Berpikir Sederhana

Berpikir Sederhana
ANDA ORANG CERDAS? Saya yakin Anda pastilah orang yang cerdas, dengan tingkat intelegencia yang tinggi.

Manusia Tuhan ciptakan sebagai makhluk yang paling cerdas di muka bumi ini. Meskipun demikian, setiap kita memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Coba test sederhana di bawah ini. Apa kesamaan di antara kata-kata yang tercetak di bawah ini? Atau gambaran apa yang ada dipikiran Anda saat ini mengenai kata-kata di bawah ini…?
Banana
Dresser
Grammar
Potato
Revive
Uneven
Assess

Bingung? Jangan cepat menyerah. Saya percaya, tanpa melihat kamus pun Anda tahu arti kata-kata itu. Mengapa kita bisa kebingungan menyelesaikan teka-teki yang sangat sederhana ini? Karena kita senang berpikir yang rumit-rumit. Saya percaya, banyak di antara Anda yang melihat deretan kata-kata itu mulai menerjemahkan kata-kata itu ke dalam bahasa Indonesia. Nah, ketika Anda mulai menerjemahkannya: pisang, meja rias, tata bahasa, kentang…. dan selanjutnya, Anda semakin bingung. Kok tampaknya deretan kata-kata ini tidak ada kesamaannya. Semakin kita pikirkan semakin sulit kita menemukan jawabannya. Tepat sekali, saya juga awalnya sulit sekali mencari hubungan setiap kata dengan teliti sekali bak detektif yang lagi memecahkan masalah lewat kode rahasia sebelum saya liat jawabannya. Hehehe… ada-ada saja.

Padahal, jawabannya sederhana, bahkan sangat sederhana. Sekarang, kalau Anda benar-benar menyerah, saya akan berikan jawabannya. Namun, jika Anda masih mau mencoba, jangan melirik jawaban ini: ambil huruf pertama dan pindahkan ke belakang. Setelah itu, baca kembali kata-kata itu dari belakang, maka semua kata itu tidak berubah baik susunan hurufnya maupun artinya. Benar kan?

Teka-teka di atas mengajar kita beberapa hal :
Pertama, Tuhan meminta kita untuk berpikir sederhana: “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!” (Roma 12:16).
Seringkali kita menghadapi masalah yang hadapi di dalam kehidupan sehari-hari kita, baik itu di lingkungan pekerjaan, lingkungan keluarga kita, dan sebagainya, baik itu masalah besar/rumit maupun kecil/sederhana. Terkadang setiap permasalahan yang kecil/sederhana saja kita selalu menghadapainya dengan segala kepandaian kita, kepintaran kita, kecerdasan kita dan kita selalu memakai “kacamata” yang “rumit” sehingga akibatnya bisa saja perkara yang sederhana menjadi bertambah rumit. Saya yakin setiap masalah yang rumit yang orang lain menganggapnya masalah yang besar, jika kita kenakan “kacamata yang sederhana” saja pasti masalahnya menjadi sederhana saja apapun itu masalahnya.

Kedua, kesombongan itu dosa: “Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa” (Amsal 21:4).

Ketiga, kecongkakan pasti mendapat konsekuensinya: “Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan” (Yesaya 2:12).

Keempat, jika kita merasa diri kita pandai, kita justru akan dipermalukan: “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat” (1 Korintus 1:27).

Kelima, marilah kita meninggikan Kristus saja! Mungkin itu hal yang lebih baik bahkan yang terbaik yang harus kita lakukan.

Sumber : Disadur dari gbihfc.org

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: