Aksi FPI Dinilai Coreng Islam

JAKARTA (MI): Berbagai kalangan mengecam aksi brutal massa Front Pembela Islam (FPI) yang menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AK-KBB) di Tugu Monas, kemarin. Mereka meminta aksi seperti itu diakhiri.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan tindak kekerasan atas nama Islam itu justru bertentangan dengan ajaran Islam. “Itu merupakan penyalahgunaan agama. Selain merusak citra Islam, aksi seperti itu adalah tindak kriminal yang harus diusut dan dikenai sanksi hukum,” tandas Din melalui pesan singkat kepada Media Indonesia.
Adapun Direktur Wahid Institute Ahmad Suaedy menegaskan aksi FPI itu mencoreng Islam. “Saya mengutuk kekerasan atas nama Islam. Jelas itu brutal. Kembalilah kepada Islam yang damai dan berdialog,” serunya dalam jumpa pers di Galeri Nasional, Jakarta, kemarin.
Suaedy termasuk salah satu korban penyerangan itu. Dia dipukuli sekitar 20 orang. Saat itu, Suaedy sedang bersama istrinya. “Saya tidak bisa lari karena ada istri saya, juga orang tua, dan satu orang lagi memakai kursi roda. Orang-orang itu yang saya lindungi karena mereka hendak dihajar,” cerita Suaedy yang mengalami luka di dagunya.
Sekitar 500 anggota FPI menyerbu aktivis AK-KBB saat anggota aliansi itu hendak melakukan long march menuju Bundaran HI untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Saat itu AK-KBB baru saja menggelar apel akbar menyerukan pluralisme.
Massa FPI merangsek dan mengayun-ayunkan bambu ke arah anggota Aliansi Kebangsaan. Mereka juga memukuli dan menendang anggota aliansi, yang sebagian di antaranya para ibu dan anak-anak. Sebanyak 12 orang dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka di kepala dan pelipis.
Muhammad Guntur Romli dari Jurnal Perempuan, Kiai Imanul Haq dari Pesantren Cirebon, serta Direktur International Center for Islam and Pluralism Syafii Anwar juga menjadi korban kebrutalan itu.
Polisi yang membubarkan aksi itu tidak menangkap satu pun pelaku penyerangan. Aparat berdalih tidak mau menambah kekisruhan. “Kami masih menyelidiki sebab-sebabnya. Kami memfokuskan untuk memisahkan dua kubu dulu,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Winarko.
Ketua Dewan Syura PKB Abdurrahman Wahid menyebutkan aksi FPI terjadi karena pemerintah takut. “Selama ini dibiarkan saja. Jadi makin brutal. Pada saatnya, akan saya bubarkan FPI dan saya tangkap ketuanya,” tandas Gus Dur dalam konferensi pers di Kantor PBNU, kemarin.
Kecaman juga disampaikan tokoh pers nasional yang juga anggota aliansi, Goenawan Mohamad. “Dalam sejarah Indonesia baru kali ini saya menyaksikan ada kelompok menggebuki orang-orang yang memperingati Pancasila,” tegas Goenawan.
Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mendesak agar pelaku penyerbuan ditindak tegas. “Organisasi masyarakat jangan bertindak seperti aparat atau menjadi polisi swasta. Itu bisa merusak tatanan masyarakat yang menginginkan kedamaian. Yang seperti itu justru harus ditindak,” kata Syafii.

Sumber : MediaIndonesia.com

Tags: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: