AKIBAT DOSA DALAM BERPACARAN

Oleh: Pdt. Dr. Jonathan A. Trisna, M.Psi.
Persetubuhan pertama yang disertai dengan perasaan berdosa ini biasanya sangat mengecewakan. Mungkin mereka melakukannya dengan tidak bebas, takut dilihat orang, dan disertai dengan rasa bersalah. Semestinya hubungan seks itu dilakukan dengan santai untuk dinikmati, karena seks adalah ciptaan Allah yang harus dilakukan dengan kesucian dan kemurnian hati.

Ada 2 akibat dari dosa tersebut, yaitu:
A. Akibat Langsung bagi si Gadis
Peristiwa pertama disertai dengan rasa sakit, bukan hanya takut, cemas, atau rasa berdosa. Bagi seorang istri yang ingin sungguh-sungguh menikmati seks, biasanya ada waktu untuk penyesuaian. Si Gadis yang kini sudah tidak perawan lagi itu pulang dengan rasa takut, cemas, mungkin menangis dan mulai membenci pacarnya. Sebelumnya, pacarnya dianggap sebagai pria idamannya, namun sekarang semua telah berubah. Gambaran di atas menggambarkan perubahan perasaannya. Sebelum dosa persetubuhan dilakukan, ia sangat mencintai pacarnya – meskipun sebagian besar dengan cinta eros. Setelah perbuatan dosa itu, cintanya berkurang – bahkan mulai membenci – atau menjadi lebih banyak bencinya daripada cinta yang semula.
Apa yang digambarkan di novel-novel murahan dan tidak realistis itu justru menceritakan cintanya pada pacarnya akan menjadi menggebu-gebu. Perubahan ini juga bisa dialami oleh pria. Alkitab sebagai buku yang realistis menggambarkan hal ini juga (tidak berarti si Pria meninggalkan si Gadis karena muak dan benci, karena hal itu mutlak akan terjadi). Ada di dalam kitab 2 Samuel 13:1-17.
B. Akibat Jangka Panjang
Ada dua kemungkinan kelanjutan dari perbuatan dosa itu, yaitu:

1. Hubungan mereka putus
Karena kehilangan penghargaan dan timbul kebencian terhadap pacar, kemungkinan hubungan mereka akan putus. Kemungkinan ini lebih besar lagi apabila mereka masih remaja. Lalu, jika hubungan itu putus, siapa yang akan rugi besar? Tentunya si Gadis. Dan si Pria merasa untung, pergi tertawa dan bersiul-siul mencari teman baru. Kalaupun ia menyesal dan tidak tertawa-tawa, tidak ada ‘bekas’ padanya secara fisik yang merugikan hubungannya dengan teman wanitanya yang lain.
2. Hubungan yang dilanjutkan sampai menikah
Perbuatan dosa pada masa lalu ini akan sangat merugikan si Gadis dan hubungannya dengan pria lain di masa nanti. Maka timbullah pertanyaan, “Apakah ia harus memberitahu kepada calon suaminya?” Memang pada abad ke-20 ini, pria-pria kita masih mengikuti standar ganda masyarakat. Harga diri pria memang rapuh, mudah retak. Ia perlu yang terbaik. Pikirannya kelak akan dihantui bahwa istrinya ‘bekas’ orang lain. Memang agak kekanak-kanakkan, tapi banyak pria yang tidak dapat melupakan hal itu.
Sungguh-sungguh memerlukan seorang yang benar-benar dewasa kepribadiannya untuk mengatasi shock dan kecewanya. Perlu juga pria yang rela mengampuni dan dapat melupakan masa lalu tunangannya. Jika sang Pria, tidak dengan kedewasaan Kristus, menerima si gadis ‘bekas’ namun tetap memaksakan diri untuk menikahinya (entah karena ia cantik, kaya, penting untuk karirnya, atau gengsi – ‘Bukankah saya orang Kristen, jadi harus menerimanya?’), akibatnya akan tampak setelah mereka menikah. Ia tidak akan menghargai dan memiliki respek terhadap istrinya. Ia akan menggunakan masa lampau istrinya sebagai senjata untuk ‘mengalahkan’ istrinya.
Lebih baik tidak usah menikah, daripada menikah tapi tidak dihargai. Pernikahan seperti ini kemungkinan besar akan diracuni oleh perbuatan dosa masa lalu itu. Akibatnya mereka tidak saling mempercayai secara penuh dan ada rasa cemburu. Apabila mereka bertengkar, dosa masa lampau itu juga akan mewarnai dan mempertajam perselisihan itu.
Dalam situasi pernikahan yang parah seperti ini, mereka sangat memerlukan konseling yang dalam. Mereka patut meminta ampun untuk dosa-dosa mereka kepada ALLAH dan pada partnernya. Mereka perlu saling mengampuni, melupakan dosa itu dan menerimanya partnernya sebagaimana adanya. Mereka membutuhkan kasih Ilahi yang dewasa. Tentunya tidak semua pernikahan yang dimulai dengan dosa persetubuhan sebelum menikah berakhir seperti ini, tapi sangat lebih baik mencegah hal-hal tersebut di atas, supaya muda-mudi itu memasuki pernikahan dengan hati yang cerah dan kasih yang tidak dicemari ketidakpercayaan dan perasaan suci.

Renungan: Dosa Seksual Adalah KutukDosa lain yang dapat mendatangkan kutuk keturunan atas garis keturunan adalah dosa seksual.
Allah membinasakan Sodom dan gomora karena dosa homoseksual.
Darimanakah asal keturunan para penduduk sodom dan gomora?
Mereka adalah keturunan kanaan.
Seperti yang telah kita lihat pada bab sebelumnya, kanaan adalah homoseks pertama, dan homoseksualitas adalah dosa yang di lakukan oleh penduduk sodom dan Gomora.
Anda dapat menelusuri garis keturuanan kanaan sampai masa Yosua dan mereka masih melakukan dosa dosa seksual.
Mereka melakukan semua jenis tindakan penyimpangan, homoseksualitas, lesbianisme, seks dengan binatang, kegiatan seksual di depan berhala berhala.
Ada kutuk yang menyerang satu generasi dan harus di patahkan supaya tidak berlanjut ke generasi berikutnya.
Anda harus mematahkan kutuk keturunan atas keluarga anda!
Anda mungkin memiliki kakek nenek, orang tua atau anak anak yang terlibat dalam dosa seksual tetapi anda tidak perlu dikalahkan olehnya!
Iblis ingin menimpakan kutuk keluarga itu atas anda, tetapi anda dpt mematahkan kuasanya atas anda dan keluarga anda.
Jika anda menolaknya , iblis mungkin akan berusaha menimpakannya ke atas anak anak anda.
Ketika anak anak anda berusia duabelas atau tiga belas tahun, anda berpikir,apakah yang telah terjadi dengan anak manis ini?
Itu tdk perlu terjadi!
Melalui kuasa Yesus kristus, tidak ada kutuk keturunan apapun yang dapat menetap dalam garis keturunan anda.

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: