SMS Maut Menyebar, Polda Riau Terjunkan Tim Penyelidik

Pekanbaru, Tribun – Pesan singkat berisi peringatan bahaya kematian, memantik keresahan warga Pekanbaru, Duri, dan Bengkalis dalam dua hari terakhir. Tak hanya kalangan profesional yang mendapat short message system (SMS), anak-anak sekolah dasar pun risau.

Bahkan wajah Darma (10), murid SD di Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru, sontak pucat setelah menerima SMS, Rabu (7/5). Ketika itu Darma sedang bermain di depan kelas bersama teman-temannya.

Tiba-tiba telepon selulernya berdering. Begitu dibaca, Darma pun ketakutan. Ia kemudian berlari menuju kerumunan teman-temannya, menunjukkan peringatan bahaya kematian, bila membuka SMS dari kode 0866. Isi SMS tersebut menyebutkan, bila mendapat telepon dari kode 0866 berwarna merah, disarankan tak diangkat, karena bisa menyebabkan yang mengangkat meninggal dunia.

Tak sampai disitu, pengirim SMS meyakinkan, jika peristiwa misterius itu telah dilansir media massa. Disebutkan di Jakarta telah menyebabkan 7 korban meninggal. Di Riau juga disebutkan telah menyebabkan kematian di Bengkalis dan Duri.

Si pengirim SMS meyakinkan, telepon maut itu dikerjakan dukun melalui pembunuhan jarak jauh. Inilah yang sontak memicu ketakutan Darma dan teman-temannya. dalam tempo singkat seisi sekolah resah, termasuk para guru.

“Apa benar itu, Pak? Kami takut, jangan-jangan bisa terjadi. Tolong cek kebenarannya ya, Pak,” pinta Darma kepada Tribun. Tak hanya Darma, murid lainnya, Sonya (10) juga mendapat SMS sama. Sonya yang ketakutan langsung mematikan ponselnya. “Nggak mau..Sonya nggak mau mengaktifkannya. Takut..” katanya sambil berlalu.

Peringatan telepon maut ternyata tak hanya dikirimkan ke anak-anak. Tak sedikit kalangan profesional bahkan seorang pengusaha, kemarin, menghubungi Tribun Pekanbaru, menanyakan kebenaran SMS tersebut.

Wakil Gubernur Riau, Wan Abubakar pun kesal terhadap SMS terbut. Ia khawatir SMS itu memicu keresahan massal, sehingga menambah beban masyarakat Riau yang saat ini sedang dihadapkan pada masalah kenaikan Bahan Bakar dan Minyak (BBM).

“Itu harus diselidiki. Jangan sampai masyarakat gelisah akibat ulah orang-orang tertentu seperti ini.
Kalau memang benar ada korban, juga perlu ditelusuri kebenarannya, ” tegas Wan Abubakar. Ia bahkan mensinyalir merebaknya SMS berisi peringatan maut itu merupakan bentuk sabotase. “Ini adalah sabotase, pesan ini, kan bisa menghalangi orang untuk berkomunikasi dari nomor tertentu,” katanya. Oleh karena itu Wagubri minta aparat berwajib mengusutnya.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulkifli pun menyatakan kesiapan Kepolisian menyelidiki kasus ini. “Kita akan turunkan tim ke lapangan untuk menyelidikinya, ” janji Zulkifli. Meski begitu, ia mengimbau masyarakat tak percaya begitu saja. Zulkifli yakin SMS itu hanya ulah orang iseng. (*)

Tags: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: