Korban Tewas Gempa di China Bisa Lampaui 50.000 Jiwa

Wenchuan, (Analisa)

Angka kematian akibat gempa dahsyat di China bisa melonjak menjadi lebih 50.000 jiwa, lapor media pemerintah hari Kamis (15/5), ketika para petugas pertolongan berusaha keras membantu mereka yang selamat dan harapan memudar bagi keselamatan ribuan yang terkubur di bawah puing-puing.

Sebanyak 20.000 orang dikonfirmasikan tewas setelah gempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter hari Senin (12/5) dan 25.000 orang terkubur di kawasan-kawasan di kawasan-kawasan yang berupaya dicapai para petugas pertolongan, berjuang mengatasi tanah longsor, jalan-jalan yang melengkung dan jembatan-jembatan yang rubuh.

Para pemimpin Partai Komunis menjelaskan kepada para pejabat untuk “menjamin stabilitas sosial” ketika gempa berkekuatan 7,9 skala Richter hari Senin (12/5) menimbulkan desas-desus telah terjadi tumpahan zat kimia, kekhawatiran akan pecahnya bendungan-bendungan dan pemandangan-pemandangan keputusasaan massal.

Sekitar 130.000 tentara dan personil paramiliter membantu mencari dan upaya penyelamatan di provinsi Sichuan yang terkena dampak terburuk, menggali di antara puluhan kota yang berubah menjadi puing-puing.

Para petugas pertolongan di kota Dujiangyan membalut mayat-mayat yang dikeluarkan dari puing-puing dengan kain terpal dan melarikan mereka ke kamar-kamar mayat.

Mereka begitu sibuk bahwa suatu pemberitahuan diluar sebuah sekolah yang rubuh meminta kepada semua orangtua untuk mencari anak-anak mereka yang hilang secara bergantian.

Harapan Memudar

Tiga hari setelah gempa, harapan-harapan untuk bisa mengeluarkan korban selamat dari puing-puing memudar dan gelombang petugas pertolongan tampak terhalang oleh kurangnya peralatan khusus.

Namun ada saat-saat munculnya kegembiraan dan rasa lega. “Terima kasih-terima kasih,” kata seseorang berusia 22 tahun setelah dia akhirnya berhasil dikeluarkan dengan selamat, di Dujiangyan.

Dia terperangkap, tanpa cedera tapi tak dapat bergerak, di bawah puing-puing sebuah rumah sakit.

Kantor berita Xinhua mengutip pemerintah di provinsi pegunungan Sichuan, China Baratdaya mengatakan angka kematian di sana naik menjadi lebih 19.500. Dengan ratusan kematian di provinsi terdekat, angka keseluruhan mencapai sedikitnya 20.000.

Ketegangan dari puluhan ribu korban yang kehilangan rumah juga meningkat.

“Bahan pangan cukup, tapi kekurangan air.Kami hanya mempunyai satu botol air mineral selama beberapa hari terakhir, tidak ada air untuk memasak,” kata Wang Yujie, seorang guru yang sekolahnya tahan terhadap gempa.

Banyak bantuan berdatangan dan upaya-upaya kordinasi juga membaik, di mana Sichuan berhasil memasang hubungan telepon langsung dan cepat bagi para korban dan mobil-mobil ambulan dengan plat nomor kendaraan Beijing beroperasi di jalan-jalan.

Lebih 12,5 ton barang-barang bantuan kemanusiaan diterjungkan dari udara dan puluhan helikopter mengangkut para petugas pertolongan dan bantuan.

Kementerian Luar Negeri mengatakan selimut, tenda, bahan pangan, telepon satelit, obat-obatan dan ekskavator diperlukan sekali. Gao menambahkan perban, antibiotik dan belat sampai peralatan canggih seperti ventilator dan mesin dialisis ginjal.

Tapi di beberapa desa dekat kawasan yang dilanda paling parah, Beichuan, penduduk yang marah mengeluh mereka tidak banyak lagi yang dapat dimakan dan terpaksa meminum air yang terkontaminasi.

Banyak yang tidur diluar atau di tempat penampungan darurat di mana kekurangan air dan toilet-toilet yang tumpat menambah kekhawatiran berjangkitnya penyakit, tapi seorang wakil Menteri Kesehatan Gao Qiang mengatakan belum menerima laporan telah berjangkitnya wabah penyakit.

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: