Renungan Youth, 04 Juni 2008

Good Imitator
1 Korintus 4:16-17
“.. janganlah meniru yang jahat; melainkan yang baik…” (3 Yohanes 11)

Keponakan saya umurnya belum 3 tahun. Tapi sejak bayi, dia adalah peniru yang sangat baik (good imitator). Demikian pula adiknya yang baru berumur 8 bulan. Memang pada dasarnya anak kecil adalah peniru yang baik. Karena itu, kami sekeluarga sangat berhati-hati kalo lagi ngomong atau melakukan sesuatu. Kami gak ingin dua keponakan imut itu salah ngomong atau salah bertindak ketika mereka tumbuh jadi gede hanya karena kami teledor dalam ngasih teladan.

Nah kalo kita bagaimana? Apa kita juga masih jadi peniru? Mungkin kita ngeliat ada penyanyi yang pake anting di idung atau di bibir. Kok kayaknya keren ya? Atau ada bintang sinetron yang pake tato salib. Hmmm… Kristen banget getu lho… Atau, kita kagum pada seseorang sampe cara dia jalan, cara ngomong bahkan isi omongannya kita jiplak abis-abisan. Well, gak semua yang ada pada diri orang lain itu bisa ditiru. Pake anting (buat cowok) dan pake tato (buat cowok dan cewek) jadi keliatan gak asyik banget. Mungkin bagi beberapa orang keliatan keren, tapi itu gak banget dari sisi kekristenan kita. Niru cara ngomong dan cara jalan, gak masalah kan? Ya kalo emang itu positif boleh-boleh aja. Tapi kalo cara ngomongnya (apalagi isi omongannya) berantakan dan gak sopan, apa itu juga mau ditiru?

Youthers, Rasul Paulus berani bilang ama jemaat di Korintus untuk nuruti teladan dan cara hidupnya meski Rasul Paulus gak tinggal bareng mereka. Makanya, Rasul Paulus kirim Timotius ke Korintus untuk ngingetin orang-aorang di Korintus supaya gak lupa dengan teladan yang harus mereka ikuti. Kenapa Timotius yang dikirim? Ya itu menandakan Paulus udah yakin kalo Timotius itu udah bener-bener ngikutin cara hidup dan teladannya. Makanya Paulus gak kuatir.

Youthers, sekarang siapa yang hendak kita teladani? Tiru yang baik, ya…. (fyl)

Think About It : Niru yang baik aja
Pray : Beri hikmat padaku untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk sehingga aku gak salah nentuin sikapku, Bapa

Sumber : gbihfc.org

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: