Beberapa Mengatakan, Kembalinya Ted Haggard Terlalu Cepat

Mantan pendeta yang aib-nya ketahuan dua tahun lalu akibat skandal seks dan narkoba, telah kembali – kali ini sebagai pebisnis Kristiani yang mengkhotbahkan sebuah pesan yang sama dengan kesedihan yang mendalam. Haggard menghubungkan kejatuhannya dengan pelecehan yang ia alami semasa kecil dan meminta maaf kembali.
Selagi rencananya yang sebenarnya masih belum jelas, Haggard tak diragukan lagi membuat dirinya sebagai figur publik kembali, sembilan bulan setelah gerejanya yang dahulu mengatakan bahwa ia keluar dari proses kesilapan yang dimaksudkan untuk memulihkan dirinya.

Pria yang mengaku sebagai “seorang penipu dan pembohong” ditanyakan untuk mendengar yang lain, menemukan dorongan dari lingkaran pendukung yang loyal, skeptisme dari para pemimpin evangelikal yang berpikir itu terlalu cepat dan emosi-emosi kompleks pada gereja Colorado Springs yang ia khianati.

Haggard, 52, telah resign sebagai presiden dari National Association of Evangelicals yang beranggotakan 30 juta orang dan dipecat dari New Life Church sehubungan dengan tuduhan bahwa ia telah membayar seorang prostitut pria untuk seks dan menggunakan methamphetamine.

Haggard mengatakan pada tahun 2006 bahwa ia membeli obat-obatan terlarang tersebut tetapi tidak pernah menggunakannya, mengaku akan “seks imoral” dan mendeskripsikan berjuang dengan sisi “gelap dan menjijikkan.” Ia telah bangkit dari tempat khotbahnya di ruang bawah tanah hingga mengambil bagian pada telepon konferensi Gedung Putih – dan telah jatuh begitu jauh hingga ia objek humor malam hari.

Sebagai bagian dari paket pemutusan dari gerejanya yang dahulu, Haggard setuju untuk meninggalkan Colorado Springs untuk beberapa waktu dan tidak berbicara kepada publik mengenai skandal tersebut, demikian staf gereja mengatakan pada waktu itu. Tetapi ia tidak pernah benar-benar menghilang, membuat berita ketika ia merelokasikan keluarganya ke Arizona dan memohon dukungan finansial melalui email.

Permohonan Haggard akan dana disambut amarah oleh sebuah tim yang terdiri dari tiga pastor yang memantau “pemulihannya” – sebuah proses kesembuhan yang tidak berarti juga hasil untuk publik.

Satu anggota tim pemulihan, H.B. London, mengatakan kembalinya ke pelayanan kurang dari empat atau lima tahun akan berbahaya bagi Haggard, keluarganya, gerejanya yang dahulu dan Colorado Springs.

“Untuk berdiri berhadapan dengan seseorang yang memiliki kepribadian dan karunia seperti itu rasanya seperti lumpuh,” ujar London yang mengkonseling banyak pastor melalui divisi Focus on the Family, sebuah grup Kristiani konservatif yang berbasis di Colorado Springs. “Jika Haggard dan orang lain yang seperti dirinya merasa bahwa mereka memiliki panggilan dari Tuhan, mereka merasionalisasikan perilaku mereka yang tidak mengubah panggilan tersebut.”

Sistem pendukung Haggard yang termasuk Leo Godzich, yang menjalankan pelayanan pernikahan berbasis di Phoenix mengatakan ia telah bertemu dengan Haggard setidaknya seminggu sekali dalam setahun. Godzich mengatakan Haggard terkomitmen dengan pemulihan, dan telah membayar dengan harga tinggi dan masih banyak yang harus diberikan.

“Jika setiap pria adalah jujur, setiap pria adalah pembohong dan penipu,” ujar Godzich. “Sekali seseorang mendapat karunia dan dipanggil, yang sesuatu umumnya tidak bisa dihindari. Mereka akan digunakan sehubungan dengan itu lagi.”

“Penebusan yang sesungguhnya terjadi ketika seseorang memenuhi tujuan dalam hidup mereka.”

Baru-baru ini di bulan November, Haggard diundang oleh teman lamanya semasa kuliah di Universitas Oral Roberts, Rev. Chris Byrd, di gerejanya untuk menawarkan keluarga Haggard dukungan, menolong mereka sembuh dan mengajarkan jemaatnya sendiri mengenai dosa dan pengampunan.

“Saya memiliki keyakinan hatinya penuh, teologinya memiliki suara dan pesan yang selalu ia bawakan kepada Tubuh Kristus selalu datang,” ujar Byrd. “Alkitab dipenuhi dengan banyak pemimpin luar biasa, pria dan wanitanya Tuhan, yang telah jatuh. Mereka dipulihkan dan kembali ke peranan mereka yang sebelumnya.”

Dalam khotbahnya, Haggard mengatakan bahwa anak buah ayahnya pernah melecehkan dia sewaktu berusia 7 tahun, sebuah pengalaman yang “mulai berbuah” sewaktu ia 50 tahun. Haggard mengatakan sesuatu yang “mulai berkecamuk di pikiran dan hati saya.” Haggard mengatakan meskipun beberapa tuduhan terlalu berlebihan, “Saya benar-benar telah berdosa.”

“Anda bisa membangun sebuah karir diluar dari kehidupan Kristiani Anda yang telah jatuh lalu diubahkan,” ujar David Edward Harrell, seorang professor sejarah di Universitas Auburn yang mempelajari Kristiani karismatik dan pentakosta. “Yang tidak bisa Anda lakukan adalah kembali dan melakukan hal yang sama. Sekali Anda kehilangan rekanan tersebut, maka itu hilang selamanya.”

Para kaum evangelis mempercayai Tuhan bisa mengubahkan setiap hati, meski begitu Haggard hendaknya tetaplah akuntabel dan tidak seharusnya kembali ke pelayanan terlalu cepat, ujar David Neff, editor dari majalah Christianity Today.

Sumber : christianpost.com

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: