Vihara Avalokitesvara Siantar Terbakar

Vihara Avalokitesvara/Po In Tha di Jalan Pematang, Pematangsiantar, Minggu (11/5) dinihari terbakar, mengakibatkan tujuh orang yang berada di tempat itu tewas terpanggang dan sejumlah korban lainnya menderita cedera.
Api tampak marak membakar Vihara Avalokitesvara/Po In Tha di Jalan Pematang, Pematangsiantar, Minggu (11/5) dinihari.
Korban yang tewas, Bhiksu Seik You Cen (69), guru agama Buddha Suyat Widodo (48), dua karyawan Rizal (18) dan Dian (23) serta tiga wanita di antaranya kakak beradik Ai Cin (35) dan Ai Nie (34) serta Chiu Fong (65) warga Kota Binjai.

Sementara yang mengalami cedera Bhiksu Dhyanavira (55), Si Cang (36), Sekwat (32), Sui Cang (8) dan Surina (tidak diketahui usianya). Korban cedera dirawat di RS di Pematangsiantar, kecuali Bhiksu Dyanavira/Teng Siong Se dibawa ke RS di Medan.

Keterangan diperoleh, peristiwa kebakaran yang diduga akibat hubungan arus pendek listrik terjadi pukul 01.45 WIB, hingga menggemparkan warga sekitarnya termasuk orang yang di dalamnya.

Api berkobar melanda bagian lantai tiga, membuat para penghuni di dalam kamar masing-masing menjadi gelagapan dan diduga korban yang tewas karena terperangkap dalam kamar saat itu sedang tidur lelap.

Sebagian korban lainnya berusaha keluar dari kamar masing-masing, termasuk Bhiksu Dhyanavira yang berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat mengarah ke bangunan di belakangnya. Bhiksu ini mengalami cedera diduga patah kaki dan sakit pada lengan selanjutnya dilarikan ke RS di Medan.

Petugas pemadam kebakaran dari Pemko dibantu Bakortiba NV STTC yang datang ke lokasi melakukan penyemprotan air, sehingga api berhasil dipadamkan pada pukul 07.00 WIB.

Selanjutnya petugas Polsek Siantar Selatan dipimpin Kapolsek AKP Robert Gultom SH dan Kapolresta dipimpin Kasat Reskrim AKP Bustami bersama anggota bersama tim Yayasan Bhakti Kesejahteraan Sosial (YBKS) Siantar Simalungun mengevakuasi para korban.

Enam dari jenazah korban terbakar, menurut AKP Bustami didampingi AKP Robert Gultom pada siang harinya, mengalami luka bakar biasa dan seorang lagi Suyat Widodo hangus terpanggang dan merupakan jenazah terakhir dievakuasi ke RSUD Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.

Mengenai kerugian materil diperkirakan miliaran rupiah, terdiri dari bangunan beton dan perabotan termasuk perpustakaan di dalamnya.

Peristiwa kebakaran yang melanda vihara terbesar di Asia Tenggara itu masih dalam penyelidikan pihak Polresta dan Poldasu yang mengirimkan tim Labfor ke lokasi kebakaran.

Menurut Chandra salah seorang pengurus di vihara kepada wartawan, sejak Jumat (9/5) dilakukan persiapan dalam menyambut Hari Raya Waisak 2552 yang jatuh pada 20 Mei mendatang dan pada hari Minggu ini merupakan kegiatan ibadah puncak terakhir di lokasi patung Kwan Im yang berada di vihara tersebut. Akibat musibah itu, kegiatan ibadah terpaksa dibatalkan, katanya.

Umat Buddha Bersedih

Seiring terbakarnya vihara ini membuat umat Buddha khususnya umat Buddha Vihara Avalokitesvara di Pematangsiantar bersedih.

“Awalnya saya tidak percaya, Vihara Avalokitesvara, terbakar. Namun, karena telepon yang datang dari salah seorang pengurus yayasan bakti kesejahteraan sosial, lalu saya beranjak dari tempat tidur dan menuju Vihara Avalokitesvara. Bak disambar petir perasaan ketika melihat kepulan asap dan maraknya api melalap vihara. Sakin bingungnya melihat kepulan asap dan meraknya api melahap bangunan, sayapun hanya bisa berteriak-teriak sambil berlari ke sana ke mari mengangkat apa saja yang bisa diselamatkan,” ujar salah seorang pengurus Vihara Avalokitesvara, Lehu Leopulisa.

Bersama pengurus Vihara Avalokitesvara seperti Jhon SE dan Ketua YBKS Yen Phei dan yang lainnya, malam sampai pagi hari bekerja keras tak mengenal lelah sebab, kobaran api mulai tampak padam sekitar pukul 05.00 WIB setelah pamadam kebakaran milik Pemerintah kota (Pemko) dan NV STTC bekerja sekuat tenaga.

“Di depan mata kami saksikan hiruk pikuknya semua seisi vihara menyelamatkan diri dan barang-barang atau apa saja yang bisa diselamatkan. Menyaksikan itu semua rasa sedih pun semakin menjadi jadi dan tanpa disadari air mata pun sudah membasahi pipi ini,” tukas Lehu.

“Sesampai di lokasi kebakaran ini juga, saya mendengar informasi dari saksi saksi mata yang melihat, Biksu Besar Dhyanavira (Teng Siongse) menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai 3. Akibat itu semua Biksu Besar Dhyanavira atau Teng Siongse, menderita patah kaki,” tutur Lehu Leopulisa.

“Saya benar-benar bersedih melihat kobaran api melalap bangunan vihara yang megah dan tertata apik itu. Apalagi dalam waktu dekat ini umat Buddha akan merayakan Hari Raya Waisak 2552 yang biasanya akan bersembahyang di vihara milik banyak umat itu,” ujar drg Lawer Suntono.

Peristiwa kebakaran Vihara Avalokitesvara Pamatang Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Selatan kota Pematangsiantar, benar-benar mengejutkan lapisan masyarakat khususnya umat Buddha, menyusul sejak satu jam musibah kebakaran terjadi hingga berita ini dikirimkan ke redaksi sore harinya masyarakat yang berdatangan masih berduyun-duyun.

Benar-benar sedihlah melihat Vihara Avalokitesvara yang dilanda musibah kebakaran ini, ujar sejumlah warga yang berdatangan dari berbagai daerah ke lokasi kebakaran seraya melihat sebagian besar bangunan vihara yang berdiri megah sudah tinggal puing-puing.

Barangkali, karena kesedihan yang tak terbendung cukup banyak masyarakat khususnya umat Buddha yang datang ke lokasi kebakaran itu meneteskan air mata.

Tags: , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: