Kantor Save The Children Bireuen Digranat OTK

Bireuen, (Analisa)

Aksi teror kembali mengguncang Bireuen. Rabu (14/5) pagi, sebuah granat yang dilempar orang tak dikenal (OTK) meledak di halaman sebuah rumah di bilangan jalan negara Desa Cot Tarom Tunong, Kecamatan Jeumpa yang selama ini disewa sebagai kantor NGO Save The Children (SC) District Bireuen.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sebuah mobil operasional sebagai sarana penunjang kegiatan lembaga donor tersebut dilaporkan mengalami kerusakan sehingga menimbulkan kerugian materil jutaan rupiah.

Keterangan yang dihimpun Analisa kemarin menyebutkan, ledakan granat yang membahana hingga ke pusat Kota Bireuen (berjarak sekitar 1,5 km), terjadi pukul 05.55 WIB. Dua petugas jaga di kantor itu dilaporkan nyaris terkena serpihan ledakan.

“Saat kejadian dua orang satpam dari tim B yakni Agus Maulana dan Saiful yang bertugas malam itu kebetulan sedang tidak berada di pos penjagaan, seorang di antara mereka sedang melakukan pemeriksaan rutin di sekitar kantor, sedangkan rekannya tengah berada di dapur menyeduh kopi sehingga luput dari serpihan ledakan,” ujar seorang karyawan SC kemarin.

Akibat ledakan dahsyat itu, satu unit mobil Ford Everest BL 442 AO milik SC terkena serpihan serta merusak jendela kaca dan mengenai tembok bangunan dalam kompleks kantor STC Bireuen. Puluhan warga sekitar sempat ketakutan, apalagi suasana masih relatif gelap.

Seorang saksi mata menyebutkan, sebelum terdengar dentuman keras, mereka sempat melihat dua pemuda mengendarai Yamaha RZ King melintas dari depan kantor seraya melempar sesuatu, lalu melarikan diri ke arah barat.

“Walaupun sempat terkejut, tetapi awalnya kami mengira suara dentuman bersumber dari ledakan ban mobil, tetapi beberapa saat kemudian kami sadar bahwa suara itu berasal dari ledakan granat yang sengaja dilempar orang tak dikenal,” ujar Maulana dan saiful kepada wartawan.

Menebar Teror

Kapolres Bireuen, AKBP T Saladin yang memimpin oleh TKP kemarin pagi menyebutkan, aksi teror granat di kantor SC disinyalir sengaja dilakukan orang tak bertanggung jawab untuk tujuan menebar teror dan menakut-nakuti masyarakat.

“Begitupun kami masih mempelajari motif pelemparan granat ini. Lokasi granat jatuh hanya berjarak sekitar 10 meter dari bangunan kantor. Ini menimbulkan dugaan bahwa pelaku bukan bermaksud mengincar korban, namun hanya untuk menimbulkan rasa takut,” kata Saladin.

Sebagai upaya menguak kasus tersebut, pihaknya tandas Saladin, akan terus melakukan pengusutan guna mengungkap aksi teror itu. Sejauh ini pihaknya baru memintai keterangan dari dua orang satpam yakni Agus Maulana dan Saiful.

Sejumlah kalangan di daerah itu mengaku sangat menyesalkan aksi pelemparan granat di kantor SC yang selama ini dikenal intens membantu segenap rangkaian program rehabilitasi pendidikan Aceh pascagempa dan tsunami.

Ridwan Abdullah selaku Ketua Ikatan Keluarga Pemuda Acheh (Ikapeda) Cabang Pliembang dalam pernyataan kemarin menyampaikan imbauan kepada semua pihak agar senantiasa menahan diri untuk tidak kembali menebarkan teror di saat masyarakat Aceh mulai menikmati perdamaian.

“Kami sangat menyesalkan aksi teror oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Kepada semua kalangan masyarakat kami juga meminta agar tidak mudah terprovokasi jika merasakan adanya aksi-aksi kriminal dari segelintir orang yang tidak senang melihat perdamaian di Aceh.”

Tags: , , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: