SEMUA KARENA TUHAN

Sering kita terjebak ke dalam situasi apakah Tuhan yang memberkati dulu ataukah kita yang harus berusaha dulu, dan ini mengakibatkan kita akhirnya menganggap dua bagian ini adalah hal yang terpisah, padahal kedua tindakan ini adalah suatu tindakan yang akan menggerakkan tindakan lainnya, sebagai akibat kita mau melakukan tindakan sebelumnya. Bingung.?! Yuk kita lihat bersama.

KEJADIAN 26 : 12
12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.( 12 Then Isaac sowed in that land, and received in the same year a hundredfold: and the LORD blessed him.)

Ada satu situasi yang digambarkan dengan jelas oleh ayat di atas, bahwa Ishak melakukan satu tindakan yaitu menabur, makanya dia mendapatkan hasil yang berlimpah, bahkan dikatakan TAHUN ITU JUGA, artinya di waktu yang bersamaan, tidak menunggu waktu yang lama, dan semua ini KARENA IA DIBERKATI TUHAN.. Faktor diberkati Tuhan ini sering menjadi perdebatan di antara kita, apakah pertama ataukah sebagai imbalan/hasil? Kalau kita mau melihat di ayat sebelumnya(1 – 11) maka kita bisa mengerti bahwa semua bermula dari mendengarkan Firman Tuhan atau instruksi dari Tuhan, yang direspon oleh Ishak dan kemudian Ishak bertindak mengikuti firman lalu Ishak menabur dan dia menuai hasil yang bagus dan Tuhan memberkati Ishak yang mau mengikuti Instruksi Tuhan tersebut.

AMSAL 10 : 22
22 Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. (22 The blessing of the LORD, it maketh rich, and he
addeth no sorrow with it.)

Jadi, kita bisa memberikan satu kesimpulan berdasarkan ayat di atas bahwa tindakan demi tindakan tidak boleh dipisahkan melainkan harus dilakukan secara bertahap dan tidak bisa dipotong – potong artinya tindakan mendengarkan firman – tindakan berusaha dan tindakan Allah memberkati, hal ini merupakan satu mata rantai yang harus bergerak bersama, sehingga kita menikmati hasil yang melimpah sebab Tuhan memberkati apa yang telah kita lakukan, bahkan dalam bahasa Inggrisnya dikatakan asal kita melakukan dengan tepat apa yang DIA instruksikan, maka tidak ada satupun dari niat Tuhan menambahkan kesengsaraan dalam berkat yang melimpah itu.

NEHEMIA 2 : 7 – 8
7 Berkatalah aku kepada raja: “Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. 8 Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami.” Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.( 7 Moreover I said unto the king, If it please the king, let letters be given me to the governors beyond the river, that they may convey me over till I come into Judah;8 And a letter unto Asaph the keeper of the king’s forest, that he may give me timber to make beams for the gates of the palace which appertained to the house, and for the wall of the city, and for the house that I shall enter into. And the king granted me, according to the good hand of my God
upon me.)

Sebagai contoh lain, ketika Nehemia ingin kembali membangung Yerusalem, dia melakukannya dengan mengikuti instruksi Tuhan dulu, lalu dia meminta kepada raja, dan Raja memberikan apa yang diminta oleh Nehemia, dan dengan jelas dikatakan bahwa TUHAN lah yang membuat semuanya itu jadi. Artinya HANYA TUHAN yang membuat semuanya jadi dan kita bisa menikmati apa yang menjadi bagian dalam kehidupan kita, semua yang kita kerjakan merupakan kewajiban atas respon yang kita lakukan untuk mengikuti instruksi Tuhan dan selebihnya kita akan melihat bagaimana Allah dan Tuhan kita Yesus Kristus yang akan menyelesaikan dan membuat kita berhasil. So, Apa langkah – langkah yang harus kita lakukan agar kita bisa terus berhasil¡K.?

I SAMUEL 17 : 46 – 47
46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, 47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami..”( 46 This day will the LORD deliver thee into mine hand; and I will smite thee, and take thine head from thee; and I will give the carcasses of the host of the Philistines this day unto the fowls of the air, and to the wild beasts of the earth; that all the earth may know that there is a God in Israel.47 And all this assembly shall know that the LORD saveth not with sword and spear: for the battle is the LORD’s, and he will give you into
our hands.)

Langkah pertama yang harus kita sadari tentunya kita harus memiliki hubungan dengan Tuhan yang erat seperti Daud, sehingga dia bisa mengerti dan menyelami apa maunya Tuhan dalam kehidupannya, dan itu terlihat dalam tindakan Daud ketika dia melawan Goliat, yaitu Daud mengatakan DENGAN IMAN, bahwa kepercayaan dan iman Daud kepada Allah Israel sangat kuat sehingga tantangan setinggi Goliat bukan halangan tetapi kesempatan yang akan diraih oleh Daud untuk memasyurkan nama Tuhan. Bahkan dengan jelas Daud mengakui bahwa semua HANYA TUHAN yang memberikan kemenangan atau keberhasilan.

1 SAMUEL 17 : 49 – 50
49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. 50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.( 49 And David put his hand in his bag, and took thence a stone, and slung it, and smote the Philistine in his forehead, that the stone sunk into his forehead; and he fell upon his face to the earth.50 So David prevailed over the Philistine with a sling and with a stone, and smote the Philistine, and slew him; but there was no sword in the hand of David.)

Langkah kedua yang tidak terpisahkan dari langkah pertama adalah melangkah atau bertindak dengan penuh keyakinan dan serius seperti Daud melangkah menghadapi Goliat, dia mengambil batu yang sudah dia persiapkan dengan pergi ke sungai mencari batu yang mau dipakai dan kemudian dia bergerak dan melepaskan umbannya dan menyerahkan pada Tuhan kemana arah yang tepat yang menjadi titik kemenangan Daud. Ini yang sering kita lupakan, beriman lalu tidak melangkah atau melangkah tapi tidak yakin akan apa yang kita kerjakan. Makanya keberhasilan jarang kita dapati dan sebagai kambing hitam, kita mengatakan BELUM WAKTUNYA TUHAN¡K.! Pernyataan yang salah,¡K karena kalau kita sudah dekat dengan Tuhan, Kalau kita sudah mendengarkan instruksi Tuhan melalui visi dan firman yang hidup, maka semuanya akan bergantung kepada kita untuk melangkah dan bertindak dengan iman yang penuh dan Tuhan akan membereskan hal – hal selanjutnya.

ULANGAN 12 : 5 – 7
5 Tetapi tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi. 6 Kesanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu. 7 Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.( 5 But unto the place which the LORD your God shall choose out of all your tribes to put his name there, even unto his habitation shall ye seek, and thither thou shalt come:6 And thither ye shall bring your burnt offerings, and your sacrifices, and your tithes, and heave offerings of your hand, and your vows, and your freewill offerings, and the firstlings of your herds and of your flocks:7 And there ye shall
eat before the LORD your God, and ye shall rejoice in all that ye put your hand unto, ye and your households, wherein the LORD thy God hath blessed thee.)

Dengan sangat gamblang Tuhan menjelaskan lewat ayat di atas, bahwa kita harus mengikuti instruksi Tuhan, lalu MENCARI, HARUS MELANGKAH, HARUS MEMBAWA KORBAN dan akhirnya kita akan MENIKMATI HASIL, sebab Tuhan memberkati. Sudahkah kita mendengar Instruksi dari Tuhan? Sudahkah kita mencari alias melaksanakan dengan segenap hati? Sudahkah kita membawa korban untuk apa yang kita kerjakan? Kalau ingin berhasil dan menikmati jerih payah kita „³ laksanakan langkah – langkah di atas.

YESAYA 48 : 15 – 16
15 Aku, Akulah yang mengatakannya dan yang memanggil dia juga, Akulah yang mendatangkan dia, dan segala usahanya akan berhasil. 16 Mendekatlah kepada-Ku, dengarlah ini: Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada disitu.” Dan sekarang, Tuhan ALLAH mengutus aku dengan Roh-Nya.( 15 I, even I, have spoken; yea, I have called him: I have brought him, and he shall make his way prosperous.16 Come ye near unto me, hear ye this; I have not spoken in secret from the beginning; from the time that it was, there am I: and now the Lord GOD, and his Spirit, hath sent me.)

Ingat ¡K! Sekali lagi INGAT..! hanya Tuhan yang membuat kita berhasil, sebab Tuhan yang memerintahkan, sebab Tuhan yang mengolah dan mengatur sehingga keberhasilan dapat kita nikmati. ASALKAN kita melakukan bagian kita seperti yang dikatakan dalam ayat 16, Mendekat pada Tuhan, Dengarkan Tuhan dan Tuhan akan memberitahukan kepada kita semuanya dan pada saat semua kita kerjakan DIA ADA DISITU dengan ROH KUDUS yang membuat semuanya berhasil.

ROMA 11 : 36
36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (36 For of him, and through him, and to him, are all things: to whom be glory forever. Amen.)

Semua keberhasilan datangnya dari DIA, Allah yang kita sembah dalam Yesus Kristus, Semua pekerjaan dan keberhasilan juga dilakukan melalui DIA Allah dan Tuhan kita lewat ROH KUDUS dan oleh karena itu sudah selayaknya dan sepantasnya semua kemuliaan juga dikembalikan kepada DIA, bukan untuk kita, bukan untuk manusia lain atau tim lain dan bukan untuk kebanggaan diri, melainkan untuk TUHAN SEMATA.

1 TAWARIKH 29 : 10 – 12
10 Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: “Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. 11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. 12 Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. (10 Wherefore David blessed the LORD before all the congregation: and David said, Blessed be thou, LORD God of Israel our father, forever and ever.11 Thine, O LORD, is the greatness, and the power, and the glory, and the victory, and the majesty: for all that is in the heaven and in the earth is thine; thine is the kingdom, O LORD, and
thou art exalted as head above all.12 Both riches and honor come of thee, and thou reignest over all; and in thine hand is power and might; and in thine hand it is to make great, and to give strength unto all.)

Itulah yang dilakukan Raja DAUD, ketika dia sudah berhasil dan dapat mengumpulkan semua kekayaan untuk dipakai membangun Bait Allah yang pengerjaannya dilakuka oleh Salomo, anaknya. Dia tunjukkan lewat ungkapan pujian & Mulutnya dan dikatakan ke semua pihak, bahwa hanya TUHAN yang empunya, yang memiliki dan yang membuat semuanya bisa seperti sekarang ini.

1 TAWARIKH 29 : 13 – 14
13 Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu. 14 Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.( 13 Now therefore, our God, we thank thee, and praise thy glorious name. 14 But who am I, and what is my people, that we should be able to offer so willingly after this sort? for all things come of thee, and of thine own have we given thee.)

Dan ungkapan lewat bibir dan mulut kita ini tidak boleh kita tunda – tunda artinya kita mau melihat semuanya menjadi kenyataan dulu, tidak! Justru kita harus belajar dari Daud, dia mengatakan sekarang Daud memuji, tidak besok, tapi SEKARANG, Daud memuji TUHAN yang memampukan dia mempersiapkan bait Allah yang megah, dan Daud sudah merasakan keberhasilan Salomo padahal belum dibangun, bagaimana dengan kita?

Sumber : Milist TD (

Tags:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: