Wawancara dengan Widyawati Seputar Kematian Sophan Sophian

Widyawati akhirnya bisa mengungkapkan momen-momen terakhirnya bersama almarhum suaminya Sophan Sophiaan. Widya sangat sedih karena ketika Sophan bilang ‘I love you,’ ia tak jawab.

Widyawati dengan suara pelan, akhirnya bisa mengungkapkan momen-momen terakhirnya bersama almarhum suaminya Sophan Sophiaan. Widya bertemu media dengan didampingi putra keduanya, Roma. Selama wawancara, di kediamannya kawasan Bintaro Jaya, Minggu (18/5/2008) malam, Roma terus merangkul pundak mamanya.

Berikut petikan wawancara dengan Widyawati yang menikah dengan Sophan pada 9 Juli 1972 dan setia menemani sang suami hingga akhir hayat itu:

Apakah ada firasat?

Malam jumat sebelum kejadian, aku memang sempat masuk angin, dadaku sesak. Biasa yah, Sophan kalau aku sakit, panik, sempat dia bilang, aku panggil dokter ya. Aku bilang nggak usah. Tapi tetap dia panggil dokter, dokternya nyamperin aku, diperiksa dan benar tidak ada apa-apa, hanya masuk angin biasa. Karena dia ada acara akhirnya dia tinggal aku.

Setelah selesai acara, dia sempat telepon aku, gimana kamu baik-baik saja, aku bilang aku baik-baik saja, sudah tidak ada apa-apa.

Setelah selesai acara, dia pulang dan saya sudah tidur, akhirnya ya sudah, subuh, salat, setelah selesai salat dia peluk saya.

Yang aku baru ingat lagi, beberapa minggu terakhir sebelum dia pergi, tiap kali berpapasan, di depan kamar, dia selalu peluk aku, sering kali, setiap ketemu dia selalu peluk aku, bukan berarti sebelumnya itu tidak pernah memeluk aku, tapi ini kejadiannya sering kali.

Ada hal terakhir dari almarhum yang diingat?

Yang terakhir yang saya ingat, dia memeluk aku dan bilang ‘i love you ma’……(Widya kemudian menangis. Ia menghapus air mata dengan kerudung putih yang dikenakannya).

Sedih bener, biasanya saya selalu menjawab, entah kenapa pada saat itu aku tidak menjawab, sedih bener (Widya menangis lagi. Ia kembali berurai air mata)

Selama wawancara, di kediamannya kawasan Bintaro Jaya, Minggu (18/5/2008) malam, Roma terus merangkul pundak mamanya. Berikut lanjutan petikan wawancara dengan Widya:

Ada kata-kata terakhir dari almarhum?

Yang aku ingat dari kata-kata Sophan terakhir adalah misi kita berhasil, misi kita berhasil (Widyawati menangis ketika mengucapkan kata-kata, ‘misi kita berhasil’).

Ada komunikasi terakhir dengan anak-anak?

Kalau dengan anak-anak nggak sempat karena selama pergi di atas motor itu nggak kontak-kontakan. Kalau? dengan aku, dari tanggal 12 (12 Mei-red) sebelum berangkat, yang bangunin aku itu dia, dan karena dia ada acara? di Monas dulu, jadi yang anterin aku adalah Roma.

Apakah ada cita-cita atau keinginan almarhum yang belum tercapai?

Seperti yang saya bilang tadi, dia sangat menginginkan sekali Indonesia makmur, makmur yang? sebenar-benarnya. Itu merupakan cita-cita dia, karena dengan makmur, cucu kita akan makmur, nggak kesusahan.

Merasa almarhum masih ada?

Saya nggak bisa jawab itu, kayak mimpi ya (Widya berhenti bicara. Ia menangis).

Memang saya merasa masih ada, karena ini rasanya beda. Kalau orang yang ditinggal melalui sakit, pastinya sudah siap mental. kalau seperti? ini (Widya benar-benar tak bisa lagi bicara, ia menangis tersedu-sedu. Putranya Roma kemudian membawanya masuk ke dalam rumah).

Tags: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: