, Akulah yang mendatangkan dia, dan segala usahanya akan berhasil. 16 Mendekatlah kepada-Ku, dengarlah ini: Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada disitu.” Dan sekarang, Tuhan ALLAH mengutus aku dengan Roh-Nya.( 15 I, even I, have spoken; yea, I have called him: I have brought him, and he shall make his way prosperous.16 Come ye near unto me, hear ye this; I have not spoken in secret from the beginning; from the time that it was, there am I: and now the Lord GOD, and his Spirit, hath sent me.)

Ingat ¡K! Sekali lagi INGAT..! hanya Tuhan yang membuat kita berhasil, sebab Tuhan yang memerintahkan, sebab Tuhan yang mengolah dan mengatur sehingga keberhasilan dapat kita nikmati. ASALKAN kita melakukan bagian kita seperti yang dikatakan dalam ayat 16, Mendekat pada Tuhan, Dengarkan Tuhan dan Tuhan akan memberitahukan kepada kita semuanya dan pada saat semua kita kerjakan DIA ADA DISITU dengan ROH KUDUS yang membuat semuanya berhasil.

ROMA 11 : 36
36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (36 For of him, and through him, and to him, are all things: to whom be glory forever. Amen.)

Semua keberhasilan datangnya dari DIA, Allah yang kita sembah dalam Yesus Kristus, Semua pekerjaan dan keberhasilan juga dilakukan melalui DIA Allah dan Tuhan kita lewat ROH KUDUS dan oleh karena itu sudah selayaknya dan sepantasnya semua kemuliaan juga dikembalikan kepada DIA, bukan untuk kita, bukan untuk manusia lain atau tim lain dan bukan untuk kebanggaan diri, melainkan untuk TUHAN SEMATA.

1 TAWARIKH 29 : 10 – 12
10 Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: “Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. 11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. 12 Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. (10 Wherefore David blessed the LORD before all the congregation: and David said, Blessed be thou, LORD God of Israel our father, forever and ever.11 Thine, O LORD, is the greatness, and the power, and the glory, and the victory, and the majesty: for all that is in the heaven and in the earth is thine; thine is the kingdom, O LORD, and
thou art exalted as head above all.12 Both riches and honor come of thee, and thou reignest over all; and in thine hand is power and might; and in thine hand it is to make great, and to give strength unto all.)

Itulah yang dilakukan Raja DAUD, ketika dia sudah berhasil dan dapat mengumpulkan semua kekayaan untuk dipakai membangun Bait Allah yang pengerjaannya dilakuka oleh Salomo, anaknya. Dia tunjukkan lewat ungkapan pujian & Mulutnya dan dikatakan ke semua pihak, bahwa hanya TUHAN yang empunya, yang memiliki dan yang membuat semuanya bisa seperti sekarang ini.

1 TAWARIKH 29 : 13 – 14
13 Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu. 14 Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.( 13 Now therefore, our God, we thank thee, and praise thy glorious name. 14 But who am I, and what is my people, that we should be able to offer so willingly after this sort? for all things come of thee, and of thine own have we given thee.)

Dan ungkapan lewat bibir dan mulut kita ini tidak boleh kita tunda – tunda artinya kita mau melihat semuanya menjadi kenyataan dulu, tidak! Justru kita harus belajar dari Daud, dia mengatakan sekarang Daud memuji, tidak besok, tapi SEKARANG, Daud memuji TUHAN yang memampukan dia mempersiapkan bait Allah yang megah, dan Daud sudah merasakan keberhasilan Salomo padahal belum dibangun, bagaimana dengan kita?

Sumber : Milist TD (

Prinsip Buah Sulung

April 22, 2009

PRINSIP BUAH SULUNG

Penting bagi orang percaya untuk mengerti apa itu buah sulung dan memahami prinsip yang mendasari buah sulung serta berkat yang dihasilkan olehnya. Buah sulung bukanlah tuntutan legalistik yang mutlak harus dilakukan seperti sepuluh perintah Allah. Namun ketika buah sulung dilakukan, ada terobosan yang membawa kita ke dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar, yang memampukan kita melakukan visi Tuhan yang besar pula.

Prinsip buah sulung terlihat dari pola / pattern / model yang berulang-ulang terjadi di sepanjang Alkitab dari perjanjian lama sampai perjanjian baru. Pola ini menunjukkan cara-Nya bekerja.

Prinsip Buah Sulung di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Beberapa contoh karakter-karakter di Alkitab yang memberikan persembahan buah sulung adalah:

  • Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya (Kejadian 4:4)
  • Abraham merelakan putra tunggalnya yang sulung, yang amat dikasihinya sebagai korban bakaran bagi Tuhan (Kejadian 22).
  • Hana bernazar akan mendedikasikan anak pertamanya kepada Tuhan jika Tuhan membuka kandungannya dan memberikan seorang anak laki-laki kepadanya (1 Samuel 1:10).
  • Janda di Sarfat mendahulukan Elia dengan memberikan makanan terakhirnya (1 Raja-raja 17). Janda ini adalah satu-satunya janda di Israel yang bertahan hidup di tengah kelaparan yang hebat yang melanda seluruh negeri (Lukas 4:25-26).

Prinsip Buah Sulung: Menghormati Tuhan Dengan Yang Pertama Dan Terbaik
Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. – Amsal 3:9-10.

Prinsip dari buah sulung adalah menghormati Tuhan dengan yang pertama, yang terbaik, yang terbesar.

Di Maleakhi 1:13-14, Tuhan menyatakan bahwa nilai dan besarnya persembahan kita kepada Tuhan menggambarkan seberapa kita mencintai Tuhan dan seberapa kita takut akan Dia. Kepada orang yang intim dan takut akan Dia, Tuhan menyingkapkan jalan-jalan-Nya (Mazmur 25:14). Takut akan Allah yang diekspresikan dengan pemberian yang terbaik, akan membuat kita bertemu dengan kelimpahan dari Tuhan seperti yang dialami Abraham di Kejadian 22:11-18.

Allah Bapa telah melakukan prinsip buah sulung. Ia memberikan yang terbaik, yang paling berharga yaitu Yesus Kristus kepada kita (1 Korintus 15:20). Untuk alasan itulah Yesus turun ke dunia menjadi manusia. Yesus menjadi satu adonan dengan kita.

Prinsip Buah Sulung: Menguduskan Seluruhnya
Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus. – Roma 11:16.

Ketika Yesus dipersembahkan sebagai Buah Sulung, maka sisa adonan – yaitu kita – dikuduskan Allah. Kita sebagai orang yang dikuduskan mempunyai asal yang sama (Ibrani 2:11), sehingga kita disebut saudara. Luar biasa!!!

Prinsip yang sama bekerja ketika kita memberikan persembahan buah sulung. Seluruh sisa dari yang sulung akan dikuduskan dan dipisahkan bagi Tuhan. Berarti Tuhan akan memperlakukan sisanya sebagai milik-Nya sendiri. Dia akan memelihara, memberkati, menumbuhkan, menambahkan dan memperluas sampai ke kapasitas yang sangat besar, karena Dia adalah Allah yang memberi pertambahan (Mazmur 115:14).

Prinsip Buah Sulung: Melepaskan Caused Blessing
Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. – Amsal 3:9-10.

Buah sulung menghasilkan a caused blessing, yaitu berkat melimpah yang kita ciptakan atau inisiasikan sendiri di atas berkat yang Tuhan anugerahkan kepada kita terlepas dari apa yang kita lakukan (default blessing). Berkat akan tinggal kepada kita, menyertai kita sepanjang hidup. Berkat tidak datang dan pergi.

Prinsip Buah Sulung: Berkat 1000 Generasi
Dan yang terbaik dari buah sulung apa pun dan segala persembahan khususmu adalah bagian imam-imam; juga yang terbaik dari tepung jelaimu harus kamu berikan kepada imam supaya rumah-rumahmu mendapat berkat. – Yehezkiel 44:30

Dalam bahasa Ibrani, “rumah” berbicara mengenai garis keturunan, bukan bangunan fisik. Daud membuat perjanjian dengan Tuhan, yang disebut sebagai perjanjian kasih setia (sure mercy covenant).

Perjanjian ini membuat Daud dan keturunannya diberkati selamanya, bahkan saat Yehuda berdosa, ia diluputkan dari penghakiman Allah karena perjanjian itu. “Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan Yehuda oleh karena Daud, hamba-Nya, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya kepada Daud, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.” – 2 Raja-Raja 8:19.

Buah sulung membuat keturunan kita dapat mengambil bagian dalam perjanjian kita dengan Allah dan memastikan berkat turun pada mereka, sampai ke seribu generasi.

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan. – Mazmur 105:8

Ketika Anda dengan penuh iman berani melangkah ke tempat yang lebih dalam dengan menerapkan prinsip buah sulung, Anda akan melihat terobosan-terobosan terjadi di dalam kehidupan Anda. Kesaksian hidup Abraham, Daud, Hana, Hizkia dan banyak karakter lainnya di Alkitab adalah bukti akan kuasa luar biasa yang terdapat di dalam prinsip buah sulung.

Prinsip buah sulung membuat terobosan yang membawa kita naik ke dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar untuk visi Tuhan yang besar pula. Jangan berhenti pada tingkatan berkat default blessing, mari masuk ke tingkatan caused blessings.

Sumber : Maria Magdalena Ministry

Lutheran Seluruh Dunia Rayakan 525 Tahun Mengenang Baptisan Martin Luther

November 25, 2008

Konggregasi Lutheran di seluruh dunia bergabung dalam sebuah perayaan pada Selasa (11/10) lalu guna memperingati hari jadi ke-525 tahun Kristen Protestan Reformed Baptis yang didirikan oleh Martin Luther.

Seluruh dunia merayakan“Festival Pembaptisan” pada 11 November kemarin, sehari setelah perayaan hari ulang tahun Martin Luther yang lahir pada 10 November 1483, yang mana pada perayaan hari jadi tersebut sedikitnya telah dilakukan 270 pembaptisan dalam 249 konggregasi yang ikut merayakan peringatan pembaptisan di 13 negara.

Sebanyak 25 Konggregasi Gereja Lutheran Injili di Amerika (ELCA) yang terdaftar ikut serta merayakan peringatan tersebut.

“Sebuah perkembangan teologi pembaptisan merupakan suatu inti yang penting dalam warisan Lutheran dan pada festival kali ini juga berusaha untuk menekankan akan arti pentingnya pembaptisan bagi seluruh jemaat kami di seluruh dunia,” ujar Rev Scott A. Moore, seorang pastor ELCA yang melayani di St Andreas-Nicolai-Petri di Lutherstadt Eisleben dan St. Petrus dan Gereja Paulus di Volkstedt, Jerman.

Martin Luther lahir di Eisleben, Jerman, dan dibawa oleh orangtuanya untuk dibaptis di Gereja St Petrus sehari setelah dia dilahirkan, sebagaimana tradisi yang berlaku saat itu.

Dia tumbuh dewasa menjadi seorang rahib, teolog, profesor di universitas, pendiri gereja dan bapak Reformasi Protestan. Luther memberikan khotbah terakhirnya di St Peter Church sebelum dia meninggal pada 18 Februari 1546, di Eisleben.

Kemudian para pengikut dan pendukung Luther membentuk suatu kelompok yang dikenal dengan nama Gereja Lutheran.

Sampai saat ini, baik orang dewasa maupun anak masih dibaptis dengan cara yang sama sebagaimana bayi Martin Luther dibaptis 525 tahun silam.

Panitia perayaan Baptisan Luther berharap sebanyak 525 jemaat dapat berpartisipasi dalam Liturgi Pembaptisan dan Mengenang kembali Pembaptisan. Kelompok tersebut juga berharap untuk dapat memenuhi 525 orang yang dibaptis sebagai bagian dari perayaan global tersebut.

Salah satu konggregasi Lutheran di Mlandege, Tanzania melaporkan dalam Situs Website penyelenggara bahwa sebanyak 45 orang akan dibaptis pada hari Selasa.

Gereja Lutheran menggelar perayaannya pada pertengahan dasawarsa kali ini sebagai bentuk penghormatan terhadap apa yang diwariskan oleh Martin Luther yang mana disebutkan dengan “Dekade Luther ” yang mana perayaannya telah dimulai September 2008 lalu dan akan berlangsung sampai 2017 dan dalam kurun waktu tersebut kaum Lutheran juga akan merayakan peninggalan rahib Augustinian serta melakukan upaya untutk membina dialog dengan kepercayaan lainnya serta memperdalam percakapan teologia.

SUMBER : CHRISTIANPOST.CO.ID

Beberapa Mengatakan, Kembalinya Ted Haggard Terlalu Cepat

November 25, 2008

Mantan pendeta yang aib-nya ketahuan dua tahun lalu akibat skandal seks dan narkoba, telah kembali – kali ini sebagai pebisnis Kristiani yang mengkhotbahkan sebuah pesan yang sama dengan kesedihan yang mendalam. Haggard menghubungkan kejatuhannya dengan pelecehan yang ia alami semasa kecil dan meminta maaf kembali.
Selagi rencananya yang sebenarnya masih belum jelas, Haggard tak diragukan lagi membuat dirinya sebagai figur publik kembali, sembilan bulan setelah gerejanya yang dahulu mengatakan bahwa ia keluar dari proses kesilapan yang dimaksudkan untuk memulihkan dirinya.

Pria yang mengaku sebagai “seorang penipu dan pembohong” ditanyakan untuk mendengar yang lain, menemukan dorongan dari lingkaran pendukung yang loyal, skeptisme dari para pemimpin evangelikal yang berpikir itu terlalu cepat dan emosi-emosi kompleks pada gereja Colorado Springs yang ia khianati.

Haggard, 52, telah resign sebagai presiden dari National Association of Evangelicals yang beranggotakan 30 juta orang dan dipecat dari New Life Church sehubungan dengan tuduhan bahwa ia telah membayar seorang prostitut pria untuk seks dan menggunakan methamphetamine.

Haggard mengatakan pada tahun 2006 bahwa ia membeli obat-obatan terlarang tersebut tetapi tidak pernah menggunakannya, mengaku akan “seks imoral” dan mendeskripsikan berjuang dengan sisi “gelap dan menjijikkan.” Ia telah bangkit dari tempat khotbahnya di ruang bawah tanah hingga mengambil bagian pada telepon konferensi Gedung Putih – dan telah jatuh begitu jauh hingga ia objek humor malam hari.

Sebagai bagian dari paket pemutusan dari gerejanya yang dahulu, Haggard setuju untuk meninggalkan Colorado Springs untuk beberapa waktu dan tidak berbicara kepada publik mengenai skandal tersebut, demikian staf gereja mengatakan pada waktu itu. Tetapi ia tidak pernah benar-benar menghilang, membuat berita ketika ia merelokasikan keluarganya ke Arizona dan memohon dukungan finansial melalui email.

Permohonan Haggard akan dana disambut amarah oleh sebuah tim yang terdiri dari tiga pastor yang memantau “pemulihannya” – sebuah proses kesembuhan yang tidak berarti juga hasil untuk publik.

Satu anggota tim pemulihan, H.B. London, mengatakan kembalinya ke pelayanan kurang dari empat atau lima tahun akan berbahaya bagi Haggard, keluarganya, gerejanya yang dahulu dan Colorado Springs.

“Untuk berdiri berhadapan dengan seseorang yang memiliki kepribadian dan karunia seperti itu rasanya seperti lumpuh,” ujar London yang mengkonseling banyak pastor melalui divisi Focus on the Family, sebuah grup Kristiani konservatif yang berbasis di Colorado Springs. “Jika Haggard dan orang lain yang seperti dirinya merasa bahwa mereka memiliki panggilan dari Tuhan, mereka merasionalisasikan perilaku mereka yang tidak mengubah panggilan tersebut.”

Sistem pendukung Haggard yang termasuk Leo Godzich, yang menjalankan pelayanan pernikahan berbasis di Phoenix mengatakan ia telah bertemu dengan Haggard setidaknya seminggu sekali dalam setahun. Godzich mengatakan Haggard terkomitmen dengan pemulihan, dan telah membayar dengan harga tinggi dan masih banyak yang harus diberikan.

“Jika setiap pria adalah jujur, setiap pria adalah pembohong dan penipu,” ujar Godzich. “Sekali seseorang mendapat karunia dan dipanggil, yang sesuatu umumnya tidak bisa dihindari. Mereka akan digunakan sehubungan dengan itu lagi.”

“Penebusan yang sesungguhnya terjadi ketika seseorang memenuhi tujuan dalam hidup mereka.”

Baru-baru ini di bulan November, Haggard diundang oleh teman lamanya semasa kuliah di Universitas Oral Roberts, Rev. Chris Byrd, di gerejanya untuk menawarkan keluarga Haggard dukungan, menolong mereka sembuh dan mengajarkan jemaatnya sendiri mengenai dosa dan pengampunan.

“Saya memiliki keyakinan hatinya penuh, teologinya memiliki suara dan pesan yang selalu ia bawakan kepada Tubuh Kristus selalu datang,” ujar Byrd. “Alkitab dipenuhi dengan banyak pemimpin luar biasa, pria dan wanitanya Tuhan, yang telah jatuh. Mereka dipulihkan dan kembali ke peranan mereka yang sebelumnya.”

Dalam khotbahnya, Haggard mengatakan bahwa anak buah ayahnya pernah melecehkan dia sewaktu berusia 7 tahun, sebuah pengalaman yang “mulai berbuah” sewaktu ia 50 tahun. Haggard mengatakan sesuatu yang “mulai berkecamuk di pikiran dan hati saya.” Haggard mengatakan meskipun beberapa tuduhan terlalu berlebihan, “Saya benar-benar telah berdosa.”

“Anda bisa membangun sebuah karir diluar dari kehidupan Kristiani Anda yang telah jatuh lalu diubahkan,” ujar David Edward Harrell, seorang professor sejarah di Universitas Auburn yang mempelajari Kristiani karismatik dan pentakosta. “Yang tidak bisa Anda lakukan adalah kembali dan melakukan hal yang sama. Sekali Anda kehilangan rekanan tersebut, maka itu hilang selamanya.”

Para kaum evangelis mempercayai Tuhan bisa mengubahkan setiap hati, meski begitu Haggard hendaknya tetaplah akuntabel dan tidak seharusnya kembali ke pelayanan terlalu cepat, ujar David Neff, editor dari majalah Christianity Today.

Sumber : christianpost.com

Kerendahan Hati yang Sejati

November 20, 2008

Kerendahan Hati yang Sejati
Ps. Indri Gautama

“God sets Himself against the proud and haughty, but gives grace (continually) to the lowly (those who are humble enough to receive it).” (James 4:6 AMP)
Dalam bahasa Indonesia, ayat di atas bisa diterjemahkan menjadi sebagai berikut: “ Tuhan menempatkan diri-Nya melawan orang yang congkak, sombong dan tinggi hati, tetapi memberikan kasih karunia kepada orang yang rendah hati (mereka yang cukup rendah hati untuk menerima kasih-karunia-Nya).” – Yakobus 4:6.

Dengan jelas Yakobus mengatakan bahwa kasih karunia Tuhan hanya tersedia bagi orang yang rendah hati; sementara itu, orang sombong akan menjadi musuh Tuhan. Tentunya kita tidak ingin menjadi musuh Tuhan, tetapi kita ingin Tuhan selalu ada di pihak kita.

Supaya kita selalu memperoleh kasih karunia Tuhan dalam segala sesuatu yang kita kerjakan, sangat penting bagi kita untuk mengerti aplikasi dari kerendahan hati yang sesungguhnya ( true humility). Merendahkan hati berarti:

1. Mengakui apa yang Tuhan katakan mengenai diri kita.
Seringkali kerendahan hati disalah-artikan dengan minder ( inferiority complex).. Menganggap diri rendah, tidak bisa apa-apa, tidak layak, minder bukanlah rendah hati. Ini semua adalah kerendahan hati yang palsu. Kelihatannya lemah lembut dan sopan, tetapi sombong di dalam. Mengapa sombong? Karena orang yang minder melihat diri mereka jauh lebih rendah dari apa yang Tuhan katakan mengenai mereka.

2. Mengakui semua kesuksesan sebagai bentuk kasih karunia Tuhan dan tidak lebih dari itu.
Rasul Paulus memiliki pelayanan yang sangat berhasil dan berbuah. Pelayanannya tersebar ke seluruh penjuru dunia sampai Eropa Barat, Eropa Timur dan Asia Kecil. Bisa dikatakan bahwa dia adalah rasul yang paling berpengaruh sepanjang masa. Tetapi di tengah kesuksesannya, ia berkata:
”Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang……” – 1 Korintus 15:9-10.

Rasul Paulus sangat rendah hati. Ia sadar dan mengakui tangan Tuhan lah yang sudah membawanya sampai ke kejayaan, bukan hasil jerih payahnya.

3. Menanti dengan hati sabar untuk menggunakan cara Tuhan dalam menyelesaikan krisis.
Kesombongan seseorang segera terbaca ketika dia mengalami krisis. 1 Samuel 13 mengisahkan Saul yang dihadang oleh orang Filistin. Ketika ia menjadi sangat cemas karena serangan orang Filistin sudah semakin dekat dan nabi Samuel tidak kunjung datang, Saul memutuskan untuk mempersembahkan korban bakaran sendiri. Dia memakai hikmatnya sendiri dalam menghadapi krisis dan kasih karunia Tuhan tidak turun atas hidupnya.

Sebaliknya, raja Daud melewati pengalaman yang sama dengan raja Saul (1 Samuel 30), di mana mereka mendapati seluruh perkemahan telah dijarah habis dan anak-isteri mereka diculik. Rakyat marah dan berniat melempari Daud dengan batu. Di tengah krisis seperti itu, Daud memilih untuk berkonsultasi dan menguatkan kepercayaannya pada Tuhan. Hasilnya, Daud merebut kembali semua yang telah diambil oleh musuhnya.

Anda bisa mengalami kemenangan seperti raja Daud. Kemenangan tidaklah sejauh yang Anda pikirkan, asal Anda dengan hati-hati mengevaluasi hati Anda. Apakah Anda sudah setuju dengan semua firman-Nya? Apakah Anda mereferensikan kesuksesan Anda pada kasih karunia-Nya? Apakah Anda dengan sabar menunggu Tuhan untuk memakai cara-Nya dalam mengatasi krisis Anda?

Sumber : Maria Magdalena Ministries

7 Langkah Praktis Menuju Sukses

November 18, 2008
PENDAHULUAN

Sukses dalam Tuhan adalah yang paling ideal. Sukses karena Tuhan adalah standard hidup orang percaya. Dengan demikian kesuksesan itu telah digariskan oleh Allah. Kesuksesan telah dituliskan dalam firman Allah. Kesuksesan adalah janji Allah yang pasti tergenapi dalam setiap kehidupan orang-orang percaya.
PENJELASAN

as00085.jpg
 

Melalui pelajaran penting hari ini, kita dapat menerapkan, mempraktekan dan menjalani langkah-langkah praktis menuju sukses berikut ini:

  1. 1. Berbeda dengan dunia ini (Daniel 1:8-20)
    Daniel adalah orang buangan, tetapi Daniel memiliki komitmen untuk tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan anggur yang biasa diminum. Daniel berani mengambil keputusan untuk lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Daniel dan teman-temannya percaya bahwa keputusannya justru membawa berkat yang luar biasa dalam kehidupannya yakni perawakan mereka lebih baik dan lebih gemuk bahkan Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat serta pengertian tentang berbagai bagai penglihatan dan mimpi. Sehingga Daniel dan teman-temannya 10 X lebih cerdas dari semua orang yang berilmu. (ayat 15, 17, 20). Langkah yang pertama kita harus berani bebeda dari dunia ini (Roma 12:2).
  2. Hikmat (I Raja-raja 3:16-28)
    Amsal berkata, “takut akan Allah adalah permulaan pengetahuan”. Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian. (Ams 2:6). Salomo sangat berhikmat yaitu dapat menentukan Ibu yang tepat dari seorang bayi yang diperebutkan oleh dua orang ibu. Melihat sikon yang serba tidak menentu membuat kita sangat membutuhkan hikmat Allah sehingga melahirkan ide, gagasan dan pemikiran yang cemerlang serta keputusan-keputusan yang tepat.
  3. Iman (Dan 3:17,18; 6:11,12; Mzm 37:5)
    Iman adalah percaya kepada Allah yang tidak pernah gagal dan Allah yang tidak pernah berubah. Berarti keraguan, kekuatiran, ketakutan, kebimbangan dan kecemasan harus lenyap dengan sendirinya dalam kehidupan kita. Percayalah, mujizat akan terus terjadi setiap hari dalam kehidupan kita dan keluarga-keluarga kita.
  4. Kasih (I Kor 13:1-13)
    Persaingan usaha semakin tajam tetapi jangan pernah kita lupakan kasih! Karena Kasih, maka Allah menyelamatkan kita, karena Kasih, maka Allah meengampuni dan melupakan semua dosa kita. Sehingga kita dituntut untuk selalu mengasihi Allah, sesama bahkan musuh kita sekalipun dan akhirnya kemuliaan Allah memenuhi kehidupan kita dan kita sedang menuju kepada kesuksesan.
  5. Perencanaan (Ams 6:6-8; 30:25)
    Apabila kita gagal membuat perencanaan maka sesungguhnya kita sedang merencanakan untuk gagal. Semut menyediakan roti di musim panas dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen apalagi kita manusia yang sangat berharga dan berarti di mata Allah yakni kita harus membuat perencanaan, memiliki visi ke depan dan langkah-langkah kita pasti menuju kepada kesuksesan.
  6. Pelajari kelemahan kita
    Tim Sepakbola Nasional Belanda sulit meraih kemenangan karena masing-masing pemain terlalu menunjukkan kehebatan dirinya dan klubnya masing-masing sehingga mengabaikan kesatuan, kebersamaan dan kerja sama. Dengan demikian, kalau kita mengetahui kelemahan kita dan mau memperbaikinya pasti kita dapat mengembangkan semua potensi, karunia dan talenta kita.
  7. Kesuksesan ada di depan mata kita
    Janji Tuhan kepada kita yakni apapun juga yang kita lakukan pasti berhasil dan Tuhan mengangkat kita menjadi kepala dan bukan ekor, Tuhan mengangkat kita naik dan bukan turun. Tuhan memberikan kepada kita kehidupan dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh 10:10)

PENUTUP

Selamat meraih kesuksesan & kebahagiaan dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Pembicara: Pdt. David J. Kather

SUMBER : GLOWFC

 

Cindy Jacobs – Jenderal Peperangan Rohani

October 3, 2008

Cindy Jacobs adalah puteri seorang pendeta gereja Southern Baptist. Ia dibesarkan di Texas dengan penghargaan yang tinggi akan hal-hal kerohanian. Ia pertama kali mendengar panggilan Allah pada tahun 1960 ketika berusia 9 tahun, saat menghadiri camp gereja. Ia naik ke sebuah bukit karang di hutan belakang kapel dan berdoa di sana. Ada hal khusus yang Allah inginkan untuk dilakukan oleh Cindy, demikian pesan Allah baginya.

Mimpi-mimpi tentang neraka pun mulai ia alami ketika berusia 12 tahun. Malam demi malam ia terbangun dengan penuh keringat dingin. Ia melihat orang-orang menderita siksaan kekal, dan hal ini mendorongnya memohon pada Allah agar memakai hidupnya untuk memenangkan orang-orang terhilang.

Setelah lulus kuliah, Cindy mengajar musik di sekolah umum. Pada tahun 1973 ia menikah dengan Mike dan hidup sebagai ibu rumah tangga biasa dengan dua anaknya. Di sela kesibukannya Cindy aktif memimpin koor gereja, bermain piano, memimpin ibadah Minggu pagi dan mengajar pemahaman Alkitab di gereja. Walaupun begitu, Cindy selalu merasa bahwa pelayanannya seharusnya menjangkau lebih jauh lagi dari sekedar di rumah dan gereja lokal. Bertahun-tahun telah berlalu, sepertinya Allah telah melupakan perjumpaan mereka di bukit karang di tengah hutan dulu.

Ketika Cindy berusia 30-an tahun, suatu hal aneh tiba-tiba terjadi. Setiap malam pada jam yang sama, Cindy selalu terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Hal itu berlangsung selama 2 minggu, sehingga dia memutuskan bahwa pasti ada alasan mengapa dia bangun pada jam tersebut. Ternyata Allah sedang menunjukkan padanya cara berdoa. Cindy lalu mulai berdoa bagi keluarga dan teman-temannya, disebutkannya nama siapa saja yang terlintas dalam pikirannya saat itu.

Di suatu malam ia terdorong untuk berdoa bagi seorang pendeta di gerejanya. Dia membisikkan suatu doa sederhana, “Tuhan, dia membutuhkan kesembuhan, dan dia merasa kesepian serta ketakutan. Hibur dia Bapa, sembuhkan dia, dan beritahu bahwa dia tidak sendirian.” Dia lalu menambah permintaannya, “Bapa, saya benar-benar ingin mendapat peneguhan dari Engkau bahwa doa-doa saya ada gunanya.” Sebelum ia terbaring kembali untuk tidur, Cindy memperhatikan waktu itu jam 3:10 dini hari.

Pada kebaktian keesokan harinya, pendeta itu menjumpai Cindy. Katanya, “Tidak banyak orang yang tahu hal ini. Saya menderita kanker. Semalam saya terbangun dan merasa kesakitan. Saya merasa kesepian dan berteriak di hadapan Allah. Tuhan tidak adakah seorang yang memperhatikan saya? Pada saat itu Allah berkata pada saya, ‘Cindy Jacobs terjaga, dan dia berdoa untukmu.’ Waktu itu sekitar jam 3:10,” kata pendeta itu.

Peneguhan itu cukup bagi Cindy untuk tetap berdoa di tengah malam dan ia makin diteguhkan ketika tahu bahwa pendeta itu telah disembuhkan. Ia berdoa lebih tekun lagi dan ia merasakan doa-doanya selalu mengenai sasaran. Kabar segera tersiar, bahwa jika orang butuh sesuatu, mereka perlu datang ke Cindy Jacobs. Gereja dan Women’s Aglow Chapter mulai memintanya berbicara tentang doa syafaat. Dia menggali Firman Allah untuk menemukan cara bagaimana mengajar orang berdoa. Allah pun meningkatkan pelajarannya dengan mempertemukan Cindy dengan pemimpin-pemimpin doa seperti C. Peter Wagner, Joy Dawson, Dick Eastman dan BJ. Whilhite. Perjumpaannya dengan orang-orang ini membangkitkan semangatnya untuk dipakai Allah lebih dahsyat lagi.

Tapi konflik di dalam diri Cindy mulai timbul berkenaan dengan pelayanannya. Cindy merasakan Tuhan memimpinnya untuk pergi ke negara lain, namun banyak orang yang memberitahukannya untuk tetap tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga membesarkan kedua anaknya. Selama dua tahun ia bergumul tentang hal ini hingga akhirnya Allah membukakan semuanya bagi dirinya dan juga Mike, suaminya. Mereka berdua lalu terjun sepenuhnya ke ladang misi dan di tahun 1985 Cindy bersama Mike mendirikan Generals of Intercession (GI) yang melayani bidang doa syafaat atau doa peperangan rohani.

Cindy percaya bahwa gereja tidak efektif memenangkan bangsanya bagi Kristus karena orang Kristen kurang memahami strategi doa gaya militer. Seperti C. Peter Wagner dan orang-orang lain yang sadar akan pentingnya peperangan rohani, Cindy menghimbau umat percaya di seluruh dunia untuk memerangi kuasa kegelapan dengan doa yang terarah. Dia menantang orang Kristen untuk memerangi “roh-roh teritorial”. Bukunya yang diterbitkan pada tahun 1991 berjudul “Possesing the Gates of the Enemy” dianggap sebagai buku manual untuk doa peperangan rohani di mana-mana.

Pengalamannya yang luar biasa bersama Allah menjadikan Cindy memiliki banyak kisah peperangan rohani, dan ia suka bagikan kepada teman-temannya untuk menguatkan dan mendorong mereka untuk lebih bersemangat.

  • Pada tahun 1990 dia berbicara di dua seminar di kota Resistencia, Argentina. Pendeta lokal menunjukkan apa yang mereka rasakan sebagai roh-roh jahat yang menguasai kota itu termasuk San La Muerte, roh kematian yang disembah oleh penduduk setempat. Setelah waktu pertobatan, pemimpin Kristen lokal mengusir roh-roh jahat itu. Menurut penginjil Argentina Edgardo Silvoso, kota yang berpenduduk 400.000 itu sukar sekali dijangkau sampai waktu itu. Tetapi setelah roh-roh jahat itu diusir, keanggotaan gereja meningkat dua kali lipat, 18 jemaat baru didirikan dan walikotanya menerima Kristus
  • Di tahun yang sama, Cindy menubuatkan dalam pertemuan doa di kota Argentina, Mar del Plata bahwa meja judi di salah satu kasino terbesar di kota itu akan dilemparkan ke jalan. Dia juga menyatakan bahwa kasino itu akan menjadi tempat ibadah. Suatu pernyataan yang kelihatannya terlalu mengada-ada. Tapi, tepat 51 hari setelah didoakan oleh pendoa syafaat lokal, kedua nubuatan itu terjadi. Api merusak bagian kasino dan pemiliknya secara harafiah melemparkan meja judi ke jalan.
  • Pada tahun 1991, sekelompok pendoa syafaat di Brasilia mengincar kubu roh jahat ‘Karnaval’, setelah Cindy memberikan nubuatan bahwa Allah akan memakai arak-arakan “Berbaris Bagi Yesus” untuk menghentikan festival kegelapan itu. Para pendoa syafaat percaya bahwa ‘Karnaval’ adalah tenaga penggerak di balik pemberontakan yang terjadi di jalan-jalan di Brasilia. Menurut sumber Cindy di Brasilia, paling sedikit lima perayaan ‘Karnaval’ akhirnya ditutup pada tahun 1993.
  • Tahun 1993 Cindy memimpin doa pendobrakan di Jepang, dimana masyarakat Kristennya sedikit dan terpecah-pecah. Pemimpin rohani setempat berkata bahwa peristiwa itu penting artinya karena umat percaya baik karismatik maupun bukan bertobat karena terpisah satu sama lain. Beberapa bulan kemudian ketika diadakan KKR secara nasional yang pertama di Jepang, ribuan orang mengaku percaya kepada Kristus.

Cindy Jacobs tidak merasa takut dengan peranannya karena ia menguasai strategi peperangan rohani dan dia tahu bahwa ia akan menang. Di samping itu, dia percaya Allah memakai bejana yang lemah untuk menghasilkan hal yang besar bagi kerajaan Allah. Dan semuanya itu meneguhkan jenderal wanita ini untuk terus berperang bagi Kristus.

Sumber : http://www.sumbercerita.com

KESAKSIAN NYATA “Pengamen cilik dipakai TUhan”

July 25, 2008

Mau saya doakan….?

 

Di
bawah ini merupakan kesaksian dari pendeta yang kemarin berkotbah di tempat
saya. Nama pendetanya Bp Wisnu. Berikut penuturan beliau:

Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di daerah Tangerang.
Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang harinya untuk menuju rumah kakak
saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari. Di
dalam bis yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik usia
sekitar 7-8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana (mungkin dari tutup botol)
Berbekal alat musik sederhana tersebut, dia nyanyikan lagu “Yesus ajaib,
Tuhanku ajaib….” (~ a song by Ir. Niko, red.) Dan kata-kata
tersebut diulang terus menerus. Hampir seluruh penumpang bis memarahi anak
tersebut, “Diam kamu! Jangan nyanyi lagu itu lagi. Kalau kamu nggak diam,
nanti saya pukul kamu!”

Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka dan dengan berani
terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam hati berkata, “Tuhan, anak ini
luar biasa. Kalau saya, belum tentu saya bisa/berani melakukan hal
tersebut”. Karena bis akan melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya,
di pintu tol menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun
dari bis tersebut. Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut. Anak kecil itu
didorong hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia bangkit lagi. Tapi dia didorong
oleh massa hingga terjatuh lagi. Semua penumpang bis mengerumuni anak itu. Saya
masih ada di situ dengan tujuan jika kemudian anak tsb akan ditempeleng atau
dihajar, saya akan berusaha untuk menariknya lari menjauhi mereka.

Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah, “Sudah
dibilang jangan nyanyi masih nyanyi terus! Kamu mau saya pukul?” dst, dst.
Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah mereka mulai mereda, anak kecil
itu baru berbicara, “Bapak-bapak, Ibu-Ibu jika mau pukul saya, pukul saja.
Kalau mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya
dipukul atau dibunuh saya tetap akan menyanyikan lagu tersebut.” Seluruh
kerumunan menjadi terdiam sepertinya mulut mereka terkunci. Kemudian dia
melanjutkan, “Sudahlah… . Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah lagi. Sini..
saya doakan saja Bapak-Ibu.”

 

Dan apa
yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan satu per satu oleh anak ini.
Banyak yang tiba-tiba menangis dan akhirnya mau menerima Tuhan. Saya yang
sedari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian pergi meninggalkan kerumunan
tsb. Saya melanjutkan naik mikrolet. Jalanan macet krn kejadian tersebut hingga
mikrolet melaju dengan sangat lambat.. Sopir mikroletnya bertanya, ” Ada
apa sih Pak? Koq banyak kerumunan?” Saya jawab “O…. Itu ada banyak
orang didoakan oleh anak kecil.”

Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan, tiba-tiba anak kecil pengamen itu
naik mikrolet yang sama dengan saya. Saya kemudian bertanya, “Dik, kamu
nggak takut dengan orang-orang itu?”

Jawabnya, “Buat apa saya takut? Roh yang ada dalam diri saya lebih besar
dari roh apapun di dunia ini”, tuturnya mengutip ayat F irman Tuhan.
Lanjutnya, “Bapak mau saya doakan?”

 

Saya
terperanjat, “Kamu mau doakan saya?”

Jawabnya, “Ya kalau Bapak mau.”

Saya menjawab, “Baiklah. Kamu boleh doakan saya.”

Doanya, “Tuhan berkati Bapak ini. Berkati dan urapi Bapak ini jika sore
nanti dia akan ada pelayanan Youth.”

Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras mengalir. Saya
tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang mungkin menonton kejadian
tersebut. Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri yang berbicara pada anak ini, dari
mana dia tahu saya akan ada pelayanan Youth sore ini.

Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan, jika kita mau,
Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi kemauan yang Tuhan
kehendaki.

~
kesaksian oleh Pdt. Wisnu

sUMBER : MAILINGLIST TERANGDUNIA