Korban Tewas Topan Nargis Mencapai 22.500 Orang, 41.000 Hilang

Laura Bush Desak Myanmar Izinkan Tim Penanggulangan Bencana AS

Yangon,
Topan Nargis menerjang delta Irrawaddy di Myanmar dan menimbulkan gelombang hebat, menyebabkan penduduk berlarian dengan panik hingga sedikitnya 22.500 orang tewas dan 41. 000 lainnya hilang, kata para pejabat hari Selasa (6/5).
“Kebanyakan kematian itu disebabkan oleh gelombang pasang, bukannya oleh topan itu sendiri,” kata Menteri Sosial dan Pemukiman Kembali Maung Swe dalam jumpa pers di bekas ibukota yang porakporanda itu, Yangon, di mana persediaan bahan pangan dan air semakin tipis.
“Gelombang pasang mencapai ketinggian 13,6 meter dan menyapu dan membanjiri setengah rumah-rumah di desa-desa yang rendah letaknya,” katanya, dengan memberikan gambaran pertama secara rinci mengenai topan akhir pekan. “Mereka tidak tahu kemana untuk berlari.”
Itu merupakan topan terburuk yang melanda Asia sejak 1981, ketika 143.000 orang tewas di Bangladesh.
Menteri Penerangan Kyaw Hsan mengatakan militer sudah “melakukan tugasnya dengan baik” tapi para analis mengatakan hal itu bisa menjadi kejatuhan politik bagi para penguasa militer bekas Burma yang sering membual mampu mengatasi setiap tantangan.
Di Yangon, harga-harga pangan dan bahan bakar melambung dan badan-badan bantuan berjuang untuk mengangkut pasokan-pasokan darurat dan memasuki lima wilayah yang hancur dihantam badai itu, yang dihuni oleh 24 juta orang.
Desak Myanmar
Sementara itu Ibu Negara AS Laura Bush mendesak para penguasa militer Myanmar, Senin waktu setempat menerima tim penanggulangan bencana AS yang sejauh ini dicegah masuk, dan mengatakan tim itu akan memuluskan jalan bagi bantuan lebih luas setelah bencana topan.
Nyonya Bush, seorang pengecam keras para jenderal Myanmar, juga menuduh junta tidak memberikan peringatan-peringatan kepada warganya pada saat topan akan mendekat itu negara itu yang menewaskan sekitar 15.000 orang.
Kedubes AS di Myanmar, sebuah negara Asia Tenggara yang miskin, mengizinkan pengeluaran 25.000 dolar dalam bantuan darurat segera, dan Laura Bush menjanjikan.”lebih banyak bantuan akan diberikan nanti.”
Tetapi dia menegaskan bahwa Myanmar harus terlebih dulu mengizinkan tim bantuan penanggulangan bencana Deplu memasuki negara itu untuk melihat situasi.
Skala kerusakan topan Sabtu itu membuat para jenderal Myanmar yang terkucil secara diplomatik itu perlu menyetujui bantuan luar negeri setelah negara itu dilanda tsunami dari Samudera India tahun 2004.
Tetapi mungkin lebih sulit bagi Myanmar untuk menerima AS, yang tetap mempertahankan sanksi-sanksi keras terhadap junta itu.
Jurubicara Deplu Tom Casey mengatakan satu tim penanggulangan bencana “sedang dipersiapkan untuk pergi ke Burma” kini bernama Myanmar yang diperintah militer selama 46 tahun.
“Sejauh yang saya ketahui pemerintah Burma tidak mengizinkan mereka memauski negara itu,” kata Casey kepada wartawan.
Laura Bush juga mengecam catatan hak asasi manusia junta, seperti berulang-ulang ia katakan sejak tindakan keras terhadap protes-protes yang dipimpin para biksu Budhha September tahun lalu.
Dia mendesak junta membatalkan referendum terhadap sebuah konstitusi yang disusun militer yang mereka rencanakan diselenggarakan 10 Mei. Para pengeritik mengatakan referendum itu akan mengekalkan kekuasan militer.
Presiden George W.Bush pekan lalu mengatakan referendum konstitusi di Myanmar itu tidak akan berlangsung secara “bebas, jujur atau dapat dipercaya” dan memberlakukan sanksi-sanksi baru terhadap perusahaan-perusahaan milik pemerintah itu untuk meningkatkan tekanan bagi perubahan politik.
Laura Bush mengungkapkan suaminya Rabu akan menandatangani sebuah undang-undang yang menganugerahkan pembela demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi yang ditahan Medali Emas Kongres, penghargaan sipil tinggi Amerika. Kongres menyetujui penghargaan itu bulan lalu.
Partai Liga nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi meraih kemenangan dalam pemilu tahun 1990 tetapi tidak menyerahkan kekuasaan dan ia ditahan sejak itu.
Sementara itu pihak PBB mengatakan, bahwa mereka akan mengirimkan bantuan darurat seperti pangan, air bersih, selimut, dan plastik untuk membuat penampungan korban.
India mengatakan, bahwa pihaknya segera akan mengirimkan dua kapal angkatan laut yang memuat bahan pangan, tenda, selimut, pakaian dan obat-obatan.
Badai topan Nargis yang tergolong badai kategori tiga itu membawa angin dengan kecepatan 190 kilometer per jam.
“Pemerintah tampaknya bersedia menerima bantuan-bantuan internasional melalui badan-badan PBB. Saya bisa katakan itu sudah ada lampu hijau. PBB akan mulai mempersiapkan bantuan sekarang untuk dibawa ke Myanmar secepat mungkin,” kata jurubicara Program Pangan Dunia, Paul Risley.

Sumber : Analisadaily.com

Tags: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: