Yesus Mengajar Dan Menyembuhkan Banyak Orang

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat memberitakan injil kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan diantara bangsa itu(Matius 4:23).

Bacaan : Matius 4:23-25; Lukas 6:17-19

Di dalam kitab-kitab Injil, kerajaan Allah berkaitan dengan penyembuhan, pengadaan mujizat dan pengusiran setan-setan. Kerajaan Allah meliputi baik berkat bagi tubuh maupun bagi jiwa. Ketika Yesus berkeliling di Galilea, di sana Ia mengajar, memberitakan injil dan menyembuhkan banyak orang sakit serta mengusir setan-setan.

Suatu hari, ketika Tuhan Yesus berjalan menuju kota. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit kusta. Penyakit kusta adalah penyakit kulit yang berbahaya, selain daripada itu orang yang terkena kusta akan diasingkan dari lingkungan masyarakat. Inilah yang dialami oleh orang itu, dia mengalami penderitaan, kesakitan bahkan ia harus terasing dari lingkungan masyarakat. Tetapi setelah ia bertemu dengan seseorang, ia mengalami mujizat yang luar biasa, penyakit yang parah itu lenyap begitu saja. Siapakah Sang Penyembuh itu? Dia adalah Tuhan Yesus (ayat 40). Mengapa seseorang itu bisa tahir dari kustanya?

 

Berikut ini 4 Langkah Menerima Mujizat Dan Kesembuhan Dari Yesus Penyembuh Dari Teladan Yesus Menyembuhkan Banyak Orang :

  1. Percaya kepada Tuhan Yesus (Mat 4:24)

Orang yang mengalami sakit akan pergi ke dokter untuk mengobati penyakitnya, bukan kepada dosen, sebab ia tahu bahwa hanya dokter yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Begitu juga halnya dengan si penyakit kusta itu, dia percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan penyakitnya. Oleh sebab itu ia datang kepada Tuhan Yesus (Mat 11:28).

  1. Merendahkan hati dihadapan Tuhan (Mat 4:25)

Tuhan suka kepada orang yang rendah hati tetapi menentang orang yang congkak (Yak 4:6b). Kerendahan hati adalah sikap seseorang yang dapat melihat dan dapat merasakan kebaikan Allah dan kebaikan orang-orang disekitarnya, ia merasa bahwa tidak ada suatu apapun yang harus ditonjolkan yang ada di dalam dirinya. Begitu juga yang dialami oleh penderita penyakit kusta itu. Ia merendahkan hati kepada Yesus. Mrk 1:40 menyatakan; ”Sambil berlutut di hadapan-Nya dan memohon bantuan-Nya”.

  1. Memiliki iman yang besar (Mat 4:25)

Ayat 40 menyatakan, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”. Ini adalah suatu kata-kata yang luar biasa, yang diucapkan oleh penderita kusta. Mungkin saja ia belum pernah melihat dan mengenal Yesus tetapi ia memiliki iman yang luar biasa, ia yakin bahwa Yesus mampu menyembuhkannya. Iman dapat mengakibatkan dampak yang luar biasa (Mrk 11:24).

  1. Belas Kasihan Tuhan (Mat 4:23)

Langkah yang terakhir, yang membuat kesembuhan atas penyakit kusta itu adalah belas kasihan Tuhan (ayat 41). Ketika ia datang sujud dan memohon pertolongan dari Tuhan, maka Tuhan Yesus berbelas kasihan dan menyembuhkannya. Tuhan itu baik dan penuh dengan belas kasihan bagi orang yang berharap kepada-Nya (Mzm 118:1).

 

Kuasa Yesus dahulu, sekarang dan selamanya tidak pernah berubah. Apapun kita dan bagaimana pun keadaan kita tidak pernah membatasi kuasa Allah dinyatakan dalam hidup kita.

Bapa di Sorga adalah Bapa yang baik, Ia tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Dia selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kita, bahkan itupun kurang untuk Tuhan sehingga Tuhan Yesus mati untuk menebus dosa manusia. Mujizat Tuhan dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya tetap masih ada. Mujizat dan kesembuhan akan dinyatakan kepada orang yang percaya dan berharap kepada-Nya. Di saat kita tidak berdaya maka Kuasa-Nya dinyatakan.

Tags: , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: