Tim Kode Etik Polres Sleman Sidangkan Kasus “Dua Kapolsek Selingkuh”

Yogyakarta, (Analisa)

Tim Kode Etik Polres Sleman yang dipimpin Wakapolres Kompol Dede Alamsyah, Senin, meminta keterangan dari saksi Kapolsek Depok Barat AKP Bambang Triyana dan satu anggotanya dalam kasus perselingkunan dua kapolsek yang tertangkap basah berada dalam kamar di sebuah hotel pertengahan Mei lalu.

Kapolres Sleman AKBP Suharsono mengatakan, sidang kode etik ini dilakukan secara maraton dengan meminta keterangan dari pelapor, terlapor dan saksi termasuk petugas kepolisian yang menggerebek tindakan asusila tersebut di sebuah hotel di kawasan Depok.

Kasus perselingkuhan ini terbongkar setelah dua kapolsek (saat itu) masing-masing Kapolsek Sleman AKP Rahmawati Wulansari dan Kapolsek Mlati AKP Adib Rojikan tertangkap basah berada dalam kamar sebuah hotel oleh suami Rahmawati Wulansari yang melakukan penggerebekan dibantu aparat kepolisian setempat.

Kedua kapolsek tersebut sudah dicopot dari jabatannya, bahkan suami AKP Rahmawati, yaitu Dody Maris Mahendra melanjutkan kasus tersebut ke proses hukum.

Menurut AKBP Suharsono, hasil sidang kode etik ini nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan sanksi atau hukuman dalam institusi Polri.

Sementara itu, suami AKP Rahmawati, Dody Maris Mahendra didampingi penasihat hukumnya Fahmi SH mengatakan berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.

“Mereka adalah aparat penegak hukum, dan mereka harus bertanggung jawab terhadap institusi, masyarakat dan saya sebagai pelapor karena dia masih istri saya yang sah,” katanya.

Ia mengatakan hukuman setimpal dan layak diberikan adalah pemberhentian dengan tidak hormat dari institusi kepolisian.

“Harapan saya mereka diberhentikan dari polisi atau dipecat, karena sudah mencoreng nama baik korp kepolisian dan meresahkan masyarakat maupun keluarganya. Semuanya diserahkan kepada Atasan Hukum mereka,” katanya.

Ia mengatakan, dalam kasus tersebut mereka dapat dijerat dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.1/2003 tentang perbuatan asusila secara berulang-ulang di dalam satu instansi.

“Dalam pemeriksaan terhadap AKP Rahmawati kemarin, dia juga mengakui telah melakukan perbuatan tersebut. Jadi jeratan tim kode etik dapat terpenuhi,” katanya.

Sidang kode etik ini akan dilanjutkan kembali Kamis (19/6) dengan agenda pemeriksaan saksi-saski pendukung. (Ant)

Tags: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: