Mendagri Lantik Syamsul Arifin-Gatot Pudjo Nugroho

Medan, (Analisa)

Menteri Dalam Negeri Mardiyanto melantik Gubsu terpilih H Syamsul Arifin SE dan Wakil Gubernur Ir Gatot Pujo Nugroho di gedung DPRD Sumut, Senin (16/6). Pasangan Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho merupakan pasangan sipil pertama menjadi gubernur Sumut 2008-2013 yang dipilih secara langsung oleh rakyat Sumatera Utara.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto atas nama Presiden, Senin (16/6) pagi di Gedung DPRD Sumut melantik Syamsul Arifin SE dan Gatot Pudjo Nugroho sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara periode 2008-2013.

Pelantikan Syamsul Arifin dan Gatot Pudjo Nugroho berdasarkan Keputusan Presiden No. 47/P/2008 Tanggal 11 Juni 2008 berlangsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sumut yang dipimpin Ketua DPRD Sumut, Abdul Wahab Dalimunthe.

Pelantikan pasangan Syamsul Arifin dan Gatot Pujonugroho sebagai Gubsu dan Wagubsu lima tahun ke depan, ditandai dengan serah terima jabatan, pemasangan tanda jabatan dan penyerahan memori tugas jabatan oleh mantan Gubsu Drs Rudolf M Pardede.

Mendagri dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah pada hakekatnya merupakan subsistem dari pemerintahan nasional, dan secara implisit melakukan pembinaan dan pengawasan yang merupakan bagian integral dari sistem penyelenggaraan pemerintahan secara utuh.

Berkaitan dengan hal itu, gebernur dan wakil gubenrnur harus mampu menjabarkan kebijakan nasional itu secara baik dan benar, sehingga tidak menimbulkan konflik kepentingan antara pusat dan daerah.

Menurut Mendagri, dalam eforia kebebasan dan reformasi yang berkembang saat ini dengan tidak adanya hubungan hierarkhis secara eksplisit dalam UU No.32 tahun 2004, sering diartikan kebebasan yang mengarah kepada ketidakpatuhan yang mencerminkan tidak sinkronnya pusat dan daerah.

Suasana seperti ini harus segera diluruskan, karena posisi gubernur dan wakil gubernur sebagai wakil pemerintahan pusat di daerah harus tetap dijaga, karena tidak ada langkah dan kebijakan pemerintah yang diambil tanpa melakukan komunikasi dengan para gubernur.

Di sisi lain, kata Mendagri, para bupati/walikota harus melihat peran gubernur secara positif sebagai satu jembatan dengan pemerintah pusat. Untuk itu, gubernur harus memiliki leadership dan penguasaan masalah pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, dengan harapan yang bersangkutan mampu menjalankan fungsi dan tugasnya secara benar, untuk menciptakan suatu sistem pemerintahan yang kuat dalam upaya mewujudkan kesejahtaraan masyarakat.

Prioritas

Berkaitan dengan hal itu kepada Gubsu Syamsul Arifin SE dan Wagubsu Gatot Pujo Nugroho Mendagri meminta, hendaknya mampu mengelola keuangan daerah dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas APBD dengan mengutamakan belanja publik guna menyediakan layanan kepada masyarakat.

Kemudian memprioritaskan penanggulangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan serta meningkatkan kesempatan kerja, investasi dan ekspor serta kualitas pendidikan dan kesejahtraan. Selanjutnya menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahaan yang baik serta memberikan dukungan dan mengambil langkah-langkah yang maksimal dalam penegakkan hukum untuk menekan terjadinya korupsi.

Namun yang terpenting dari itu ujar Mendagri, Gubsu dan Wagubsu harus mampu menjalin hubungan kerja yang baik antara DPRD dan Muspida, dalam mengembangkan kebijakan daerah, serta selalu melakukan konsolidasi birokrasi untuk menjaga kesinambungan dan peningkatan kerja daerah.

Sementara Ketua DPRD Sumut Abdul Wahab Dalimunthe dalam sambutannya mengatakan, agenda pelantikan Gubsu dan Wagubsu hari ini adalah suatu bukti bahwa masyarakat Sumut sudah semakin dewasa dalam berdemokrasi. Meskipun dalam proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur masih ada kekurangan dikarenakan kinerja KPU Provinsi Sumut maupun Panwaslih dianggap masih kurang memuasakan, tetapi inilah hasil maksimal yang telah ditunjukkan kedua intitusi tersebut dan harus kita terima secara legowo.

Dalam hal ini tidak ada pihak yang dikalahkan atau pihak yang mengalahakan. Yang ada adalah kemenangan rakyat Sumut yang telah berhasil melaksanakan pesta demokrasi dalam proses pemilihan Gubsu dan Wagubsu masa jabatan 2008-2013 secara aman, tertib dan lancar, kata Wahab Dalimunthe.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua DPR RI, Agung Laksono, sesepuh DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung, Surya Paloh, anggota DPR RI/DPD RI asal Sumut, Presiden PKS, Tifatul Sembiring, Meneg BUMN Sofyan Djalil, Mensos Bachtiar Camsyah, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, para bupati dan walikota. Tampak hadir juga empat pasang mantan kandidat Gubsu yang menjadi rival Syampurno.

Tags: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: