Topan Kuat Baru Menuju Myammar

PBB Peringatkan ‘Gelombang Kematian’ Tahap Dua

Yangon, (Analisa)

Badai tropis baru bergerak menuju delta Myanmar yang sudah diporakporandakan topan Nargis, Rabu (14/5), di saat masih begitu minimnya bantuan yang tiba sehingga PBB memperingatkan ini sebagai “gelombang kedua kematian” di antara lebih 1,5 juta korban yang selamat.

Pusat Peringatan Topan berkedudukan di Hawaii, sebuah badan pemerintah AS yang mendistribusikan data ke PBB, mengatakan, ada kemungkinan “topan tropis dahsyat” akan terbentuk dalam waktu 24 jam mendatang dan bergerak menyeberangi kawasan delta Irrawaddy.

Delta tadi sudah dihajar Topan Nargis pada 2-3 Mei, menyebabkan sedikitnya 34.273 orang tewas dan 27.838 hilang, demikian menurut pemerintah. Menurut PBB, angka korban jiwa bsia mencapai lebih 100.000 orang.

Sekitar 1,5 sampai dua juta orang selamat memerlukan bantuan. Tapi badan-badan PBB dan kelompok-kelompok relawan lainnya sejauh ini baru dapat mencapai 270.000 orang.

“Mereka sudah lemah,” kata Amanda Pitt, seorang jurubicara bagi Kantor Urusan Kemanusian PBB. Badai baru akan mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk menyelamatkan diri dan menghadapi kejadian yang menimpa mereka. Ini sungguh mengerikan.”

Kekisruhan, logistik memprihatinkan, infrastruktur terbatas dan penolakan pemerintah militer mengizinkan petugas bantuan asing menyebabkan sebagian besar orang yang selamat hidup dalam kondisi menyedihkan tanpa makanan atau air bersih. Upaya-upaya pemerintah telah mendapat kecaman karena sangat lamban.

Pemerintah bertanggungjawab untuk membantu warga mereka jika terjadi bencana alam,” ujar Pitt.

“Kami berada disini untuk berusaha sekuat tenaga dan mempermudah upaya mereka serta meningkatkan respons mereka. Ini jelas tidak cukup dan kami tidak ingin melihat kematian gelombang kedua sebagai akibat tidak adanya respons,” lanjutnya.

Berita datangnya topan kedua tidak disiarkan oleh media pemerintah Myanmar. Tapi penduduk Yangon mendapatkan berita itu melalui siaran asing dan Internet.

“Saya berdoa semoga kami diselamatkan dari topan kedua. Bukan hanya saya tetapi semua rakyat Myanmar,” ucap Min Min, seorang penarik becak, yang rumahnya hancur dihantam Topan Nargis. Min Min, istri dan tiga anaknya kini tinggal di puing rumah mereka di bawah tenda plastik.

“Topan kedua akan menjadi bencana besar karena pusat bantuan kami sudah penuh sesak. Saya sangat cemas,” kata Tun Zaw (68), seorang penduduk Yangon lainnya yang tinggal di pusat bantuan pemerintah.

Tags: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: