Tarif Angkutan Ditolerir Naik 15%

JAKARTA – Departemen Perhubungan mentolerir kenaikan tarif angkutan umum maksimal 15 persen menyusul rencana kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar 28,7 persen.

“Kalau sudah naik, nanti Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) nanti dibahas bersama, kita belum tahu karena belum naik, tetapi maksimal 15 persen,” kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, seusai acara pelantikan Gubernur Bank Indonesia, di Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (22/5/2008).

Namun, kata Jusman, berdasarkan hitungan Menteri Keuangan Sri Mulyani dampak normal kenaikan harga BBM terhadap tarif angkutan hanya sekitar 10 persen.

Sebab, semua angkutan umum akan mendapat jatah smart card atau kartu pintar sehingga tidak tetap menikmati BBM bersubsidi.

“Mereka membayar yang non subsidi kalau di luar jatah subsidinya habis,” kata Jusman.

Dephub akan membahas kenaikan tarif angkutan dengan Organda selepas pemerintah memastikan kenaikan harga BBM.

Di sisi lain, Jusman memastikan hanya tarif kereta api kelas ekonomi yang tidak naik. Pemerintah menurutnya, sudah menyiapkan dana tambahan public service obligation (PSO) atau subsidi kepada PT KA agar tiket kelas ekonomi tidak naik. “Kita ada tambahan PSO sebesar Rp150 miliar,” tambah dia.

Sumber : Okezone.com

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: