Calcuta Memories : Kristianitas adalah Pemberian

Dari kumpulan catatan Ibu Teresa dari Calcuta memories. . .

Catatan tersebut : . . ..

Kristianitas adalah Pemberian

Mother Theresa

Ketika seorang Hindu tanya, “Apakah Kristianitas itu?”
Ibu Teresa menjawab, “Kristianitas adalah pemberian.”

Allah begitu mencintai dunia sehingga Dia menyerahkan Putra-Nya.
Dia memberikan-Nya kepada Maria agar Maria menjadi bunda-Nya.
Dia telah menjadi seorang manusia seperti Anda dan saya dalam segala hal,
kecuali dalam hal dosa.

Yesus juga membuka cinta-Nya kepada kita
dengan memberikan hidup-Nya sendiri, keberadaan-Nya sendiri.
Sekalipun Dia kaya, Dia telah menjadi miskin untuk Anda dan saya.
Dia menyerahkan diri-Nya sepenuhnya,
Dia wafat di kayu salib.
Namun, sebelum Dia wafat,
Dia menjadikan diri-Nya sebagai roti kehidupan
agar rasa lapar kita akan kasih dapat terpuaskan.

Dia bersabda,
“Jika kamu tidak makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku,
kamu tidak dapat memperoleh hidup abadi.”

mother Theresa

Kebesaran kasih-Nya membuat-Nya menjadi orang lapar
yang berkata,
“Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan,” dan
“jika kamu tidak memberi Aku makan,
kamu tidak dapat masuk ke dalam kehidupan kekal.”
Inilah pemberian Kristus.

Saat ini Allah juga mencintai dunia.
Dia mengutus Anda dan saya untuk membuktikan
bahwa Dia mencintai dunia,
bahwa Dia masih memiliki bela rasa terhadap dunia.

Kita harus menjadi kasih-Nya, rasa simpati-Nya
di dalam dunia saat ini.

Akan tetapi untuk dapat mencintai,
kita harus memiliki iman,
karena iman yang aktif adalah kasih,
kasih yang aktif adalah pelayanan.

Yesus membuat diri-Nya menjadi roti kehidupan
agar kita dapat makan dan hidup,
dan mengenal Dia
dalam pakaian compang-camping orang miskin.

Untuk dapat mencintai
kita harus dapat melihat dan merasakan.

Oleh karena itu, seperti dalam Injil
Yesus menjadikan orang miskin
sebagai harapan akan keselamatan
bagi Anda dan bagi saya sendiri.

Dia bersabda,
“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan
untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini,
kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: