Lydia Nursaid

Lagu indah, bernuansa etnik melayu tersebut menurut pengakuan Lidya adalah jasil buah karya aransemen suaminya, Yogie Ramlan, yang juga aktif dalam dunia pelayanan khususnya dalam bidang musik pujian. “Kami ingin melalui pujian ini banyak jiwa yang akan bisa diselamatkan dan datang pada Tuhan Yesus”, ungkap Lydia.

Yakin Jadi Pelayan Tuhan

Nama Lydia Nursaid memang tak asing dalam dunia pelayanan rohani Indonesia. Bersama nama-nama penyanyi rohani lain sekelas Diana Nasution, Minggus Tahitoe, Alex Kembar dan Herlyn Pirena, Lydia memang aktif dan kerap mengisi acara kesaksian pujian yang diadakan oleh pihak gereja atau persekutuan-persekutuan doa di tanah air.

Lydia mengaku bahwa pelayanan yang ia berikan benar-benar ditujukan demi kemuliaan nama Tuhan. “Saya merasa bahwa pelayanan yang saya lakukan ini masih belum seberapa dibanding pengorbanan yang sudah Tuhan Yesus berikan pada saya dan keluarga. Kasih kuasaNya sangat begitu besar”, ungkap ibu tiga anak ini.

Pilihan Lydia untuk melayani Tuhan sepenuh waktu memang patut diancungi jempol. Disaat namanya masih banyak diperhitungkan di blantika musik Indonesia sekuler, ia justru memilih jalan pelayanan rohani. “Saya yakin pilihan ini adalah yang plaing tepat sebab Tuhan seudah jamah dan bentuk saya sedemikian rupa untuk menjadi pelayanNya”,kata saudara kandung dari penyanyi Imamiar ini.

Beberapa album rohani sudah dihasilkan oleh Lydia dan semuanya rata-rata direspon positif oleh pasar kaset rohani. Tak hanya itu, wilayah pelayanan yang dilakukan Lidya juga tak tanggung-tanggung.

Didaerah-daerah terpencilpun, tetap ia datangi dan layani meski fasilitas sangat minim ataupun medan yang harus di tempuh cukup sulit. Mengenai hal ini, Lydia banyak menuturkan cerita tentang pelayanannya di wilayah Kalimantan atau di wilayah Irian beberapa waktu lalu.

“Kami percaya Tuhan Yesus selalu mendampingi dengan setia pelayanan yang saya lakukan. Pada wilayah manapun berusaha saya jangkau, sebab banyak jiwa yang dahaga dan rindu akan jamahan Tuhan”, ungkap Lydia.

Layani Daerah Terpencil

Pernah suatu ketika, saat pelayanan Lydia menginap di salah satu rumah penduduk. Wilayahnya cukup terpencil, pelosok yang masih belum tersentuh oleh keramaian. Yang memprihatinkan lagi, listrik pada wilayah tersebut juga masih belum ada sehingga penerangan yang ada hanya memakai lampu minyak. Tak hanya itu, Lydia juga rela tidur di ruangan yang kondisi rumahnya menyatu dengan kandang hewan ternak, seperti babi, sehingga kotorannya kadang tercium menyengat hidung. “Menyedihkan memang, tapi puji Tuhan, Haleluya! Semuanya itu justru berkesan di hati saya. Tuhan dalam kesederhanaan dan kepolosan mereka”, ungkap putri Said Kelana ini.

Pada sisi yang sama, Lydia juga menceritakan tentang kondisi pelayanan di wilayah pelosok terpencil negara kita yang kadang masih memprihatinkan. “Saya juga pernah mandi di sungai bersama ibu-ibu. Yang lucu, maaf, saat kami mandi tiba-tiba melintas kotoran manusia di depan kami. Tapi hal ii sudah biasa bagi saya, sebab sekali lagi, dimanapun dan bagaimanapun situasinya, saya harus senantiasa siap melayani dan memuliakan namaNya”, ungkap pelantun lagu hits sekuler Ironi ini.

Pengorbanan waktu serta karier Lydia dalam dunia rohani memang tak main-main. Hingga saat ini, Lydia masih tetap bersemangat menunjukkan totalitas pelayanannya pada Tuhan. Semenjak dirinya dijamah dan diselamatkan Tuhan hingga menjadi anakNya, Lydia telah banyak merasakan kasih karunia Tuhan. Pada setiap pelayanan, ia kerap aktif bersama suaminya khusunya dalam bidang musik pujian.

“Saya dan suami hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Tuhan”, demikian ungkapnya saat itu.

Pertobatan Sang Jenderal

Di tengah-tengah keaktifan Lydia dalam pelayanan rohani, namanya ternyata masih tetap diingat oleh kalangan umum, terutama para pejabat teras negara. Tak pelak karena lagu-lagu hits sekuler yang pernah di dendangkan Lydia pernah jadi hits pada masanya, Lydia akhirnya sering diminta mengisi acara-acara kenegaraan termasuk pada momen jamuan yang diadakan para pejabat. Suatu ketika, Lydia mengisi acara menyanyi pada perayaan ulang tahun seorang jenderal sekaligus acara syukuran kenaikan pangkat.

Uniknya saat menyanyi, Lydia mengaku menyelipkan lagu-lagu rohani yang bernuansa riang dalam bahasa inggris, padahal yang hadir saat itu sebagian besar adalah non kristen. “Mereka tidak tahu, kalau lagu yang saya dendangkan adalah lagu pujian pada Tuhan, tapi berbahasa Inggris. Karena iramanya riang, mereka tak terlalu memperdulikan dan mereka hanya bergoyang mengikuti dendangan saya. Meski jauh dalam hati, saya berharap ada jiwa yang bisa dijamah Tuhan lewat pujian itu”, ungkap Lydia sambil tersenyum.

Selepas menyanyi, Lydia lantas didekati oleh sang Jenderal tersebut dan menanyakan kenapa ia jarang menyanyi sekuler dan lebih banyak menyanyi lagu rohani seperti yang ia sering saksikan pada acara mimbar agama Kristen atau acara Natal di televisi. Sang Jenderal ini nampaknya tidak tahu kalau Lydia sudah menjadi Kristen dan sudah total dalam bidang pelayanan. “Dari situ saya jawab bahwa saya sudah menjadi Kristen. Sesaat Pak Jenderal ini terperanjat mendengarkan pengakuan saya dan mengira maya masih muslim. Tapi sesaat kemudian, giliran saya yang terperanjat. Sebab saat di bisiki oleh Pak Jenderal, ia mengaku kalau dirinya bersama istri, mertua dan anaknya, juga baru saja menerima Yesus sebagai juru selamat namun masih belum di babtis. Beliau memang tidak mau ramai-ramai, mengingat pangkat dan jawbatannya yang strategis dan saya mengerti kondisinya. Dari situlah saya bersama suami lantas mendampingi keluarga Pak Jenderal untuk melayani iman mereka. Puji Tuhan, Halleluya, akhirnya mereka di babtis dalam Tuhan Yesus. Saya menganggap bahwa semua ini adalah campur tangan Tuhan. Kalau saja saya tak mengakui pada Pak Jenderal kalau saya sudah jadi pengikut Yesus, mungkin jiwa mereka untuk bisa terlayani juga akan terlepas, apalagi mereka masih terbilang jiwa yang baru mengenal Yesus, jadi butuh di dampingi”, ungkap Lydia.

Sumber : Gloria edisi 254

Tags: , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: