Ayahku Tukang Batu

March 30, 2009 by candrawijaya

Alkisah, ada sebuah keluarga sederhana yang memiliki seorang puteri yang
menginjak usia remaja. Demi mencukupi kebutuhan keluarganya, sang ayah
bekerja menjadi tukang batu bagi sebuah perusahaan kontraktor di kota.

Karena pekerjaan ayahnya, si puteri merasa malu. Ia tak mau mengakui profesi
sebenarnya dari sang ayah. Jika ada orang yang bertanya tentang pekerjaan
ayahnya, ia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. “Oh,
ayahku bekerja sebagai eksekutif di perusahaan kontraktor,” katanya. Puteri
lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya dan berpura-pura menjadi
anak orang kaya.

Mengetahui sikap tersebut, ayah sang puteri merasa sedih. Perkataan dan
perbuatan anaknya yang tidak jujur demi mengingkari keadaan yang sebenarnya
telah melukai hati ayahnya. Ia tak mengerti mengapa puteri semata wayangnya
tega berbuat hal itu kepadanya.

Akibat sikap dan perilaku puterinya tersebut, hubungan ayah dan puteri
kurang harmonis. Bahkan puteri lebih banyak menghindar saat bertemu dengan
ayahnya. Ia lebih suka mengurung diri di kamarnya yang kecil. Sang puteri
sibuk menyesali keadaannya. “Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku. Mengapa
Engkau memberiku ayah seorang tukang batu?” keluhnya dalam hati.

Karena ingin menyelesaikan masalah itu sehingga tak berlarut-larut, pada
suatu hari sang ayah mengajak puterinya berjalan-jalan berdua ke sebuah
taman tak jauh dari rumah mereka. Meski enggan, sang puteri terpaksa
mengikuti kehendak ayahnya. Mereka berjalan-jalan berkeliling sembari
menikmati pemandangan di sekitar taman.

Saat beristirahat sejenak, sambil memandangi gedung-gedung megah yang
membentang di tengah kota, sang ayah berkata, “Puteriku, selama ini ayah
menghidupi dan membiayai sekolahmu dan hidupmu dengan bekerja sebagai tukang
batu. Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah tukang batu
yang baik, jujur, disiplin dan jarang melakukan kesalahan. Ayah ingin
menunjukkan sesuatu kepadamu. Lihatlah gedung bersejarah yang ada di sana.
Ayah adalah salah seorang yang ikut membangun gedung itu hingga bisa berdiri
dengan megah dan indah,” ucap sang ayah dengan senyuman kebapakan.

“Memang nama ayah tidak tercatat di sana, tetapi keringat ayah ada di sana.
Lihatlah juga berbagai bangunan megah dan indah di kota ini. Ayah telah
menjadi bagian tak terpisahkan dari gedung-gedung itu. Ayah bangga dan
mensyukuri pekerjaan ayah hingga hari ini. Nah, ayah juga ingin engkau
merasakan kebanggaan yang sama dengan ayahmu. Tak peduli apapun pekerjaan
yang kita kerjakan, jika kita mengerjakannya disertai dengan komitmen,
kejujuran, perasaan cinta dan tahu untuk apa itu semua, maka sepantasnya
kita mensyukuri nikmat pekerjaan itu.”

Sang puteri terpana mendengar penjelasan ayahnya. Rupanya selama ini ia tak
menyadari betapa mulianya pekerjaan ayahnya. Sambil memeluk sang ayah,
puteri berkata, “Maafkan puteri, ayah! Puteri telah bersalah selama ini.
Walaupun tukang batu, tetapi ayah adalah seorang pekerja yang hebat. Puteri
bangga dengan ayah.” Dan mereka tenggelam dalam pelukan penuh haru.

Dikisahkan oleh Andre Wongso di dalam Majalah Media Kawasan edisi Maret
2009. Pertama kali diposting di Pentas Kesaksian pada tanggal 19 Maret 2009.

Sumber : http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Ajaib Kau Yesus (Album Yesus Aku Percaya)

March 30, 2009 by candrawijaya

AJAIB KAU YESUS
By : Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo
Cipt. Ir. Welyar Kauntu

Ajaib Kau Yesus
Ajaib KasihMU
Yang KAU Nyatakan
Di sepanjang hidupku

Dari segalanya
Yang Kau Janjikan
T’lah KAU genapi bagiku

Reff :
Banyaklah Yang T’lah buat dalam hidupku
Ku mau bersyukur
Ku MemujiMU

Dengan apa ku dapat
Membalas kasihMU
Kusembah KAU YESUS
Selamanya…

Album : Yesus, Aku Percaya vol. 07

Yesus, Aku Percaya Vol.07

Grace Natalie Louisa – Penyertaan Tuhan, Kekuatanku

March 27, 2009 by candrawijaya

Cerdas, cantik dan komunikatif. Tiga hal yang harus dimiliki seorang news anchor alias pembaca berita itu melekat pada Grace Natalie. SCTV mengendus potensi itu sejak Grace masih kuliah. Ajang SCTV Goes to Campus mempertemukan mereka. Meski mengambil jurusan akuntansi di STIE IBII, Jakarta, ternyata Grace juga menguasai ilmu jurnalistik. Maka, ia pun memenangi ajang penjaringan presenter berita itu untuk wilayah Jakarta. “Pada dasarnya, aku memang suka ikut lomba. Di akhir kuliah, aku ikut lomba SCTV Goes to Campus, dan aku menang untuk wilayah Jakarta,” kisahnya pada Rumi dari Bahana.

Pembelajar Cepat
Ketika ditandingkan dengan peserta daerah lain di tingkat nasional, perempuan berkulit bersih itu masuk lima besar. Pintu untuk memasuki dunia pertelevisian pun mulai terbuka. Lulus kuliah, SCTV langsung merekrutnya. “Direkrut SCTV ikut aja. Pertimbangannya kalau pun nggak betah masih ada waktu untuk berubah haluan,” kenangnya.
Awalnya, Grace mengaku cukup kesulitan beradaptasi dengan ritme kerja dunia pertelevisian yang sangat dina¬mis. Jam kerjanya tidak seperti orang kantoran. Kadang masuk pagi, jam enam pagi hingga jam 3 sore. Kadang masuk malam, jam 9 malam pulang jam 6 pagi.
Sebagai anak bawang, ia tidak boleh menolak tugas apa pun. Desk berita kriminal menjadi ladang ujinya. “Waktu masih anak baru, harus mau liputan apa pun. Biasanya digembleng lewat berita kriminal karena unsur beritanya (5 W, 1 H-nya) harus jelas,” terang Grace.
Karena televisi lebih mengutamakan bahasa gambar, tak jarang naskah yang sudah susah payah ditulis Grace hanya muncul sekelebat. “Nulis naskahnya bisa satu jam lebih, dibacanya hanya satu menit,” kata Grace yang awalnya sempat merasa kesal itu.
Kadang-kadang, Grace pun menerima teguran langsung dari atasannya. “Dulu, biasanya aku ditelepon atasan karena gambar tidak sesuai dengan naskah. Mengapa gambar yang menarik tidak ditaruh di awal, dsb”. Grace lagi-lagi mengenang awal kariernya itu. Masukan itu dicatatnya baik-baik. Bekal berharga, kelak.

Karier Cemerlang
Lambat laun, ia pun akhirnya jatuh cinta pada dunia jurnalistik. Alasannya, ia merasa lebih berkembang. Lingkungan tempat bekerja sangat mendukung. Ia ditempa dan dibentuk di tangan ahli. Tak hanya itu, pekerjaan sebagai wartawan sejalan dengan hobi travelling-nya. “Aku sangat suka travelling. Aku senang ke daerah dan lingkungan baru sekalipun bukan tempat wisata, bahkan daerah konflik atau bencana sekalipun.”
Dalam kurun waktu tiga tahun, karier jurnalistik gadis cantik itu makin cemerlang. Sempat berpindah-pindah stasiun TV. Dari SCTV ia hijrah ke ANTV. “Aku dengar, ANTV akan gabung dengan Star TV yang berafiliasi ke Forbes. Selain itu, juga karena dulu ANTV dipimpin Pak Karni (Karni Illyas), siapa yang tak tahu beliau?” kata Grace memberi alasan.
Sekarang, ia menjadi pembawa acara Kabar Pasar di TVOne. Berpindah-pindah tempat kerja, pertanda tak loyalkah ia? “Yang aku alami dalam kehidupanku ini semua serba tepat. Termasuk, setiap kali aku pindah kerja. Prinsipku, di mana pun aku berada, berkaryalah sebaik mungkin. Kalau suatu hari Tuhan kondisikan pindah ya pindah. Seperti Abraham yang Tuhan suruh untuk pindah, dia ikut saja,” papar Grace yang selalu menyempatkan diri ke gereja kendati sibuk ini.

Penyertaan Tuhan
Grace merasakan betul campur tangan Tuhan dalam kariernya. Pekerjaan sebagai wartawan mengantarkan ia pada kesempatan langka yang sangat jarang dikecap orang awam. Dari yang menyenangkan hingga menegangkan. Hingga dia pun berujar, ”Kalau bukan Tuhan yang turun tangan jelas nggak mungkin. Kerap kali aku hampir angkat tangan saat menjalankan tugas. Setelah itu, aku lihat Tuhan yang turun tangan. Pekerjaanku pun berhasil.”
Beberapa kali, ia melakukan wawancara eksklusif dengan tokoh-tokoh dunia seperti Jose Ramos Horta (Presiden Timor Leste), Steve Forbes (CEO Majalah Forbes) hingga George Soros. Tak hanya pengalaman menyenangkan, peristiwa menegangkan hingga nyaris merenggut nyawa pun pernah menghampiri hidupnya.
Pasca gempa bumi dan tsunami dahsyat yang melanda Aceh, aktivitas beberapa gunung berapi meningkat. Termasuk Gunung Talang di Padang yang waktu itu dalam status awas. Setiap saat bisa meletus. Grace ditugaskan untuk meliput. Waktu itu Grace berharap bisa mencapai puncak dan mengambil gambar dengan meng¬gunakan helikopter. Harapan tinggal harapan. Karena semua helikopter tersedot ke Aceh untuk mendistri¬busikan bantuan logistik. “Akhirnya kita (Grace dan kameraman) mendaki mulai dari kaki gunung, jauh dari yang saya bayangkan. Ditambah aku bukan tipe orang yang suka hiking. Perjalanan terasa makin berat. Puncak gunung saja tidak terlihat, tertutup awan,” Grace mengenang.

Pelajaran Indah
Penduduk sudah dievakuasi karena keadaan tak lagi aman. Ajaibnya, seharusnya tak ada lagi penduduk, tapi mereka bertemu tiga pemuda desa dan seekor anjing. Biasanya, insting binatang lebih tajam, tetapi anjing itu tenang saja berjalan. Jadilah mereka penunjuk arah.
Jalan yang ditempuh bukanlah jalan setapak yang semestinya. Mereka harus membuka jalan. “Banyak ilalang dan semak belukar. Jalannya masih belum ada, jadi kita yang buka jalan. Sepanjang jalan pun banyak debu vulkanik,” kisahnya Medan berat sempat menyurutkan semangat Grace dan rekannya. Untunglah, mereka tetap bertahan untuk melanjutkan perjalanan. “Begitu sampai di puncak, angin yang berhembus ternyata mengandung racun. Tapi puji Tuhan angin nggak mengarah ke kita, tapi berlawanan arah. Padahal secara manusia bisa saja kita nggak selamat,” ucap Grace penuh syukur.
Peristiwa itu meninggalkan kesan mendalam dalam diri Grace. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Ketika kita hendak menyerah, Ia turun tangan. “Sebagai manusia aku hanya berusaha maksimal, biar Tuhan yang sempurnakan hasilnya. Makanya ketika kita sok menyelesaikan sendiri hasilnya nggak oke, tapi ketika aku angkat tangan, Tuhan turun tangan,” simpul perempuan yang memercayakan hidupnya pada Tuhan semata ini.

Rindu Pelayanan
Grace memang punya pengalaman khusus dengan Tuhan. Melalui acara retreat yang diikutinya saat masih SD, Tuhan menyapanya. “Waktu kelas enam SD. Yang aku ingat lewat retreat aku menerima Yesus sebagai Juruselamat. Guru mengajarkan Tuhan Yesus itu baik dan mengasihi aku,” urainya mengenang.
“Tapi nggak berhenti sampai SD. Aku lama sekali berdoa agar keluarga juga diselamatkan. Dan, meski lama akhirnya mereka semua percaya Yesus. Aku mengalami firman satu orang diselamatkan maka seisi rumah akan diselamatkan,” ujarnya bahagia.
Sebelum disibukkan dengan pekerjaan, Grace aktif melayani sebagai guru Sekolah Minggu. ”Kurang lebih setahun, aku aktif sebagai guru Sekolah Minggu. Aku memang suka anak-anak. Aku sangat menikmati pelayanan sebagai guru Sekolah Minggu itu,” tutur perempuan pencinta keluarga ini.
Sayang, sejak bekerja sebagai reporter, pelayanan itu mulai ditinggalkan. ”Dulu aku juga sempat ikut koor, kadang jadi singer. Begitu kerja di televisi, agak ribet ngatur waktunya,” kata jemaat Gereja Kristus Yesus, Sunter ini.
Namun, lanjut Grace, ”Belakangan ini, aku ingin pelayanan lagi. Mungkin pemimpin pujian. Kita lihat saja nanti ya,” ujar Grace tak mau mengum¬bar janji. Ya, kita doakan Grace semoga kerinduanmu segera terwujud.

Sumber : Bahana Magazine

Jill Gladys: Mendatangi Sumber Berkat

March 27, 2009 by candrawijaya

Jill Gladys

Kariernya meroket dalam waktu singkat. Kurang dari dua tahun, Jill sudah membintangi 14 iklan, lebih dari 20 sinetron dan FTV serta main dalam tiga film sekaligus.
Bagi pendatang baru, apa yang diperolehnya terbilang cepat. Bintang iklan Biore ini mengakui dengan jujur, ia tidak tahu bagaimana semua itu bisa menghampirinya. Hanya satu yang ia yakini, jalan dan pikiran manusia bukanlah jalan dan pikiran Tuhan.

Negeri Jiran
Menelusuri jejak perjalananan Jill, tidak lepas dari masa hidupnya di Malaysia. Di negeri jiran ini ia tadinya ingin meraih ilmu lalu bekerja atau menjadi wirausaha. Angan-angan itulah yang tertanam di benaknya.
Jenuh berkutat dengan buku, Jill ingin hidup bersenang-senang. Apalagi didukung dengan fasilitas yang nyaris tanpa batas. Kapan saja butuh uang, Jill tinggal menelepon ke rumah. Tak sampai seminggu, rekeningnya akan bertambah. Rupanya ini menjadi bumerang.
“Di Malaysia aku sendirian. Sepi itu terasa banget, aku jadi gila belanja. Duit berapa saja pasti habis. Kuliah sih baik tapi belanja juga kadang nggak pikir-pikir lagi.” Lelah dengan belanja sana-sini ia pun sadar, “Nggak bisa begini terus. Akhirnya aku sendiri yang mendisiplinkan diri. Aku telepon orangtua dan minta uang kiriman dibatasi,” ujar pecinta keluarga ini.
Dari situ ia mulai sadar pentingnya arti tanggung jawab atas hidupnya, termasuk kuliah yang tengah digelutinya. Ia pun terjaga, sebelum hidupnya berantakan.
Pasalnya, di apartemennya, ketika di Malaysia, ia berteman dengan mahasiswa Indonesia yang hidup serba bebas. “Untuk semua yang serba cepat demi untuk senang-senang mudah sekali, tapi aku pikir hidup benar atau nggak benar semua adalah pilihan. Dan, apa pun risikonya harus ditanggung,” ujarnya.

Iklan, Sinetron, dan Film
Karakter bertanggung jawab ini kemudian mengental dalam dirinya. Termasuk ketika harus kembali ke Tanah Air usai mengantongi gelar dari Sunway University, Kuala Lumpur, Malaysia.
Begitu juga ketika untuk pertama kali ia mendapat tawaran kasting. Jill mempersiapkannya dengan matang dan penuh tanggung jawab. Tapi sayang ia gagal.
Bagusnya, pemilik wajah oriental ini tak patah arang. Tinggi, berkulit mulus, rambut panjang hitam berkilau. Perawakan yang dicari industri hiburan. Wajahnya yang “berbeda” dari model kebanyakan begitu berkesan di banyak rumah produksi. Selanjutnya, mudah ditebak, banyak rumah produksi meminangnya untuk dijadikan bintang iklan.
Tahun 2007 menjadi langkah emasnya. Lewat sejumlah iklan namanya melambung. Akhirnya tawaran sinetron, FTV dan film dijajalnya. Tapi bukan berarti ia asal main. “Semua yang aku dapat selalu tepat. Artinya ketika menerima tawaran iklan, memang sedang tidak main sinetron, FTV atau bahkan film. Begitu juga sebaliknya, ketika main sinetron sedang tidak ada tawaran iklan baru. Aku yakin Tuhan yang mengatur semua,“ papar pemilik hobi membaca, termasuk Bahana, dengan jujur.
Putri pasangan Angka Rahardja dan Lie Han Tjoe selalu mensyukuri berkat Tuhan yang melimpah dalam hidupnya.. “Pikiran Tuhan bukan pikiran manusia, apa pun bisa terjadi, seperti yang aku alami sekarang. Semua karena seizin Tuhan.”
Berlimpah materi dan pujian justru warning bagi dirinya. Hal tersebut membuatnya tidak lengah dan terbuai. Ia tetap mawas diri. Baik dalam membawa diri pula menjaga diri. Pasalnya godaan di kalangan selebritas bukan hanya cerita layar kaca, tapi memang sebuah kenyataan. Kenyataan yang harus dihadapi.
Menyandang predikat publik figur, dengan kecantikan yang khas dan nama yang tengah menjulang, tidaklah mudah untuk hidup benar dan taat aturan Allah. Semua teruji ketika pilihan yang bertentangan dengan firman Tuhan menghadang. Seperti berikut, sudah banyak kali bintang iklan Nescafe ini ditawari untuk mencicipi narkoba sebagai doping. “Yang menawarkan banyak, tapi pertimbangan utama yang membuat aku tidak tergoda adalah tubuh kita adalah bait Allah yang harus dijaga,” ulasnya sambil merapihkan rambutnya yang tertiup angin.

Titik Balik
Bila seorang bintang masih begitu kental ingatannya akan Tuhan, maka seperti apa Jill membangun kesehariannya dengan Tuhan? Bilakah hanya ada masalah atau jalan buntu di hadapan?
“Sorry, lama, tadi harus take terakhir,” jelasnya tanpa diminta begitu melihat Bahana menunggu di sofa berwarna cokelat yang bersampingan dengan ruang syuting. “Tadi sampai mana?” belum lagi Bahana menjawab, ia sudah melanjutkan kalimatnya. “Tuhan adalah bos. Aku hanya mengikuti dan menjalankan apa yang ‘Bos’ kasih. Artinya apa yang dipercayakan harus aku kerjakan sebaik mungkin. Jangan main-main.”
Menurutnya walau terdengar teoritis, sesungguhnya itulah hidup yang dilewati Jill. “Aku pernah ditolong Tuhan, jadi maaf kalau memang agak sedikit fanatik. Itu semata-mata karena aku sudah mengalami kasih Tuhan,” urai jemaat St. Yakobus, Kelapa Gading yang tidak pernah absen ibadah Minggu sekalipun lelah mendera lantaran syuting sampai dini hari. Ditanya siapa yang mengajarkan tentang iman, lawan main Mario Lawata dalam sebuah FTV ini mengaku ibulah yang mendidik tentang iman. Mamanya yang bukan kristiani, ketika menjadi kristiani begitu taat. Sejak kecil Jill bersaudara sudah “dibrainwash” tentang Tuhan Yesus.
Tentang kebaikan dan rencana Tuhan ia tak pernah ragu. Entahkah itu soal rezeki, kesehatan bahkan masa depan sekali pun. “Aku percaya semua yang baik pasti Tuhan sediakan. Contohnya aku tidak pakai manejer, tapi pekerjaan ada saja. Aku percaya itu datangnya langsung dari Tuhan, sumber segala berkat,” bebernya. Simpulnya rezeki Tuhan yang mengatur, kalau sudah bagian seseorang pasti akan didapat.
Lebih dari itu, ia ternyata pernah tidak mendapatkan job selama tiga bulan. Kasting dan tawaran memang dijalani dan dicoba, tapi kegagalanyang dituai. Mengalami banyak gagal di tengah kariernya ia datang pada Tuhan, sumber segala berkat. Dimintanya ampun atas kesalahan-kesalahan yang mungkin tidak disadarinya termasuk kurang bersyukur dan berdoa. Benar saja, tidak lama, usai rekonsiliasi, berkat pun turun.
Tiga bulan tanpa pekerjaan, menjadi titik baliknya. “Sejak itu aku makin serius membangun hubungan dengan Tuhan, walaupun memang sejak kecil sudah kenal Tuhan. Tapi yang memperteguh keyakinanku adalah ketika jobless.” Kini, ia tak berani “main-main” dengan Tuhan. Banyak hal sudah dinikmatinya. “Pernah aku bicara ke Tuhan dalam hati, agar dapat film tahun ini tiga. Itu terucap begitu saja, dan kejadian loh, tahun ini rilis tiga film,” jelasnya dengan mata berbinar.
Titik balik tersebut membuatnya berubah menjadi takut akan Tuhan —ketakutan yang justru menjadi kekuatannya mengarungi lautan hidup. Tertuang dalam rajinnya bersaat teduh, yang acap kali dilakukannya di mobil. Bahkan julukan katro pun sempat dilayangkan pada bintang iklan berbagai produk ini, tapi itu bukan masalah. “Saat teduh hubungan pribadi dengan Tuhan, berguna juga, jadi kenapa harus tidak bersaat teduh?” ujar single cantik ini beretorika. Pemain film Kawin Laris garapan Cassandra Massardi ini pun pernah di dera rasa tidak tenang. Ketika semua serba ada namun ketenangan dan nyaman tak kunjung juga mengikuti, ia tahu kepada siapa harus datang. “Ketidaktenangan pernah aku alami saat serba berkecukupan. Jadi kemapanan pun dapat menjatuhkan. Mencegahnya aku terus evaluasi diri dan jaga hubungan dengan Tuhan.”

Pasar Internasional
Pribadi yang terus belajar ini tentu saja tidak berdiam dan lantas santai saja menikmati jerih lelahnya. Prinsipnya begitu kuat untuk jangan berhenti belajar, tak terkecuali belajar dari sekolah kehidupan. Dengan begitu, katanya, akan selalu ada hal baru yang didapat.
Bila dulu ia gemar pesta, kini tidak lagi, paling bila ada teman yang ultah, dan itu pun jarang datang. Ia cukup tahu diri, maksudnya, “Bukannya gak mau gabung tapi supaya gak tergoda. Aku tahu kalau sudah terlanjur menjalani sesuatu akan lama betahnya,” tipsnya tentang cara agar tidak hidup terlanjur salah.
Belajar dari banyak hal, cara berpikirnya pun berubah. Ia tak lagi menjalani hidup asal, apalagi asal hidup. Ia tahu apa yang akan dituju dan untuk apa ia hidup. Semua terangkum dalam rancangan masa depannya. Sebuah masa depan yang pasti sudah disampaikannya kepada Tuhan.
Apa obsesimu? “Kalau Tuhan berkehendak, rencananya go internasional,” katanya sambil tersenyum malu. Meski terbilang sebagai pendatang baru dan memiliki obsesi muluk, Jill yakin bagi Tuhan tak ada yang tidak mungkin. Toh sebagai manusia seorang Jill hanyalah bisa berusaha dan berupaya maksimal. “Sampai sejauh ini usaha yang aku lakukan mencoba dapat produksi untuk Astro yang sudah tidak tayang di Indonesia lagi. Paling tidak dengan begitu nantinya aku bisa membawa nama Indonesia ke luar negeri,” harapnya cerah meski berbanding terbalik dengan awan gelap yang menaungi lokasi syuting.
Di luar itu, ia berharap satu ketika nanti dapat membuka usaha. Usaha apa gerangan? Tentang yang satu ini ia masih berahasia, ia tak mau berbicara lugas dan jelas. Tapi yang jelas menjadi pengusaha merupakan cita-citanya sejak dulu.

Sumber : Bahana Magazine

Jalan Kaki Jinakan 9 Jenis Penyakit… ???

March 25, 2009 by candrawijaya

STUDI dalam beberapa tahun terakhir semakin mengukuhkan bahwa berjalan tergopoh-gopoh dan bukan jalan santai memang memberi banyak manfaat bagi kesehatan kita.

Inilah sembilan manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas jalan kaki.

 

(1) Serangan Jantung.

Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.
Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.
Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

 

(2). Stroke.

Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

 

(3). Berat badan stabil.

Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

 

(4). Menurunkan berat badan.

Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

 

(5). Mencegah kencing manis.

Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

 

(6). Mencegah osteoporosis.

Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

 

(7). Meredakan encok lutut.

Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris) . Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri. Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk.

Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi.

Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki.

Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

 

(8) Depresi.

Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.

 

(9). Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma).

Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

 

Semoga bermanfaat.

Sumber : Email Dari salah seorang teman

KESAKSIAN JUJUK SRIMULAT

February 24, 2009 by candrawijaya

Panggilan Tuhan Membuatnya takut mati

Bagi penggemar panggung komedi di tahun 80-an, pasti mengenal sosok wanita yang satu ini. Dulu, bersama Gepeng, Asmuni, Timbul, dan Tarzan, ia sering tampil di berbagai acara panggung. Nama itu terus berkibar, setelah dirinya sering didaulat berperan sebagai seorang juragan atau boss dalam setiap lakon, baik itu di televisi maupun panggung-panggung terbuka, seperti di kota Surabaya, Solo, dan Jakarta.

Nama wanita itu adalah Jujuk. Lalu apa sebenarnya yang menarik dari komedian yang satu ini? Istri tercinta pencetus sekaligus pimpinan teras Srimulat Teguh tersebut, pada tahun 2003 lalu memproklamirkan diri sebagai pengikut Kristus. Banyak orang mengenalnya, tetapi sedikit yang tahu kalau dirinya sekarang jadi kristen. Kepada GAHARU wanita yang selalu tampil ayu bak putri Solo ini berkisah dan menuturkan bagaimana proses pengenalannya terhadap Kristus.

Eksistensi Srimulat dalam perjalanannya memang mengalami pasang surut, bahkan sempat vakum dalam kurun waktu yanhg cukup lama. Kehadirannya kembali berkibar sekitar tahun 90-an, ketika salah satu stasiun televisi swasta mengontrak grup ini dalam acara panggung srimulat di indosiar. Sepeninggal Teguh yang dipanggil Tuhan beberapa tahun silam, jujuk memutuskan menikah kembali dengan seorang perjaka. “Maaf namanya tak usah disebut ya,” pintanya sambil tersenyum. Dalam pernikahan yang diharapkan akan menuai kebahagian, seperti yang direguknya bersama Teguh dulu, ternyata jauh panggang dari api. Malah sering terjadi kesalahpahaman yang ujung-ujungnya terjadi pertengkaran. “Rumah tangga saya bagaikan neraka,” tandasnya.

Dengan berbagai persoalan yang begitu pelik itulah membuat fisik dan mental ibu empat orang anak ini lemah. “Saya tertekan, bahkan tak kuasa menahannya. Kejadian ini saya rasakan saat manggung bareng bersama pelantun tembang-tembang campur sari, Didik Kempot. Sampai dirumah tubuh saya limbung dan gelap sekali. Saya benar-benar rapuh. Dalam kegelapan itu saya mencoba memanjatkan doa permohonan sesuai dengan kepercayaan saya dulu. Tiba-tiba saya mendengar panggilan dalam bahasa jawa “Muliho-muliho” artinya pulanglah-pulanglah. Mendengar panggilan itu saya ketakutan luar biasa. Sebab yang saya pahami dari nenek moyang saya dulu, pulang itu bisa berarti dipanggil Tuhan alias meninggal. Inilah yang membuat saya takut luar biasa. Jujur saja saya belum siap kalau Tuhan panggil. Maka secara spontan saya mengajukan permohonan kepada Tuhan, jangan Kau panggil saya sekarang Tuhan, karena saya belum siap mati. Tetapi suara itu tetap terdengar bahkan sampai tiga kali. Nah pada panggilan ketiga, suara itu menambahkan supaya saya pulang dengan membawa semua barang-barang saya yang ketika itu dikuasai oleh suami kedua saya ini. Disinilah saya meyakini bahwa panggilan pulang itu supaya saya kerumah dulu dan membawa barang-barang saya, Saya meyakini bahwa itu adalah suara Tuhan,” jelasnya.

Minta didoakan

Dengan sisa tenaga yang masih ada, Jujuk segera pulang ke rumahnya. Seperti perintah yang diyakini sebagai suara Tuhan, ia mengambil dan membawa serta barang-barang berharga miliknya. “Sebenarnya barang-barang itu juga hasil jerih lelah saya selama ini. Saya semakin yakin itu suara Tuhan, seminggu setelah saya mendapatkan kabar ada masalah dengan orang yang bersengketa dengan saya. Dari situlah saya menyadari bahwa Tuhan itu memang baik. Karenanya saya minta keempat anak saya untuk mendoakan. Sebab mereka sudah terima Yesus terlebih dahulu. Awalnya mereka kaget. “Mama tahu kan apa doa saya?”tanya mereka. Lalu saya katakan saya tahu, tetapi tolong mama didoakan. Sewaktu didoakan itulah saya menangis sejadi-jadinya dan bicara tidak karuan. Sekarang saya baru tahu kalau yang saya alami itu adalah bahasa Roh. Saya mengerti apa yang saya katakan, tetapi anak-anak dan hamba Tuhan yang mendoakan waktu itu sama sekali tidak tahu apa maksud kata-kata saya itu. Sejak itulah, saya memutuskan untuk menerima Yesus, bahkan sekarang aktif di GBI Keluarga Allah Solo, dan pelayanan secara Oikumene,” kisahnya.

Ternyata hanya di dalam namaNyalah ada kelegaan. Melalui peristiwa inilah segala beban berat yang ada dalam dirinya terangkat. Dan yang lebih dasyat lagi, Tuhan meminta untuk mengampuni orang yang bermasalah dengannya. “Jujur itu sangat berat, sebab orang seperti itu tak layak mendapat pengampunan. Selama satu tahun saya bergumul untuk bisa mengampuninya. Dan luar biasa akhirnya saya bisa melakukannya,” ujarnya. Setelah menerima Yesus. Mujizat demi mujizat terjadi dalam hidup saya, “Rasanya saya sampai tidak bisa bercerita mukjizat yang saya alami satu persatu karena saking banyaknya, wis kalau mau tahu lebih banyak mujizat yang saya alami datang ke Solo saja nanti pasti saya akan bercerita banyak”, tukasnya dengan gaya Srimulatnya.

Doa yang Membawa Hasil

December 5, 2008 by candrawijaya

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
- Lukas 18:1

 

 Doa adalah hal yang mutlak untuk kehidupan kekristenan yang berhasil. Kuasa Allah dilepaskan ketika kita berdoa: kuasa untuk mengikat dan melepaskan, untuk melarang dan mengizinkan. Karena itu, tanggung jawab terbesar bagi orang percaya adalah berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Ketika Yesus turun ke neraka, Dia merebut kembali kuasa dan otoritas yang telah dicuri oleh Iblis dan memberikannya kepada kita. Kita adalah mitra Tuhan di muka bumi. Jika kita gagal berdoa, kita sama dengan mengikat tangan Tuhan dan membatasi Dia. Semakin kita berjalan dengan Tuhan, pengenalan kita akan Tuhan harus semakin bertambah. Demikian pula dengan pengertian kita mengenai doa dan kehidupan doa kita; sehingga kita bisa bertumbuh dari iman ke iman, dari kemuliaan ke kemuliaan, dan melihat kemenangan demi kemenangan terjadi dalam kehidupan kita.

Tujuh peraturan dasar untuk doa yang didengar dan dijawab Tuhan, yaitu:

1) Minta kepada Allah Bapa sorgawi di dalam nama Yesus (Yohanes 16:23-24).
Yesus berkata bahwa apapun yang kita minta kepada Allah Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, akan diberikan-Nya kepada kita. Kita meminta di dalam nama Yesus karena di dalam nama Yesus ada otoritas, yaitu hak untuk memakai kuasa.

2) Percaya bahwa Anda sudah menerima apa yang Anda minta dan doakan (Markus 11:24)
Saat kita meminta, kita percaya bahwa doa kita didengar dan dijawab Tuhan (Markus 11:24). Mengapa? Karena kita meminta sesuai firman Tuhan, yang adalah ya dan amin. Tuhan selalu menggenapi janji-Nya. Jadi ketika kita meminta berdasarkan firman Tuhan, kita percaya bahwa apa yang kita minta sudah kita terima, maka kita akan menerima apa yang kita percayai.

3) Lepaskan pengampunan sebelum Anda berdoa (Markus 11:25-26).
Hati yang penuh kebencian, kemarahan, kekecewaan, kepahitan, dendam membuat kita tidak bisa berdoa secara efektif dan tidak bisa mengekspresikan pujian penyembahan kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Karena itu, bersihkan diri dari emosi-emosi tersebut dan ampuni sesama Anda agar Tuhan juga mengampuni kita.

4) Andalkan Roh Kudus dalam kehidupan doa kita (Roma 8:26).
Kita menghemat banyak waktu, energi dan pikiran jika kita mengikuti pimpinan Roh Kudus dalam kehidupan doa kita. Berdoa tidak bisa hanya mengandalkan pikiran dan intelek Anda.

5) Membangun diri dalam iman yang paling suci dan berdoa di dalam Roh Kudus (Yudas 1:20)
Bahasa roh memampukan kita berdoa dengan intens di atas kemampuan alamiah kita. Saat kita berbahasa roh, kita masuk ke alam supranatural Tuhan.

6) Berdoa syafaat (Roma 8:27).
Doa syafaat ( intercession) adalah level doa yang paling tinggi. Inti dari doa syafaat adalah berdoa bagi orang lain. Berdoalah mengikuti tuntunan Roh Kudus ( unction) kapanpun Roh Kudus menggerakkan kita untuk berdoa.

7) Memupuk hubungan yang baik dengan sesama dan antara suami isteri, secara alkitabiah (1 Petrus 3:1-8).
Doa menjadi tidak efektif ketika hubungan suami istri buruk. Rasul Petrus menggambarkan bagaimana seharusnya sikap suami terhadap istri dan sebaliknya. Para suami hendaknya memperlakukan istri dengan bijaksana dan penuh pertimbangan (consideration), menghormati istri sebagai pihak yang lebih lemah secara fisik, bukan secara mental dan rohani. Istri adalah mitra suami yang sejajar, penolong suami yang sepadan. Karena suami dan istri adalah pewaris bersama di dalam Kristus yang memperoleh kasih karunia yang sama.

Hubungan adalah segalanya. Oleh sebab itu kita harus memperlakukan satu sama lain dengan berbelas kasihan, sopan, lemah lembut dan dengan rendah hati.

Sumber : mmmindo.org

KKR BERSAMA NICK VUJICIC (LIFE WITHOUT LIMB)

December 5, 2008 by candrawijaya

nick-vujicic1

4 Tools Gratis Mengembalikan File yang Terhapus

November 25, 2008 by candrawijaya

Pernah menghapus file-file penting di komputer tanpa disengaja? Kasus seperti ini mungkin pernah menimpa Anda, terkadang terjadi karena kita tengah terburu-buru atau dikejar waktu.

Namun jangan khawatir, Anda bisa menggunakan tools khusus untuk mengembalikan file-file tadi. Berikut ini ada 4 tools yang bisa Anda gunakan untuk mengembalikan file yang terhapus. Tools ini dapat di-download secara gratis di internet.

1. Undelete Plus
Di antara aplikasi-aplikasi gratis yang beredar di luaran untuk mengembalikan file yang terhapus, Undelete Plus salah satu yang dapat digunakan. User interface-nya (antar muka) tergolong sangat simpel. Anda dapat mengembalikan file-file yang terhapus dengan mudah sesuai dengan tipe file, misalnya Application, GIF graphics, HTML Documents, PDF.

Tools ini beroperasi pada sistem operasi Windows 95, Windows 98, Windows Me, Windows NT, Windows 2000, Windows XP, Windows 2003 dan Windows Vista. Anda dapat men-download Undelete Plus di: http://www.undelete-plus.com/

2. Restoration
Restoration adalah salah satu aplikasi untuk mengembalikan file yang terhapus. Tools ini juga sangat mudah digunakan dan tidak perlu diinstal di komputer. Cukup download toolsnya di: http://www.snapfiles.com/get/restoration.html, lalu jalankan file executable-nya untuk mengembalikan file yang terhapus.

3. PC Inspector File Recovery
Meski user interface PC inspector File Recovery tidak begitu user friendly, aplikasi ini tergolong sangat ampuh untuk mendeteksi dan mengembalikan file yang terhapus. Sesudah dilakukan proses scanning, akan tersaji file-file yang terhapus dalam folder dengan struktur pohon (tree structure) untuk mempermudah pencarian. Dengan begitu, Anda dengan mudah dapat mencari dan memilih file/folder yang terhapus, lalu klik icon “save” untuk mengembalikan file. Tools ini dapat di-download di: http://www.pcinspector.de/Sites/file_recovery/info.htm?language=1

4. Recuva
Recuva sering disebut juga sebagai “Recover”. User interface-nya sangat sederhana. Pada mode basic, tools ini akan menampilkan daftar file-file yang terhapus yang bisa dikembalikan. Jika Anda menggantinya ke mode advanced, maka proses scanning ulang akan dilakukan dan muncul pilihan untuk menampilkan informasi berisi daftar file-file yang terhapus. Tools ini dapat di-download di: http://www.recuva.com/

Sumber : detikinet

5 Fitur Paling Populer di Google

November 25, 2008 by candrawijaya

Ada banyak fitur spesial di mesin cari Google yang dapat membantu kita menemukan apa yang kita cari. Di antara Anda mungkin sudah mengetahuinya.

Beberapa fitur yang populer di Google, seperti dikutip dari Techdream, Jumat (17/10/2008), adalah:

1. Perhitungan matematika sederhana.
Mesin cari Google bisa melakukan perhitungan matematika sederhana seperti penjumlahan, perkalian, pembagian atau pengurangan, karena memiliki kemampuan fungsi sebagai kalkulator. Ketikkan angka yang ingin dihitung beserta tanda perhitungannya ke dalam kotak mesin cari, misalnya: 5+3*5, lalu tekan tombol Enter atau klik tombol Search di Google.

2. Konversi mata uang.
Fasilitas konversi mata uang juga tersedia di mesin cari Google. Cukup ketikkan angkanya diikuti tanda mata uangnya yang ingin dikonversi dari mata uang tertentu ke mata uang yang diinginkan di kotak mesin cari, misalnya: 100 USD in INR, lalu tekan Enter.

3. Melihat waktu di berbagai kota di seluruh dunia.
Anda bisa mencari tahu waktu lokal di sebuah kota atau negara lain. Cukup ketikkan time in [nama kota/negara] di kotak pencarian untuk mencari tahu dengan mudah waktu lokal di sebuah kota/negara. Misal: time in Barcelona.

4. Konversi unit.
Selain berfungsi sebagai kalkulator, mesin cari Google juga bisa mengkonversi ukuran. Misalnya: 100 inch in meter.

5. Cek ejaan.
Google juga punya fasilitas mengecek ejaan, baik ejaan biasa untuk kata benda seperti nama dan tempat, yang mungkin tidak muncul di program spell check atau kamus standar.

Sumber : detikinet