Konferensi Purpose Driven Mengangkat Permasalahan Pastoral Abad 21

LAKE FOREST, California – The Purpose Driven Summit kembali lagi tetapi dengan tujuan yang berbeda.

Walaupun konferensi biasanya dibuat setiap tahun untuk melatih para pendeta dalam Purpose Driven Network, tahun ini muncul dengan sedikit berbeda setelah tenggang waktu 18 bulan.

Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, daripada mengajarkan teknik-tehnik dalam Purpose Driven, pendeta Gereja Saddleback Rick Warren mengatakan dia merasa Tuhan meminta dia untuk “diam dan mendengar.”

Oleh sebab itu, dia menghabiskan dua tahun terakhir dengan perjalanan keliling dunia, mendengarkan mimpi, luka, dan kebutuhan dan keprihatinan para pendeta.

Minggu ini, pemimpin Kristiani dari seluruh dunia berkumpul bersama untuk belajar pelatihan terbaik abad ke-21 persoalan-persoalan gereja dari 35 pendeta berpengaruh dan efektif Amerika, termasuk Tim Keller dari Redeemer Presbyterian Church di Manhattan, New York dan Mark Driscoll dari Mars Hill Church di Seattle, Washington.

Senin lalu, para peserta undangan hanya mendengarkan konferensi dari tiga panelis tentang penginjilan, persekutuan dan kotbah.

Selama diskusi tentang penginjilan, para panelis setuju bahwa penginjilan harus menjadi program dalam “DNA kebudayaan” dalam gereja untuk mencapai keefektifan.

Bob Roberts, pendeta senior Dallas yang berbasis di Northwood Church, menunjuk tentang para murid Yesus tidak memiliki traktat Injil atau perang salib tetapi telah memasukkan penginjilan ke dalam gaya hidup mereka sehari-hari.

Bertujuan untuk menjadikan pengijilan sebagai suatu pekerjaan, kita harus hidup seperti itu, kata Roberts kepada orang banyak. “Jika anda menegaskan hari Minggu sebagai sesuatu yang mendasar, maka anda hanya memamerkan agama saja.

pendeta Mark Batterson dari National Community Church di Washington, D.C., tantangan yang dihadapai oleh gereja dalam penginjilan adalah mengatasi motif untuk mementingkan diri sendiri saat datang ke gereja.

Kita harus ingat kalau, “kita ada bagi seseorang yang tidak ada disana,” katanya.

Beberapa pemimpin juga mengatakan bahwa penginjilan dapat berjalan melalui sebuah kartu undangan yang sederhana untuk umat setelah sekian lama.

Para pendeta dalam diskusi panel setuju bahwa kelompok kecil harus diterapkan pada beberapa tingkat tetapi dengan perbedaan pendapat baik untuk membentuk kelompok kecil yang telah mapan dipecah menjadi memfasilitasi penggandaan atau mereka seharusnya terpecah menjadi kelompok yang terbentuk menurut ketua kelompoknya atau tingkat kehidupan.

“Saya rasa persekutuanadalah seperti seekor gajah dalam gereja. Saya tidak berpikir anda bisa memaksa komunitas Kristiani. Jika anda memaksa komunitas Kristiani, anda akan menghadapi kegagalan dari waktu ke waktu,” kata Perry Noble, pendiri pendeta New Spring Church di S.C.

Warren, yang naik ke panggung dan ikut bergabung dalam percakapan jarak jauh, mengakui dia sendiri memilki kelompok kecilnya yang dihimpun beberapa tahun yang lalu ketika dia berusaha menyeimbangkan dua pertempuran terbesar dalam hidupnya – saat menulis bukunya “Purpose Driven Life” – dan mengusulkan keringanan rumah pendeta dari IRS.
Dia menganjurkan agar para pendeta dilibatkan dalam kelompok kecil mereka sendiri dan mempromosikannya dengan kesaksian mereka sendiri.

Sumber : Christianpost

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: