Direktur WEA Internasional Kunjungi Para Pemimpin Kunci Gereja di Vietnam

Selama kunjungan pertamanya ke Vietnam sejak menjadi Direktur WEA International, Dr Geoff Tunnicliffe bertemu dengan para pemimpin gereja utama di ibukota Ho Chi Minh awal April, serta mengundang sejumlah pemimpin untuk datang sebagai pengamat WEA General Assembly di Thailand nantinya dalam tahun ini.

Dr Tunnicliffe mendapati bahwa ke-Kristenan diuntungkan oleh hukum dan perundang-undangan di Vietnam terhadap kebebasan beragama menurut laporan liberalized sejak 2005. Dengan rasa syukur, pada tiga tahun terakhir, pemerintah mensponsori program penguatan ke-Kristenan untuk menarik kembali iman mereka yang sesungguhnya telah terhenti.

Gereja Protestan pertama sejak liberalisasi, Danang-berdasarkan Christian Mission Church, mendapat pengakuan hukum penuh pada akhir 2007. Diikuti oleh sebuah denominasi kecil Baptis Januari 2008. Kedua denominasi ini bergabung dengan Evangelical Church of Vietnam, baik dari organisasi utara dan [ECVN (N) dan ECVN (S)], untuk membuat keempatnya mendapatkan pengakuan penuh sebagai tubuh gereja Injili.

Empat organisasi gereja rumah lainnya berada pada tingkat pendaftaran yang rendah secara nasional dengan sebutan “ijin untuk mengadakan kegiatan keagamaan.” Serta masih menyisakan beberapa lusin lagi yang tidak terdaftar.

Banyak dari mereka tidak dapat segera didaftarkan, dengan lebih dahulu diadakan pengamatan terhadap masalah yang dialami. Mereka mengatakan bahwa pendaftaran terkadang digunakan pemerintah sebagai cara untuk campur tangan terhadap urusan internal gereja.

Kesatuan di antara warga Vietnam yang diperkirakan berjumlah 1,3 juta sisa ke-kristenan Injili sukar diperoleh.Sebenarnya kesatuan yang berada di bawah ECVN (S) selama “dasawarsa gelap”dilanjutkan pada 1975 dengan kemenangan komunis, gereja mulai terpecah belah menjadi bagian-bagian kecil dan berkembang menjadi gereja-gereja rumah pada 1988 dan jumlahnya semakin meningkat akibat campur tangan pihak asing.

Kecenderungan yang tampak justru sebaliknya dengan didirikannya Vietnam Evangelical Fellowship (gereja-gereja rumah) pada 1998, yang mewakili sekitar 200.000 orang Kristen. VEF adalah salah satu kelompok yang terlihat secara aktif ikut dalam memajukan persatuan Injili.

Dr Tunnicliffe memberi pujian dan menganjurkan VEF lebih hebat lagi kedepannya untuk memenuhi syarat bagi keanggotaan WEA.

Pemimpin ECVN (S) menyampaikan kepada Tunnicliffe tentang sebuah seruan untuk berdoa bagi suatu perubahan dalam pemerintahan organisasi dan anggota. Hal ini menandai bahwa ECVN (S) telah mendapat pengakuan secara resmi selama tujuh tahun penuh.

Surat permohonan doa tersebut meliputi (1) permohonan bagi aksi gereja-gereja yang telah lama untuk 265 kepemilikan gereja yang telah diambil alih oleh komunis, (2) untuk pemerintah yang secara terang-terangan ikut campur tangan terhadap urusan internal gereja, dan (3) untuk pemberian ganti rugi para jemaat di Mekong Delta yang telah mengalami penganiayaan fisik pada 2007 seorang pastor dan jemaatnya di kota Mekong yang telah diketahui pejabat pemerintahan. Dalam seluruh kasus tampaknya gereja telah bekerja secara diam-diam untuk dapat menghubungi pihak yang berwenang, tetapi diabaikan. Tidak ada tindak lanjut.

Sylvia Soon, WEA
Koresponden Kristiani Pos

Tags: , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: