Umat Kristiani Perlu untuk Meminta “Manasye” Dalam Kesakitan

Voice of Hope menghadirkan Rev. DR. Brian J. Bailey sebagai pembicara dalam seminar sehari bertema “Menuju Kemuliaan”, Selasa (10/6) di Plaza Bapindo, Jakarta.

Rev. DR. Brian J. Bailey

Seminar tersebut memaparkan bagaimana orang Kristen mengatasi kepahitan yang dialami dalam kehidupannya. Mencontoh pada kehidupan Yusuf yang dalam hidupnya, dia diperlakukan tidak adil oleh saudara-saudaranya dan orang lain. Seringkali orang Kristen sangat sulit untuk melupakan ketidakadilan yang mereka alami dan meskipun mereka telah diberkati tetapi masih tetap ada akar kepahitan dalam hati mereka. Di dalam Ibrani 12 dikatakan bahwa akar kepahitan mencemarkan banyak orang.

Rev. Brian Bailey mengisahkan tentang sebuah gereja yang seluruh gerejanya dicemarkan oleh kepahitan karena pemimpinnya tidak pernah mengatasi dan mengalahkan kepahitan. Dalam Alkitab dikisahkan bagaimana Tuhan memberikan Yusuf seorang anak, dan dia menamai anak sulungnya Manasye yang artinya Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku (Kejadian 41:51). Betapa penting di dalam kehidupan kita harus lahir Manasye-Manasye, kata Brian.

“Apabila anda disakiti dan dikecewakan dan tidak dapat mengatasinya maka anda dapat meminta Tuhan untuk memberikan kepada anda ‘Manasye’ agar anda dapat melupakan kepahitan anda, hal ini juga saya lakukan setiap saya selesai melakukan konseling kepada orang lain,” katanya.

Bukti bahwa seorang telah mengampuni adalah apabila orang tersebut tidak lagi mengingat apa yang menjadi kepahitannya dan segala yang buruk yang pernah dialami. Sangat penting bagi setiap kita untuk mempunyai Manasye kita sehingga kita dapat melupakan apa yang menjadi kepahitan dalam hati anda.

Dalam setiap keadaan dalam kehidupan kita, sama seperti yang dikatakan oleh rasul Petrus bahwa ada berbagai macam pencobaan yang kita hadapi (I Petrus 1:6). Sebagaimana ada banyak pencobaan tetapi juga ada berbagai macam kasih karunia yang berpadanan dengan pencobaan tersebut. Seperti dalam 1 Petrus 4: 13 yang intinya mau mengatakan bahwa ada banyak ragam kasih karunia juga yang berpadanan dengan pencobaan yang kita terima. Sebagai contoh, jika kita mendapatkan pencobaan berwarna hijau maka ada kasih karunia berwarna hijau untuk kita,” ungkapnya.

Paulus mengatakan dalam Roma 5:2″…. dimana dosa bertambah banyak, disana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah.” Ketika anda memiliki pencobaan berwarna hijau maka cari Tuhan untuk kasih karunia berwarna hijau sehingga kita dapat menjadi lebih dari pemenang.

Dalam seminar yang dihadiri sekitar 200 orang ini terbagi menjadi 3 sesi yang mana juga memaparkan tentang bagaimana perjalanan bangsa Israel saat keluar dari Mesir, dan apa yang menjadi akhir dari kehidupan setiap manusia, bahwa hanya ada dua pilihan yang dimiliki oleh setiap orang pada akhir hidupnya yakni surga dan neraka yang mana itu ditentukan dari bagaimana kehidupan mereka saat mereka hidup di dunia.

Rev. DR. Brian J. Bailey merupakan gembala senior di Waverly, New York USA. Dan juga telah menulis lebih dari 40 buku yang sebagian besar telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 15 bahasa. Juga aktif mengajar serta menjadi pembicara seminar di lebih 120 negara dan telah mendirikan lebih dari 25 Sekolah Alkitab di berbagai negara. Saat ini dia juga menjabat sebagai Presiden Zion Fellowship Internasional, Zion Ministerial Insitute dan Zion University.

Maria F
Reporter Kristiani Pos

Tags: , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: