Tujuh Teladan Rasul Paulus

Dari dalam penjara yang pengap, Paulus mengobarkan semangat Timotius yang sedang bekerja di ladang penggembalaan.Paulus menasihati agar agar sebagai gembala, Timotius tetap mengobarkan tujuh teladan yang telah diberikannya. Ketujuh teladan yang ada di dalam 2 Timotius 3:10, juga patut ada di dalam diri kita sebagai murid Kristus. Adapun ketujuh teladan itu antara lain :

1. Ajaran.
Setiap orang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah murid Kristus. Setiap murid Kristus harus menerima ajaran kebenaran yang diajarkan Sang Guru, dan wajib membagikan ajaran itu kepada orang lain. Karena itu kita dituntutuntuk mengerti Firman Tuhan sehingga kita cakap mengajarkan kebenaran kepada orang yang belum mengerti.untuk itu kita harus terleih dahulu mengerti mengenai Firman Tuhan, dengan jalan membaca Firman Tuhan secara rutin, bacalah buku-buku rohani, atau ikut dalam kelas-kelas pengajaran yang ada di gereja kita seperti Pa atau Famili Altar, dan lain sebagainya.

2. Cara Hidup.
Paulus hidup dengan menjaga citra dirinya sehingga tidak menjadi batu sandungan, dan ini diikuti oleh Timotius. Sekalipun Tiomtius muda tetapi cara hidupnya membuat ia dipercaya oleh domba gembalaanynya. Bagaimana cara hidup kita, apakah tutur kata kita sudah tetap terjaga dan membangun? Apakah cara berpakaian kita sopan dan rapi? Apakah cara pengelolaan keuangan kita sudah sehat dan atau kita punya banyak hutang yang tak bisa dibayar? Dunia memperhatikan cara hidup kita, karena tiu kadilah terang.

3. Pendirian
Pendirian Paulus sangatlah teguh, ia tetap melangkah memberitakan Injil Yesus Kristus meskipun banyak perkara yang berusaha menghambat langkahnya. Pendirian kita yang teguh juga akan membuat kita mempertahankan misi yang Tuhan percayakan kepada kita.

4. Iman
Iman Paulus tidak dapat digoyahkan oleh manusia atau keadaan apapun, kaena dia mengenal Allah yang dipercayainya. Allah menjaga iman dan masa depan yang kita taruhkan di tanganNYA, oleh karena itu tambatkanlah iman percaya kita kepadaNya, bukan kepada yang lain, dukun, kedudukan, kekayaan, dan lain sebagainya.

5. Kesabaran
Kata yunani yang lazim dipakai di sini adalah makrothumia yang berarti sabar terhadap orang-orang. Seorang Kristen yang lebih dewasa harus sabar mendidik adik-adik rohaninya. Adakah kita sabar mendidik jiwa baru yang jatuh ke dalam dosa?

6. Kasih
Kasih adalah dasar yang kuat di dalam hidup seorang Kristen. Karena kasih memampukan kita menerima dan melayani sesama, memampukan kita menerima dan melayani sesama, memampukan kita mengampuni dan tetap melakukan hal-hal yang baik terhadap mush, sama seperti yang Alllah lakukan kepada kita.

7. Ketekunan
Ketekunan diperlukan seorang Kristen supaya dapat bertahan saat iman, kasih atau pengharapannya diuji. Ketekunan membuat kita memahami bahwa adalah lebih baik menderita atau dianiaya karena kebenaran daripada kompromi dengan dunia.

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: