Sandra Angelia Sebagai Miss Indonesia 2008 (2)

Miss Indonesia 2008, Sandra Angelia, hari ini (23/05) pulang ke kampung halamannya di Surabaya untuk kali pertama setelah kemenangan di Jakarta. Tidak sekadar pulang ke rumah, Miss Indonesia yang juga menyandang gelar Miss Favorit itu akan menjalani rangkaian aktivitas yang padat.

Sesuai agenda yang disusun, Sandra dijadwalkan tiba di Bandara Juanda, Jumat (23/5) sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah menjalani prosesi penyambutan, rombongan akan melanjutkan perjalanan dengan melakukan beberapa kunjungan.

Di hari pertama, gadis yang banyak menghabiskan masa pendidikannya di Australia itu juga menyempatkan diri menjalani ibadah. Bersama jemaat gereja dan keluarga, Sandra akan menjalani kebaktian ucapan syukur di gereja Bethany Manyar. “Di acara itu sebenarnya Sandra melakukan ibadah syukur kecil-kecilan, bersama keluarga dan teman-temannya,” terang Daniel Lukas Rorong, event organizer yang mengurus kepulangan Sandra.

Di hari yang sama Sandra Angelia datang ke Harian Surya di Jalan Raya Margorejo Indah D-108 Surabaya. Sandra dengan gembira menyatakan akan mengunjungi Surya.

Dia paham, hari pertama datang di Surabaya jadwalnya begitu ketat. Tetapi dengan senang hati dia datang ke Surya karena sejak masa karantina, Surya ikut mensuport dan mempromosikannya melalui beberapa kali pemberitaan.

Meski begitu, Sandra minta maaf karena tak bisa banyak memberikan waktu yang hanya tiga hari di Surabaya.
Meski lama menghabiskan masa hidup di Australia, anak pasangan Yusak Hadisiswantoro dan Asti Tanuseputra ini tak lupa pada provinsi yang diwakilinya. Karena itu kolektor sepatu high hells ini akan bertemu dengan Gubernur Jatim, Imam Utomo, dan Wali Kota Surabaya, Bambang DH.

Meski harus banyak menebar senyum ke berbagai instansi, sebenarnya dari seluruh rangkaian acaranya selama tiga hari di Surabaya, justru kegiatan sosialnya yang paling menonjol.

Nyaris setengah dari seluruh acara dilakukan untuk aksi sosial mulai dari memberi sumbangan ke Rumah Sakit Bersalin IBI, pesta ulang tahun bersama anak-anak di panti asuhan dan Sanggar Alang-alang, dan berbagi kasih di Panti Asuhan Matahari Terbit.

“Biarlah ayah dan ibunya melayani di gereja tetapi Sandra harus aktif dalam masyarakat. Dia harus terjun langsung,” kata Asti menanggapi kecintaan Sandra pada aksi sosial.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: