Sulitnya Umat Kristiani Beribadah Disoroti

Sebuah artikel yang dikeluarkan salah satu agen berita ternama menyoroti sulitnya umat Kristiani di Indonesia untuk beribadah.

British Broadcasting Channel (BBC) dalam artikelnya minggu ini memberitakan kebanyakan umat Kristiani yang harus menghadiri ibadah di pusat-pusat pertokoan pada Minggu pagi. Mereka harus datang ke tempat yang tidak begitu menyenangkan atau bahkan mengerikan, ungkap BBC, di pusat-pusat pertokoan untuk beribadah.

Pusat pertokoan dan rumah sakit jelas tidak punya ijin sebagai rumah ibadah, namun paling tidak cukup aman, dan untuk sementara waktu. Dan sampai jemaat, seperti yang dipimpin Olbertina, bisa mendapatkan gereja yang permanen, maka mereka akan berada di pusat pertokoan atau rumah sakit, menurut BBC.

Sumber : Christianpost

Artikel tersebut juga menyoroti bagaimana di Jawa Barat, banyak umat Kristiani harus beribadah atau berdoa di pertokoan. Malah, di salah satu pusat pertokoan ada rumah ibadah untuk 10 persekutuan Kristiani.

Hal ini bukannya disengaja, sebagian kecil yang bersedia menjelaskan kenapa mereka sampai beribadah di pusat pertokoan, dan — tanpa bersedia disebutkan namanya — mengatakan hal itu disebabkan karena kekuatiran akan intimidasi kelompok Islam. BBC menyebutkan adanya laporan dari pihak gereja dimana 100 lebih gereja diserang atau mendapat intimidasi dalam waktu 2 tahun belakangan.

Laporan tersebut menuduh kelompok-kelompok ekstrim berada di sejumlah insiden, diantaranya Front Pembela Islam (FPI). Intimidasi mereka menyebabkan banyak gereja-gereja harus ditutup dan juga berbagai aksi dan seringkali kekerasan.

Saipul Abdullah, salah satu pimpinan FPI Jawa Barat, mengatakan kepada BBC bahwa ada kemungkinan anggotanya bertindak emosional. “Mereka menjadi marah dan frustasi sehingga ledakan kecil bisa terjadi,” tuturnya. “Mungkin mereka melepas papan nama, merusak pintu atau mengunci pintu namun mereka sebenarnya tidak punya hak untuk hal itu.”

Saipul Abdullah mengatakan masalahnya bukanlah agama tapi karena sejumlah gereja tidak mengikuti peraturan. Menurutnya, hanya 20 persen gereja-gereja di Jawa Barat yang mempunyai ijin resmi untuk melaksanakan ibadah. Ia mengatakan meminta surat tentang keberadaan hukum kepada gereja-gereja yang tidak punya ijin resmi. Jika tidak ada tanggapan, tambahnya, mereka mengirimkan surat peringatakan dan kemudian meneruskan masalahnya kepada polisi.

Menurut hukum, agar bisa mendapat ijin resmi sebuah gereja harus mencari 90 tanda-tangan dari umat Islam yang tinggal di sekitar gereja tersebut. Namun di sejumlah kawasan jelas tidak mudah untuk mendapatkan ijin. Salah satu diantaranya adalah Gereja Pasundan, yang sudah berdiri di kawasan pinggiran Bandung selama 60 tahun lebih. Namun pendetanya, Olbertina Modesta, mengatakan setiap kali mereka berupaya untuk mendapatkan tanda-tangan yang dibutuhkan maka tak ada umat Islam yang bersedia.

November lalu, Gereja Pasundan diserang oleh sekelompok umat Islam setempat. Mereka membalikkan kursi gereja dan melempari buku doa maupun merusak salib di dinding gereja. Modesta yakin, masalah sebenarnya bukanlah sekedar ijin saja. “Kadang saya mendengar di masjid ada yang mengatakan kami kafir dan kami tidak boleh tinggal di sini,” katanya. “Itulah sebabnya saya yakin ini bukan soal ijin tapi karena menjadi Kristen.” Polisi mengatakan sejauh ini belum ada yang ditangkap sehubungan dengan serangan itu dan pendeta Olbertina kini memimpin ibadah di sebuah rumah sakit setempat.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: