Posts Tagged ‘News’

Lutheran Seluruh Dunia Rayakan 525 Tahun Mengenang Baptisan Martin Luther

November 25, 2008

Konggregasi Lutheran di seluruh dunia bergabung dalam sebuah perayaan pada Selasa (11/10) lalu guna memperingati hari jadi ke-525 tahun Kristen Protestan Reformed Baptis yang didirikan oleh Martin Luther.

Seluruh dunia merayakan“Festival Pembaptisan” pada 11 November kemarin, sehari setelah perayaan hari ulang tahun Martin Luther yang lahir pada 10 November 1483, yang mana pada perayaan hari jadi tersebut sedikitnya telah dilakukan 270 pembaptisan dalam 249 konggregasi yang ikut merayakan peringatan pembaptisan di 13 negara.

Sebanyak 25 Konggregasi Gereja Lutheran Injili di Amerika (ELCA) yang terdaftar ikut serta merayakan peringatan tersebut.

“Sebuah perkembangan teologi pembaptisan merupakan suatu inti yang penting dalam warisan Lutheran dan pada festival kali ini juga berusaha untuk menekankan akan arti pentingnya pembaptisan bagi seluruh jemaat kami di seluruh dunia,” ujar Rev Scott A. Moore, seorang pastor ELCA yang melayani di St Andreas-Nicolai-Petri di Lutherstadt Eisleben dan St. Petrus dan Gereja Paulus di Volkstedt, Jerman.

Martin Luther lahir di Eisleben, Jerman, dan dibawa oleh orangtuanya untuk dibaptis di Gereja St Petrus sehari setelah dia dilahirkan, sebagaimana tradisi yang berlaku saat itu.

Dia tumbuh dewasa menjadi seorang rahib, teolog, profesor di universitas, pendiri gereja dan bapak Reformasi Protestan. Luther memberikan khotbah terakhirnya di St Peter Church sebelum dia meninggal pada 18 Februari 1546, di Eisleben.

Kemudian para pengikut dan pendukung Luther membentuk suatu kelompok yang dikenal dengan nama Gereja Lutheran.

Sampai saat ini, baik orang dewasa maupun anak masih dibaptis dengan cara yang sama sebagaimana bayi Martin Luther dibaptis 525 tahun silam.

Panitia perayaan Baptisan Luther berharap sebanyak 525 jemaat dapat berpartisipasi dalam Liturgi Pembaptisan dan Mengenang kembali Pembaptisan. Kelompok tersebut juga berharap untuk dapat memenuhi 525 orang yang dibaptis sebagai bagian dari perayaan global tersebut.

Salah satu konggregasi Lutheran di Mlandege, Tanzania melaporkan dalam Situs Website penyelenggara bahwa sebanyak 45 orang akan dibaptis pada hari Selasa.

Gereja Lutheran menggelar perayaannya pada pertengahan dasawarsa kali ini sebagai bentuk penghormatan terhadap apa yang diwariskan oleh Martin Luther yang mana disebutkan dengan “Dekade Luther ” yang mana perayaannya telah dimulai September 2008 lalu dan akan berlangsung sampai 2017 dan dalam kurun waktu tersebut kaum Lutheran juga akan merayakan peninggalan rahib Augustinian serta melakukan upaya untutk membina dialog dengan kepercayaan lainnya serta memperdalam percakapan teologia.

SUMBER : CHRISTIANPOST.CO.ID

Pemberontak Muslim Filipina Mengusir 1.000 Umat Kristiani di Pedesaan

May 7, 2008

Pemberontak Muslim mengusir lebih dari 1.000 orang Kristiani dari sebuah desa pertanian di Filipina bagian selatan dan mengambil alih tanah mereka, ungkap seorang walikota Jumat lalu.

Anggota bersenjata Moro Islamic Liberation Front (MILF) memasuki pedesaan di pinggiran pantai Sangay di kota Kalamansig di Mindanao yang sudah penuh dengan persoalan, Rabu, meminta bahan pangan dan beras yang baru dipanen oleh para petani, kata Walikota Kalamansig, Rolando Garcia, menurut Associated Press.

Dulu pemberontak bersenjata biasa meminta makanan dan hanya tinggal sebentar di desa, tetapi kali ini mereka menyuruh warga desa pergi dan menempati tanah mereka.

Berhadapan dengan sekitar 300 pasukan bersenjata MILF, warga yang ketakutan melarikan diri ke Kalamansig, kota yang terletak sekitar tiga jam dengan menaiki kapal sedangkan pemberontak tinggal di desa.

“Saya menyuruh pasukan penjaga perdamaian di sana menyelesaikan masalah secara damai tetapi mereka dipaksa untuk menarik kembali pasukan untuk menghindari pertumpahan darah,” kata Garcia. Sebanyak 14 polisi dikirim ke wilayah tersebut, menurut AP.

Tidak ada laporan terkini tentang kekerasan atau korban.

Garcia mengatakan sekitar 1.200 warga berada di tempat perlindungan dan terlalu takut kembali ke perkebunan mereka, menurut Reuters.

Juru bicara MILF Eid Kabalu mengatakan kelompoknya mengambil alih tanah yang merupakan kepunyaan mereka.

Selama lebih dari tiga dasawarsa, MILF berjuang untuk mendirikan negara Muslim di daerah selatan Filipina yang sebagian besar Katolik.

Selama beberapa dasawarsa perang telah membunuh 120.000 jiwa dan dua juta orang harus mengungsi.

Pada 2003, kelompok pemberontak setuju untuk bergencatan senjata dengan pemerintah Filipina dalam upaya pembicaraan damai yang diatur oleh Malaysia. Namun beberapa pemberontak frustrasi dengan pembicaraan perdamaian yang panjang dengan Manila, yang telah mengelak sejak Desember 2007.

Minggu lalu, Malaysia mengungkapkan bahwa sekitar 20 dari 41 orang dari pasukan perdamaian akan kembali pada 10 Mei dan sisanya akan ditarik pada akhir Agustus karena proses perdamaian tidak mengalami kemajaun.

Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo berulang kali mengatakan dia menginginkan perdamaian, namun para anggota kabinetnya menolak memberi wilayah pada Muslim, menurut Reuters. Selain itu, kelompok Kristiani yang secara politik sangat kuat di sebelah selatan akan menentang kesepakatan.

Kabula mengatakan pemimpin kelompok tidak menyetujui pengambilalihan wilayah, dan bahwa MILF melakukan pembicaraan dengan para pejabat untuk memecahkan situasi di Sangay. Dia juga menekankan bahwa situasi tersebut bersifat lokal dan tidak ada kaitannya dengan perundingan pemerintah dan para pemberontak.

Sumber : Christianpost

Menlu Nyan Win:Korban Tewas akibat Topan Nargis di Myanmar Bisa Capai 10.000 Jiwa

May 6, 2008

Yangon, (Analisa)

Menteri Luar Negeri Myanmar Nyan Win mengatakan, Senin (5/5), korban tewas akibat topan Nargis di negeri itu bisa mencapai 10.000 orang.

“Dalam pertemuan yang tertutup dengan para diplomat, Menlu Win menyebut angka 10.000 jiwa diperkirakan menjadi korban topan tersebut,” demikian dikatakan seorang diplomat Barat yang ikut dalam pertemuan tersebut, dan meminta namanya tidak disebutkan karena tak berwenang memberitahukan angka korban yang tewas.

Sebelumnya stasiun radio pemerintah Myanmarmengatakan kematian akibat topan yang memorakporandakan naik menjadi hampir 4.000 orang.

Stasiun radio itu memberitakan dari ibukota negara itu,Naypyitaw Senin hampir 3.000 orang lagi belum diketahui nasibnya di sebuah kota di kawasan delta Sungai Irrawaddy yang rendah letaknya di negara itu.

Topan tersebut mengakibatkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan tanpa air minum yang bersih, kata seorang pejabat PBB.

Ratusan ribu orang tanpa tempat berlindung dan air minum di Myanmar yang diperintah militer setelah topan yang menghancurkan menerjang delta Irrawaddy, kata seorang pejabat PBB Senin.

Badan-badan bantuan kemanusiaan berusaha keras mengirim lembaran-lembaran plastik, air dan busana dari gudang-gudang di bekas Burman itu, di mana sedikitnya 351 orang tewas akibat topan yang menerjang wilayah delta itu Sabtu, sebelum memorakporandakan Yangon.

Angka kematian mungkin akan bertambah ketika pihak berwenang telah mengadakan kontak dengan pulau-pulau dan desa-desa yang dihantam paling parah di delta itu, penghasil beras negara Asia Tenggara berpenduduk 50 juta jiwa yang miskin.

“Berapa banyak orang terkena dampaknya? Kami mengetahui itu sudah mencapai angka enam,” kata Richard Horsey, dari kantor tanggap darurat bencana PBB di Bangkok kepada Reuter setelah pertemuan bantuan darurat.

“Kami mengetahui ratusan ribu orang memerlukan tempat berlindung dan air minum yang bersih,tapi ratusan ribu lagi yang kami tidak ketahui.”

Tim-tim penilai bertugas di lima zona yang dinyatakan terkena bencana yang merupakan tempat tinggal 24 juta penduduk, tapi itu akan memakan waktu beberapa hari untuk mendapat gambaran lebih lengkap sehubungan jalan-jalan yang tidak dapat dilalui dan banjir.

Sumber : Analisadaily.com

Survei: SBY Masih Terpopuler

May 6, 2008

Jakarta,

Survei Indonesian Research and Development Institute (Indonesian RDI) menempatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai tokoh yang paling tegas dan paling mampu menyelesaikan permasalahan mendesak.

Hal tersebut terungkap dalam hasil survei politik nasional yang yang dipublikasikan Indonesian RDI di Jakarta, Senin.

Dalam survei yang dilakukan terhadap 2600 responden di 33 provinsi secara proporsional dan di 260 desa/kelurahan pada 22-30 Maret 2008 itu, sebanyak 45,3 persen responden memandang SBY sebagai tokoh yang lebih tegas dibanding sejumlah tokoh lainnya.

Sejumlah tokoh pembanding lainnya adalah Megawati (17,6 persen), Wiranto (17,2 persen), Amien Rais (6 persen), Sri Sultan HB X (4,7 persen), Jusuf Kalla (2,13 persen) serta Sutiyoso (2 persen).

Survei dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan kesalahan sampel (sampling error) lebih kurang 1,9 persen itu juga menempatkan SBY sebagai tokoh yang paling mampu mengatasi masalah mendesak (40,3 persen).

Posisi berikutnya di bawah SBY adalah Megawati (22 persen), Wiranto (11,6 persen), Sri Sultan HB X (7,3 persen), Amien Rais (5,3 persen), Jusuf Kalla (3,6 persen) dan Sutiyoso (2 persen).

Kendati menempati peringkat tertinggi untuk penilaian figur, namun tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengukuran kebijakan, khususnya di bidang ekonomi, ternyata sebagian besar masyarakat Indonesia mengaku tidak puas.

Sebanyak 70,5 persen responden mengaku tidak puas terhadap harga sembako di pasaran. Sementara mereka yang menyatakan puas dan tidak tahu, masing-masing, sebesar 17,6 persen dan 18 persen.

Ketidakpuasan masyarakat yang tinggi juga tercermin untuk program pengurangan pengangguran dan kemiskinan yang dijalankan pemerintah, yakni tidak puas (55,9 persen), puas (26,5 persen) dan tidak tahu (17,5 persen).

Mengenai sosok calon wapres yang dianggap masyarakat layak mendampingi SBY, survei itu menyebutkan sebanyak 27,7 persen memilih Jusuf Kalla.

Posisi tokoh lainnya yang dianggap masyarakat pantas menjadi wapres untuk SBY adalah, Sri Sultan HB X (17,2 persen), Hidayat Nurwahid (15 persen), Sutiyoso (7,7 persen) dan Akbar Tandjung (3,9 persen).

Sumber : Analisadaily

Sulitnya Umat Kristiani Beribadah Disoroti

May 5, 2008

Sebuah artikel yang dikeluarkan salah satu agen berita ternama menyoroti sulitnya umat Kristiani di Indonesia untuk beribadah.

British Broadcasting Channel (BBC) dalam artikelnya minggu ini memberitakan kebanyakan umat Kristiani yang harus menghadiri ibadah di pusat-pusat pertokoan pada Minggu pagi. Mereka harus datang ke tempat yang tidak begitu menyenangkan atau bahkan mengerikan, ungkap BBC, di pusat-pusat pertokoan untuk beribadah.

Pusat pertokoan dan rumah sakit jelas tidak punya ijin sebagai rumah ibadah, namun paling tidak cukup aman, dan untuk sementara waktu. Dan sampai jemaat, seperti yang dipimpin Olbertina, bisa mendapatkan gereja yang permanen, maka mereka akan berada di pusat pertokoan atau rumah sakit, menurut BBC.

Sumber : Christianpost

Artikel tersebut juga menyoroti bagaimana di Jawa Barat, banyak umat Kristiani harus beribadah atau berdoa di pertokoan. Malah, di salah satu pusat pertokoan ada rumah ibadah untuk 10 persekutuan Kristiani.

Hal ini bukannya disengaja, sebagian kecil yang bersedia menjelaskan kenapa mereka sampai beribadah di pusat pertokoan, dan — tanpa bersedia disebutkan namanya — mengatakan hal itu disebabkan karena kekuatiran akan intimidasi kelompok Islam. BBC menyebutkan adanya laporan dari pihak gereja dimana 100 lebih gereja diserang atau mendapat intimidasi dalam waktu 2 tahun belakangan.

Laporan tersebut menuduh kelompok-kelompok ekstrim berada di sejumlah insiden, diantaranya Front Pembela Islam (FPI). Intimidasi mereka menyebabkan banyak gereja-gereja harus ditutup dan juga berbagai aksi dan seringkali kekerasan.

Saipul Abdullah, salah satu pimpinan FPI Jawa Barat, mengatakan kepada BBC bahwa ada kemungkinan anggotanya bertindak emosional. “Mereka menjadi marah dan frustasi sehingga ledakan kecil bisa terjadi,” tuturnya. “Mungkin mereka melepas papan nama, merusak pintu atau mengunci pintu namun mereka sebenarnya tidak punya hak untuk hal itu.”

Saipul Abdullah mengatakan masalahnya bukanlah agama tapi karena sejumlah gereja tidak mengikuti peraturan. Menurutnya, hanya 20 persen gereja-gereja di Jawa Barat yang mempunyai ijin resmi untuk melaksanakan ibadah. Ia mengatakan meminta surat tentang keberadaan hukum kepada gereja-gereja yang tidak punya ijin resmi. Jika tidak ada tanggapan, tambahnya, mereka mengirimkan surat peringatakan dan kemudian meneruskan masalahnya kepada polisi.

Menurut hukum, agar bisa mendapat ijin resmi sebuah gereja harus mencari 90 tanda-tangan dari umat Islam yang tinggal di sekitar gereja tersebut. Namun di sejumlah kawasan jelas tidak mudah untuk mendapatkan ijin. Salah satu diantaranya adalah Gereja Pasundan, yang sudah berdiri di kawasan pinggiran Bandung selama 60 tahun lebih. Namun pendetanya, Olbertina Modesta, mengatakan setiap kali mereka berupaya untuk mendapatkan tanda-tangan yang dibutuhkan maka tak ada umat Islam yang bersedia.

November lalu, Gereja Pasundan diserang oleh sekelompok umat Islam setempat. Mereka membalikkan kursi gereja dan melempari buku doa maupun merusak salib di dinding gereja. Modesta yakin, masalah sebenarnya bukanlah sekedar ijin saja. “Kadang saya mendengar di masjid ada yang mengatakan kami kafir dan kami tidak boleh tinggal di sini,” katanya. “Itulah sebabnya saya yakin ini bukan soal ijin tapi karena menjadi Kristen.” Polisi mengatakan sejauh ini belum ada yang ditangkap sehubungan dengan serangan itu dan pendeta Olbertina kini memimpin ibadah di sebuah rumah sakit setempat.

Aksi Ricuh Tolak Pembangunan Gereja di Binjai

May 5, 2008

Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu berunjuk rasa menolak pembangunan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kota Binjai, Sumatra Utara, Selasa lalu.

Aksi massa yang semula berjalan damai tiba-tiba berubah ricuh. Massa dari berbagai organisasi massa Islam ini berusaha melakukan penyerangan, namun langsung dihadang puluhan personel polisi anti huru-hara, menurut Liputan6.com.

Agar tidak terjadi bentrok fisik antara kedua pihak, ratusan aparat keamanan dari Brimob, Kepolisian Resor Kota Binjai dan jajaran Kodim Langkat langsung memblokade lokasi.

Ratusan massa jamaat Gereja HKBP yang tadinya hendak menghalau para penyerang segera dievakuasi dari gereja menggunakan truk Brimob. Massa yang semula hendak melakukan penyerangan langsung menghentikan aksinya dan membubarkan diri.

Aksi penolakan pembangunan gereja ini semestinya tidak akan terjadi jika pembangunannya memiliki izin. Protes warga sudah sering dilakukan, namun pembangunan Gereja HKBP terus dilakukan padahal izin belum keluar. Sementara itu, hari ini massa melanjutkan unjuk rasa ke kantor walikota menuntut agar pembangunan gedung gereja dihentikan selamanya.

Sumber : Christianpost

Malaysia Segera Putuskan Penggunaan Kata Allah di Majalah Katolik

May 5, 2008

Mahkamah Tinggi Malaysia akan menentukan keputusan permohonan gereja Katolik untuk mendapatkan hak menggunakan kata Allah dalam penerbitan mingguan Majalah mingguan Katolik Herald, pada 5 Mei mendatang.

Hakim Lau Bee Lan akan menetapkan keputusan tersebut setelah mendengar pendapat kedua pihak, tulis Utusan Malaysia, Rabu lalu.

Gereja Katolik sebelumnya mengajukan gugatan ke pengadilan karena Departemen Keselamatan Dalam Negeri dan Kerajaan Malaysia melarang penggunaan kata Allah dalam penerbitan majalah yang dibaca 850 ribu umat Katolik dan ditulis dalam bahasa Inggris, Melayu, China dan Tamil itu. Mereka menilai larangan itu adalah ilegal karena kata Allah bukan ekslusif agama Islam, tapi juga Katolik.

Dalam gugatan itu, Departemen Keselamatan Dalam Negeri dan Kerajaan Malaysia menjadi tergugat.

Pihak tergugat mengatakan, mingguan Katolik itu telah menerima izin penerbitan dari Departemen Keselamatan Dalam Negeri dan dalam UU penerbitan itu sudah memiliki panduan tersendiri.

Sebelum memutuskan persoalan tersebut, hakim juga akan mendengarkan pendapat-pendapat para ahli.

Sumber : Christianpost

Nanjing , Cina, Menjadi Pusat Percetakan Alkitab Terbesar di Seluruh Dunia

May 5, 2008

Tiga puluh tahun yang lalu Alkitab dilarang di sana, namun saat ini Cina memiliki salah satu percetakan Alkitab terbesar di dunia.

Sebuah fasilitas percetakan terbaru yang diperbesar akan menjadikan ibu kota Cina kuno, Nanjing, sebagai pusat Alkitab dunia.

Penerbit The Amity – bekerjasama dengan Bible Society – akan memproduksi 23 Alkitab setiap menitnya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat di Cina.

Fasilitas itu akan melipatgandakan produksi Alkitab Amity setiap tahunnya. Pada 2007 mereka mencetak enam juta Alkitab. Saat fasilitas itu dibuka 19 Mei nanti, produksi akan melonjak sampai 12 juta – yang sebagian besar akan didistribusikan ke seluruh Cina.

Hal ini merupakan langkah besar dalam sejarah percetakan. Tentara mengijinkan penerbitan Alkitab pertama di Cina setelah Revolusi Kebudayaan, termasuk tiga juta yang dicetak di penerbitan Tentara Merah. Amity – salah satu percetakan Alkitan terbesar di dunia – memulai produksi pada 1987. Akhir Desember lalu sekitar 50 juta Alkitab telah diproduksi.

Sekitar 55.000 gereja menyebarkan Alkitab dari produksi Amity. Percetakan baru diperlukan untuk membantu memenuhi permintaan di sebuah negara dimana, sampai 30 tahun yang lalu, ke-Kristenan dilarang dan Alkitab disita.

“Kami sampai pada titik dimana kapasitas kerja begitu hebat, namun kami tidak mempunyai cukup tempat untuk menyimpan buku dan seluruh bahan baku kertas,” kata Peter Dean, konsultan dari Bible Societies di Nanjing. “Ini ada dimana-mana.”

Menurut Peter, ada “sebuah peningkatan minat akan ke-Kristenan” di negara yang diperkirakan tujuh persen dari satu milyar penduduknya adalah orang percaya.

“Ada beberapa perbedaan pandangan pada umat Kristiani di sana,” akunya. “Namun semua orang menyetujui ada minat yang hebat dan banyaknya pertumbuhan di gereja-gereja Kristen.”

“Yang mengejutkan saya adalah tujuan kami adalah untuk melayani Gereja di Cina. Seluruh kemampuan produksi baru ini tersedia untuk Gereja di daratan Cina. Jika mereka mau mencetak 12 juta Alkitab setahun, mereka telah mendapatkannya,” kata Peter.

Sejak tahun 80-an, Penerbit Amity telah mencetak 54 juta Alkitab – 43 juta di antaranya disebarkan ke gereja di Cina. Beberapa diberikan secara cuma-cuma.

Peter menyatakan Bible Society memainkan tugas penting. “Kami merasa sangat didukung oleh orang-orang beriman yang telah mengumpulkan dana untuk membeli kertas di sini,” Peter menjelaskan. “Jika anda mau menolong menyebarkan Alkitab di Cina, maka memberi uang untuk membeli kertas adalah hal terbaik yang dapat dilakukan,” katanya.

Ini membuka kemungkinan bagi Gereja untuk mendistribusikan Alkitab ke wilayah pedesaan dan warga yang berpenghasilan rendah di Cina. Amity juga memproduksi Alkitab dalam delapan bahasa minoritas Cina serta Alkitab Braille. Dengan percetakan yang lebih besar, mereka dapat meluaskan cakupan buku dan Alkitab yang sudah ada.

“Anak muda perlu sekedar Alkitab yang dicetak tradisional,” kata Rev Deng Fu Cun, salah satu pemimpin senior dari China Christian Council/Three Self Patriotic Movement. “Jadi kami berencana untuk memproduksi Alkitab dalam berbagai format digital.”

Amity juga berencana memproduksi Alkitab yang dapat diunduh sebagai buku audio – sehingga anak muda dapat mendengarnya di MP3. “Kami juga berfokus pada kualitas dan jenis Alkitab yang tersedia. Kami memerlukan Alkitab berukuran besar dan kecil, Alkitab Braille dan Alkitab eksklusif yang dapat diberikan sebagai hadiah,” tambahnya.

Dengan rumah baru seluas 48.000 meter persegi, tim Amity yakin dapat menerima proyek besar seperti memproduksi Alkitab untuk Olympiade di Beijing. Syukur bagi percetakan baru mereka, inisiatif itu tidak menjadi tugas maraton.

Sumber : Christianpost

Franklin Graham akan Berkotbah di Gereja Terbesar di Cina

April 30, 2008

Wednesday, Apr. 30, 2008

Hong Kong- Evangelis terkenal Amerika Serikat Franklin Graham akan mengunjungi daratan Cina bulan depan atas undangan gereja Protestan terbesar di Cina.

Graham, anak laki-laki evangelis termasyur Billy Graham, dijadwalkan berkotbah di Gereja Chong Yi di Hangzhou, salah satu kota termasyur dan termakmur di China selama seribu tahun terakhir.

Gereja Chong Yi yang memiliki kapasitas 6.000 orang merupakan gereja terbesar di Cina.

Selama kunjungan tur penginjilannya di Hong Kong November lalu, Graham menyatakan rencananya untuk mengunjungi daratan Tiongkok, yang memiliki “tempat istimewa” di hatinya.

“Saya memiliki sejarah dengan Cina,” kata Graham, presiden dan CEO Billy Graham Evangelistic Association (BGEA) dan Samaritan’s Purse. “Ibu saya lahir di Cina, kakek nenek saya adalah misionaris medis di sini, dan saya mengunjungi Cina lebih dari 30 tahun,” katanya.

Bahkan, menurutnya, ia belajar menggunakan sumpit sebelum menggunakan sendok dan garpu. “Saya mengasihi masyarakat Cina,” tegasnya.

Berdasarkan harian Gospel Herald, Graham berharap untuk bertemu dengan pemimpin gereja disana selama kunjungannya bulan depan dan dapat berkomunikasi dengan gereja-gereja Cina.

Sumber :
Claudia Cheng
Koresponden Kristiani Pos

Penyiaran Kristiani Meraih Angka yang Tak Terbayangkan di Antara Anak Muda Iran

April 30, 2008

Kebanyakan anak muda di Iran menemukan diri mereka terjebak di antara ketidakstabilan politik, sistem perundang-undangan Syariah yang semakin meningkat dan penahanan demi “keamanan umum”, menurut sebuah stasiun satelit Kristiani, yang menjadi tempat bagi anak muda disana untuk menemukan istirahat dan memenangkan hati mereka untuk Tuhan.

SAT-7, sebuah stasiun satelit Kristiani di Timur Tengah mengatakan bahwa mereka telah mencapai jumlah yang tidak terbayangkan, dengan menjangkau kaum muda dimana selama 24 jam SAT7 PARS mengadakan siaran dalam bahasa Farsi.

Banyak pemirsa muda memberikan kesaksian terhadap siaran stasiun, yang menjadi sumber pengajaran dan bimbingan ke-Kristenan dalam kehidupan keseharian mereka, kata salah seorang staff.

“Mereka terbiasa dengan pandangan sekuler dan negatif dan tidak memiliki harapan. Namun banyak yang merasa harus, dan menonton SAT-7 PARS. Kami mendapat tanggapan luar biasa dari anak muda yang mau datang mengenal Tuhan, yang begitu menghargai program yang melatih mereka,” kata staff SAT-7, menurut Mission Network News.

Rating yang yang tidak terbayangkan datang dari jumlah pemirsa baru yang mencoba mencari tahu bagaimana mereka bisa menjadi pengikut Kristus, kata staff itu, sampai-sampai stasiun itu harus mencari konselor baru dan pindah ke kantor yang lebih besar.

David Harder, manajer komunikasi SAT-7, mengatakan bahwa sangat cerah bagi pelayanan semacam ini, sambil menambahkan bahwa mereka akan menciptakan lebih banyak program.

“(SAT-7 PARS) berencana untuk menambah beberapa siaran langsung di masa depan. Banyak warga negara Iran meminta hal ini karena mereka ingin menjalin hubungan dengan kampung halaman mereka,” katanya.

Didirikan pada 1992, SAT-7 memulai pelayanannya bekerjasama dengan umat Kristiani di Timur Tengah untuk membantu dan mendukung gereja dan komunitas disana menyatakan Injil Yesus Kristus.

Sumber :Koresponden Kristiani Pos