Franklin Graham Berkotbah Di Hadapan 12.000 Orang di Cina

Thursday, May. 15, 2008 Posted: 10:03:07AM PST

Franklin Graham berkotbah kepada sekitar 12.000 orang di Daratan Cina, Minggu, di gereja terbesar disana

Peristiwa bersejarah tersebut dibuktikan dengan banyaknya pendengar orang yang hadir, sebagaimana disampaikan bahwa Cina sering dikecam karena menindas kebebasan beragama. Menurut pastor senior gereja Kristen Hangzhou Chong Yi, peristiwa Graham akhir pekan lalu tersebut merupakan pertemuan gereja terbesar yang pernah ada.

“Franklin Graham pada 11 Mei berkotbah di Gereja Kristen Hangzhou Chong Yi adalah (peristiwa) sangat signifikan,” kata Kedutaan Besar AS di Beijing, menurut Billy Graham Evangelistic Association. “Hal ini menyoroti kemungkinan kuat untuk terjalinnya kerjasama antara lembaga-lembaga keagaamaan Amerika Serikat dan Cina dan menandai sebuah kemajuan yang positif.”

Graham, presiden dan CEO dari BGEA, mengajarkan sebuah pesan Injil mengenai salib dan meminta kepada mereka yang hadir untuk tetap berdiri jika mereka ingin menjadi pengikut Yesus Kristus. Sekitar 1.250 orang menanggapi undangan tersebut, dan Alkitab diberikan kepada mereka yang meresponnya, menurut BGEA.

Gereja Kristen Chong Yi juga menawarkan bimbingan selama delapan minggu bagi mereka yang ingin menjadi pengikut Yesus Kristus untuk mengajarkan mereka dasar-dasar iman ke-Kristenan. Selama kotbahnya, Graham menyatakan bahwa dia selalu mencintai Cina karena itu adalah tanah tempat ibunya dilahirkan. Namun dia juga mengaku memiliki keraguan sebelumnya apakah dia akan mempunyai kesempatan untuk “melihat perubahan dan perkembangan yang besar” di Cina.

Naun, saat datang ke Cina dan bisa secara terbuka berkotbah memberi Graham “harapan besar” untuk mengekspresikan keagamaan di Cina.

Graham berada Cina selama 10 hari, 6-15 Mei, dimana dia akan mengunjungi Beijing, Hangzhou, Nanjing dan Shanghai dalam kunjungan resmi dengan para pejabat pemerintah dan gereja.

“Saya percaya lebih produktif untuk dapat bertemu muka dengan muka dan menyemangati kemajuan yang telah dicapai disini,” katanya. “Hubungan yang lebih kuat mulai terbentuk dan kami mulai mengembangkan saling pengertian yang besar antara satu sama lain.”

Walaupun Cina sudah memperlihatkan perbaikan dalam kebebasan beribadah, U.S. Commission on International Religious Freedom (USCIRF) masih menganjurkan agar Departemen Dalam Negeri merk terus menaruh negara tersebut dalam daftar hitam sebagai “Negara yang Memiliki Keprihatinan Khusus” tahun ini.

Predikat CPC adalah cap terburuk untuk sebuah pelanggaran kebebasan beragama, dan negara tersebut akan menerima sanksi dari pemerintah AS untuk predikat seperti itu.

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: